Sponsors Link

Bolehkah Minum Obat Setelah Nyabu?

Sponsors Link

Sabu sabu merupakan salah satu jenis obat obatan terlarang yang penggunaanya diawasi oleh badan yang bertanggung jawab. Sabu sabu maupun jenis obat terlarang lainnya tentu hanya dapat digunakan dalam dunia medis saja. Diluar dunia medis, sabu sabu merupakan obat yang tidak boleh dikonsumsi, namun sejauh ini masih banyak ditemukan penyalahgunaan penggunaan sabu sabu ditengah masyarakat. Selain tersandung masalah hukum yang berat, konsumsi sabu sabu juga dapat menyebabkan munculnya gangguan atau gejala lain yang dapat berujung pada kematian jika penggunaanya sampai overdosis.

ads

Dalam artikel kali ini, drsakitkepala.com akan mengulas mengenai salah satu pertanyaan yang banyak muncul dari para penyalahguna sabu sabu yakni “bolehkah minum obat setelah nyabu ?.” Sebelum berlanjut pada pembahasan pokok dalam artikel ini, perlu diketahui bahwa penulisan artikel ini bukan ditujukan untuk membantu para penyalahguna sabu sabu atau bahkan memperbolehkan penggunaan sabu secara umum tanpa indikasi yang medis yang jelas.

Bolehkah Minum Obat Setelah Nyabu ?

Para penyalahguna sabu sabu biasanya akan memanfaatkan efek samping psikis yang dapat muncul dari konsumsi sabu sabu tersebut. Salah satu bentuk efek samping yang ingin di capai adalah halusinasi dan ketenangan sehingga demi memperolehnya dengan cepat maka jumlah konsumsi sabu diperbanyak. Selain efek samping tersebut, berbagai macam gejala fisik juga dapat muncul seperti pusing atau sakit kepala, mual dan muntah, badan menjad lemas, dan lain sebagainya.

Beberapa penyalahguna sabu sabu atau mereka yang melakukan aktivitas nyabu mungkin akan menggunakan obat obatan sesuai dengan fungsinya untuk mengurangi gejala yang muncul setelah nyabu.  Namun yang menjadi pertanyaan adalah bolehkah minum obat setelah nyabu ? yang digunakan untuk mencgurangi gejala fisik akibat nyabu tersebut. Konsumsi obat setelah nyabu dapat dilakukan asalkan jenis sabu yang digunakan serta pilihan obat yang diminum untuk mengurangi gejala fisik tersebut tidak memiliki interaksi yang sifatnya berbahaya.

Contoh obat yang biasanya dibutuhkan guna mengurangi rasa sakit atau gejala fisik yang muncul setelah melakukan aktivitas nyabu seperti obat anti nyeri, obat pusing, obat mual dan muntah, dan lain sebagainya. Jika dilihat dari golongan ketiga obat tersebut diketahui bahwa obat anti nyeri, obat pusing maupun obat sakit kepala traditional, obat mual dan muntah tidak memiliki interaksi obat berarti yang dapat membahayakan mereka yang mengkonsumsinya setelah nyabu.

Manfaat Narkotika Untuk Dunia Medis

Sabu sabu dan beberapa jenis obat narkotika dan psikotropika secara medis memiliki menfaat yang sangat berarti bagi dunia kesehatan. Berikut ini beberapa manfaat narkotika untuk dunia medis yang diantaranya seperti :

  1. Kokain, digunakan sebagai penghilang rasa sakit dikulit dan digunakan sebagai salah satu obat anestesi.
  2. Kodein, digunakan sebagai analgesik lemak dan bermanfaat juga dalam pengobatan batuk tertentu.
  3. Morfin, merupakan jenis narkotika yang dapat mencegah terjadinya nyeri kepala yang sangat hebat serta tidak dapat hilang dengan permukaan lainnya.
  4. Heroin, merupakan jenis obat yang digunakan sebagai bius namun lebih mudah menyebabkan seseorang kecanduan.
  5. Methadone, sifat antagonis opium yang terdapat di dalam methadone tentu dapat digunakan sebagai salah satu cara menangulangi kecanduaan opium.

Dilihat dari manfaat yang ada maka dapat disimpulkan sebenarnya golongan obat narkotika memiliki manfaat kesehatan yang baik jika dikonsumsi dengan benar sesuai pertimbangan medis. Namun banyaknya penyalahgunaan obat tersebut menjadikan pamor narkotika di masyarakat menjadi sangat menakutkan serta harus dipisah dengan obat lainnya. (Baca juga : sakit kepala berdenyut hebat)

Bahaya Narkotika Bagi Kesehatan

Secara medis, sabu sabu maupun jenis narkotika lainnya pasti dapat memberikan manfaat tertentu. Hal lain yang juga perlu diketahui oleh polisi adalah bahaya narkotika bagi kesehatan. Berikut ini beberapa bahaya narkotika bagi kesehatan.

  1. Gangguan kondisi otak, bahaya yang pertama sudah sangat jelas bahwa nyabu dapat menyebabkan gangguan kondisi otak dan trauma kepala.
  2. Perubahan sistem syaraf, penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan adanya perubahan dalam sistem syaraf yang dimiliki.
  3. Perubahan prilaku, beberapa jenis perubahan prilaku dapat muncul ketika sabu sabu dikonsumsi sembarang yang diantaranya seperti bingung dan hilang ingatan, Halusinasi, serta kejang.
  4. Dehidrasi, dehidrasi merupakan kondisi berbahaya yang harus segera diatasi. Dehidrasi yang tidak terdeteksi dapat menyebabkan kematian akibat kurangnya  cairan di dalam tubuh. (Baca juga : sakit kepala akibat dehidrasi)
  5. Gejala lainnya, beberapa gejalan lain seperti sulit bernafas atau munculnya gangguan pernafasan juga dapat muncul pada penyalahgunaan karbohidrat.

Itulah beberapa uraian mengenai jawaban atas pertanyaan bolehkah minum obat setelah nyabu yang dapat dimengerti. Namun perlu diketahui bahwa konsumsi sabu sabu merupakan bentuk penyalahgunaan yang berakibat pada penurunan kesehatan seseorang hingga memperbesar peluang kematiannya. Selain itu, perlu diperhatikan bahwa penggunaan sabu sabu atau melakukan aktivitas nyabu merupakan salah satu bentuk penyalahgunaan dari obat golongan narkotika yang perlu diperhatikan sehingga sangat wajib untuk dihindari.

, , , ,
Oleh :
Kategori : Gaya Hidup