Sponsors Link

10 Ciri Ciri Anak Terkena Meningitis Yang Sering Diabaikan

Sponsors Link

Anak-anak memang sangat rentan dengan infeksi penyakit tertentu. Lingkungan pertumbuhan anak yang buruk dan kurang istirahat bisa membuat tubuh anak mudah dimasuki oleh bakteri, virus, jamur dan sumber penyakit lain. Bahkan tidak jarang anak sering terkena penyakit akibat infeksi seperti meningitis. Meningitis terjadi karena peradangan atau infeksi yang menyerang pada meninges, bagian berupa selaput tipis yang melindungi bagian otak dan sum sum tulang belakang. Meningitis termasuk penyakit yang sangat berbahaya karena jika tidak dirawat segera bisa menyebabkan komplikasi dan kematian.

ads

Meningitis terjadi karena peradangan pada meninges oleh virus yang masuk melewati aliran darah. Biasanya pada anak disebabkan karena virus yang menyebar lewat udara, lingkungan atau dekat orang dewasa yang batuk atau bersin, dan efek dari lingkungan yang kurang bersih. Jika disebabkan oleh bakteri maka hal ini bisa terjadi karena bersentuhan dengan orang dewasa yang sudah terkena meningitis. Gejala radang selaput otak pada anak menjadi tanda pertama yang harus diwaspadai. Agar lebih jelas lagi, berikut kami sampaikan mengenai ciri ciri anak terkena meningitis yang sering diabaikan.

  • Demam pada kepala

Seringkali gejala awal dari meningitis dianggap sebagai hal yang biasa. Demam menjadi tanda pertama infeksi meningitis mulai terjadi. Hanya saja pada anak-anak biasanya demam hanya terjadi pada kepala sementara kaki dan tangan dingin. Jika seperti ini maka orang tua berpikir anak mengalami tumbuh gigi, terutama untuk anak yang masih muda. Hal ini sebenarnya terjadi ketika bakteri atau virus sebenarnya sedang menyerang cairan yang ada pada bagian otak sehingga anak akan demam. Biasanya juga disertai dengan gejala sakit kepala dan mata terasa sakit.

  • Muncul bintik pada kulit

Ketika bakteri atau virus berkembang sangat banyak dalam aliran darah maka akan menyebabkan kulit anak menjadi ruam atau muncul bintik-bintik. Hal ini karena bakteri dan virus sudah merusak pembuluh darah sehingga gejalanya lebih buruk lagi. Namun kondisi ini sering dianggap sebagai gejala biasa seperti penyakit campak pada anak. Jika tanda lebih parah lagi maka kulit anak akan terlihat sangat pucat. Tanda ini akan diikuti dengan bagian kaki dan tangan yang dingin ketika disentuh. Bercak atau bintik akan semakin meluas dan tidak bisa dihilangkan. Kondisi ini juga sering menjadi ciri ciri meningitis pada orang dewasa.

  • Anak rewel

Tanda yang lain adalah ketika anak sering mengerang, merintih atau menangis. Kondisi ini akan terjadi jika gejala meningitis sudah lebih buruk lagi dan anak belum mendapatkan perawatan yang tepat. Penyebabnya bisa karena sakit kepala terus menerus namun anak tidak bisa menjelaskan apa yang mereka rasakan. Biasanya jika sudah seperti ini maka anak hanya mau digendong atau ditidurkan. Namun ketika anak tidur biasanya juga tidak lama seperti biasanya.

  • Nafas anak menjadi cepat

Saat infeksi sudah semakin parah maka biasanya nafas anak juga menjadi sangat cepat. Hal ini karena darah sudah penuh dengan virus atau bakteri yang mulai menyebar ke semua bagian tubuh. Kandungan oksigen dalam tubuh anak juga sudah tidak normal lagi sehingga jantung anak juga berdenyut cepat. Jika sudah seperti ini maka biasanya anak tidak bisa beraktifitas normal. Pada orang dewasa, kondisi ini sering menjadi penyebab sakit kepala.

  • Lebih peka terhadap cahaya

Anak yang terkena meningitis juga biasanya akan sangat peka terhadap cahaya. Akibatnya anak lebih senang tinggal di ruangan yang tertutup atau lebih gelap. Kondisi ini yang membuat anak rewel ketika diajak keluar rumah. Hal ini sebenarnya karena peradangan yang terjadi pada selaput otak sudah menyebabkan tekanan pada sistem syaraf penglihatan. Kondisi ini bisa lebih buruk lagi karena menyebabkan pandangan mata anak kabur, penglihatan rusak dan mata menjadi tidak bisa melihat benda dengan jelas.

  • Nafsu makan menurun

Anak-anak yang terkena meningitis biasanya akan mengalami penurunan nafsu makan yang sangat jelas. Anak tidak mau minum susu atau mengonsumsi makanan favorit mereka. Jika seperti ini maka biasanya berat badan anak akan menurun, wajah anak menjadi sangat lesu dan sangat pucat. Dan anak akan jauh lebih rewel dari biasanya.

  • Sangat mudah marah

Anak yang terkena meningitis juga sangat mudah marah dan biasanya mereka tidak mau disentuh. Kondisi akan akan memburuk dari waktu ke waktu karena mereka semua bagian tubuh sakit dan tidak nyaman. Tubuh anak semakin lemah karena tidak bisa makan dan minum dengan baik, sehingga sistem hormon yang mempengaruhi suasana hati juga terkena dampaknya.

  • Ada benjolan pada kepala anak

Dalam waktu yang lebih lama lagi jika berbagai gejala tidak dirawat dengan tepat maka akan timbul benjolan pada kepala anak. Benjolan ini terasa ringan dan lunak. Hal ini bisa disebabkan karena peradangan menyebabkan cairan menumpuk pada  bagian kepala. Namun sebenarnya jika disentuh benjolan ini juga akan terasa sakit. Jika benjolan akan membesar biasanya anak terkena demam tinggi.

  • Kejang dan sulit bangun

Masalah infeksi yang berkembang terus menerus pada meninges juga akan menyebabkan anak mengalami kejang berulang kali. Kejang bisa membuat beberapa respon organ tubuh anak mengalami gangguan yang tidak nyaman. Semakin lama maka gejala bisa menjadi lebih buruk lagi seperti sulit untuk diajak bangun, tidak bisa bicara dengan baik, sulit untuk mengingat, dan gejala yang tidak nyaman.

  • Leher menjadi kaku

Meningitis ternyata juga menyebabkan leher kaku dan tidak nyaman. Kondisi ini harus diwaspadai karena bisa juga disebabkan oleh hal-hal yang umum seperti salah posisi tidur. Namun berbeda jika terkena meningitis karena biasanya leher menjadi kaku ketika sedang duduk atau telentang. Gejala ini menjadi tanda yang khas sehingga orang tua harus segera membawa anak ke rumah sakit.

Itulah beberapa ciri ciri anak terkena meningitis yang sering diabaikan. Setiap anak bisa mengembangkan gejala yang berbeda-beda sehingga orang tua harus segera pergi ke rumah sakit untuk memastikan kondisi anak.

, ,



Oleh :