Sponsors Link

Penyebab dan Cara Mengobati Penyakit Saraf di Kepala

Sponsors Link

Kepala menjadi salah satu bagian penting dari anggota tubuh yang memiliki peran vital dalam setiap aktivitas manusia dan proses proses yang terjadi di dalam tubuh. Bagian bagian kepala sangat menunjang berbagai macam hal yang dibutuhkan oleh setiap individu manusia untuk menjalani semua hal yang perlu dilakukannya setiap hari. Pentingnya peran kepala dan bagian bagiannya tersebut menjadikannya harus senantiasa dijaga dengan baik dan tidak boleh mengalami permasalahan atau sakit kepala terutama yang serius.

ads

Adanya kondisi sakit kepala dapat menyebabkan gangguan fungsi dari bagian yang penting di kepala diantaranya seperti mata sebagai indera penglihatan, kuping sebagai indera pendengaran, hidung sebagai indera penciuman dan pintu masuk oksigen serta udara ke dalam saluran pernafasan, lidah sebagai indera pengecap, mulut sebagai awal masuknya makanan ke dalam tubuh, serta yang paling utama adalah otak sebagai pusat dari sistem saraf pusat dan kendali tubuh manusia secara menyeluruh.

Berbagai macam jenis sakit kepala dapat beresiko terjadi pada setiap orang terutama yang tidak memperhatikan kesehatan diri serta menjalani gaya hidup dengan sembarangan. Salah satu bentuk permasalahan pada daerah kepala yang membutuhkan perhatian khusus adalah terkait kondisi sakit saraf yang menyerang daerah kepala. Berikut ini beberapa cara mengobati penyakit saraf di kepala yang perlu diperhatikan dan dipahami dengan baik dalam penjelasan di bawah ini.

Sakit saraf merupakan kondisi dimana terjadi gangguan pada syarat di bagian tertentu termasuk di daerah kepala. Ketika terjagai kondisi penyakit saraf atau gangguan pada saraf maka penderitanya akan mengalami kesulitan atau kehilangan berbagai kemampuan yang berhubungan dengan saraf diantaranya seperti sulit bergerak, berjalan, berbicara, menelan, bernafas, dan bahkan berfikir. Selain kondisi tersebut, penderita penyakit saraf juga dapat mengalami kondisi hilang ingatan, kemampuan panca indera, dan suasana hati atau perilaku yang berubah.

Sebelum memahami lebih jauh mengenai cara penanganan sakit atau penyakit saraf akan lebih dahulu dibahas mengenai penyebab yang dapat menjadikan munculnya gangguan kesehatan tersebut. Pemahaman terhadap penyebab dari sakit saraf dapat membantu menentukan cara pengatasan yang baik serta tindakan yang diperlukan untuk mencegah kondisi tersebut agar tidak terjadi. Berikut ini beberapa penyebab sakit kepala atau tepatnya pada saraf diantaranya seperti :

  1. Akibat Faktor keturunan, seperti kondisi penyakit Huntington.
  2. Perkembangan saraf yang berlangsung tidak sempurna, seperti pada penyakit yang disebut spina bifida.
  3. Kerusakan dan kematian sel saraf yang terjadi pada penyakit Parkinson serta penyakit Alzheimer.
  4. Penyakit akibat adanya gangguan pada pembuluh darah otak, seperti stroke.
  5. Terjadinya cidera di daerah kepala dan tulang belakang yang menyebabkan terjadinya cedera otak atau tulang belakang.
  6. Penyebab lainnya, seperti kanker otak, epilepsi, infeksi bakteri, virus, jamur dan parasit contohnya meningitis.

Beberapa penyebab yang disebutkan diatas sebagai pemicu terjadinya penyakit saraf di kepala dapat beresiko terjadi pada semua orang terutama bagi mereka yang tidak terlalu memperhatikan kesehatannya. Untuk dapat mengatasi kondisi penyakit pada saraf terutama di kepala maka dibutuhkan beberapa cara yang dapat dipahami. Berikut ini cara mengobati penyakit saraf di kepala dalam penjelasan dibawah ini.

1. Kenali gejala penyakit saraf di kepala

Hal pertama yang perlu dilakukan sebagai rangkaian dari proses pengatasan kondisi tersebut adalah dengan mengenali gejala penyakit yang ada. Beberapa gejala yang menunjukan seseorang mengalami kondisi sakit saraf diantaranya seperti kelemahan otot, kehilangan kemampuan kognitif, otot lemah, kebas, kesemutan, kehilangan kesadaran, dan lain sebagainya.

2. Penegakan diagnosis medis

Setelah seseorang dirasa mengalami gejala sakit kepala maka langkah selanjutnya adalah perlu dilakukannya diagnosis secara medis untuk memastikan kondisi yang terjadi. Diagnosis penyakit saraf di kepala dapat dilakukan dalam beberapa tahap diantaranya seperti :

  • Pemeriksaan neruologis, dilakukan untuk mengetahui tingkat kemampuan neurologis sesorang termasuk kondisi kemampuan sensorik, kemampuan motorik , fungsi saraf kranial, kondisi kesehatan mental, dan ada tidaknya perubahan perilaku.
  • Uji laboratorium, tes darah, tes urine dan serangkaian uji laboratorium yang relevan diperlukan sebagai langkah pemeriksaan awal kondisi penyakit saraf.
  • Pemeriksaan lainnya, yang diantaranya seperti biopsi atau pengambilan sampel jaringan, angiografi untuk memastikan ada tidaknya pembuluh darah yang tersumbat, analisis cairan serebrosinal, elektroensefalografi (EEG) yang memonitor aktivitas otak, elektromiografi (EMG) untuk mendiagnosis kelainan saraf dan otot, Electronystagmography (ENG), diskografi, evoked potential, thermography, dan laing sebagainya yang penentuan penggunaannya tergantung dokter.

3. Penanganan kondisi penyakit saraf di kepala

Setelah semua rangkaian proses diagnosis dilakukan maka dapat dijadikan dasar penentuan cara pengatasan dan tindakan medis yang tepat. Banyaknya penyebab kondisi sakit saraf yang berbeda beda tentu akan menentukan cara pengatasan yang berbeda pula. Tindakan medis yang diperlukan untuk mencegah terjadinya kerusakan saraf lebih parah diantaranya sebagai berikut ini :

  • Pengobatan pada kondisi autoimun
  • Pembatasan gula darah pada pasien diabetes dan mencegah peningkatan kadar gula pada darah.
  • Memperbaiki kondisi gizi dengan mengkonsumsi makanan bernutrisi tinggi.
  • Mengkonsumsi obat yang direkomendasikan oleh dokter spesialis yang menangani sakit kepala dan berhubungan dengan penyakit saraf diantaranya seperti antidepresan, pereda rasa nyeri, antikejang, dan lain sebagainya.
  • Pembedahan jika ditemukan tekanan dan trauma pada saraf otak.
  • Dan jika dibutuhkan maka akan menjalani proses fisioterapi.

Itulah beberapa cara mengobati penyakit saraf di kepala yang perlu diperhatikan dengan baik dan disesuaikan dengan kondisi penyebab yang harusnya sudah terdiagnosis sebelumnya. Menjaga kondisi pola makan yang sehat serta menjalani hidup dengan gaya yang sehat juga dapat menghindarkan dari berbagai macam kondisi penyakit pada saraf.

, , ,