Sponsors Link

Dermatitis Seboroik : Penyebab – Gejala – Cara Mengatasi – Pencegahan

Sponsors Link

Apakah Anda pernah mendengar penyakit dermatitis seboroik? Ini adalah salah satu jenis penyakit kulit yang sangat umum dan bisa menyerang semua usia termasuk bayi baru lahir dan orang lanjut usia. Dermatitis seboroik akan membuat kulit yang terkena menjadi mudah mengelupas, berkerak dan sangat gatal. Bagian tubuh yang bisa terkena dermatitis seboroik termasuk seperti punggung, paha, dada, dahi, ketiak dan kulit kepala yang menyebabkan kulit kepala mengelupas dan berdarah.

ads

Penyakit ini tidak menular hanya saja bisa menurunkan rasa percaya diri. Terkadang jika muncul di kulit kepala maka akan memicu ketombe yang sangat parah dimana bisa berkembang menjadi eksim seboroik dan psoriasis seboroik. Bayi yang baru lahir juga sangat rentan dengan masalah kulit ini dan biasanya muncul di kulit kepala. Istilah bayi yang menderita ini juga disebut dengan gangguan cradle cap

Berikut ini kami sampaikan mengenai penyakit dermatitis seboroik, seperti penyebab, gejala, cara mengatasi dan pencegahan.

Penyebab

Penyakit dermatitis seboroik memang salah satu jenis penyakit yang muncul begitu saja. Menurut pendapat medis kondisi ini paling sering terjadi ketika tubuh menderita infeksi jamur malassezia yang bisa menyebabkan kelenjar keringat mengeluarkan banyak minyak pada lapisan kulit. Akhirnya peradangan yang terjadi terus menerus menyebabkan dermatitis seboroik. Selain itu penyakit muncul juga berhubungan dengan masalah kesehatan pada tubuh seperti:

  1. Imunitas yang rendah: orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah bisa menderita dermatitis seboroik dengan cepat.
  2. Mallnutrisi : penderita yang mengalami kekurangan gizi atau nutrisi bisa mengembangkan gejala dengan cepat. Selain itu kurang gizi menjadi penyebab sakit kepala.
  3. Gangguan sistem syaraf : penderita gangguan syaraf lebih rentan dengan masalah dermatitis ini.
  4. Psoriasis : penyakit kulit yang sering dipicu oleh masalah stres, tekanan dan gaya hidup yang buruk.
  5. Pengaruh cuaca: kondisi udara yang terlalu panas atau dingin bisa menyebabkan dermatitis muncul yang sering dikira sebagai gejala alergi.
  6. Bayi yang baru lahir: segera setelah bayi lahir maka tubuh mereka akan kehilangan hormon dari tubuh ibu dan ini menyebabkan munculnya cradle crap.
  7. Penderita parkinson atau depresi : orang yang menderita penyakit ini umumnya memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah sehingga bisa terkena dermatitis seboroik.
  8. Penderita HIV/AIDS: infeksi virus penyakit ini akan melemahkan sistem kekebalan tubuh secara bertahap sehingga mudah memicu penyakit kulit ini.
  9. Obesitas: semua jenis gangguan yang menyebabkan kelainan sistem endokrin juga sangat mudah terkena.
  10. Efek obat jangka panjang.
  11. Menderita penyakit gagal jantung.
  12. Kebiasaan kurang menjaga kebersihan dan sering menggaruk beberapa bagian tubuh.

Gejala

  1. Jika muncul pada kulit kepala maka bisa menyebabkan ketombe sampai berkerak. Ini juga sering ditandai dengan kulit kepala seperti ada yang bergerak.
  2. Munculnya rasa gatal pada area kulit yang berlipat seperti paha.
  3. Muncul rasa gatal yang berkembang pada kepala, wajah, alis, sekitar mata dan hidung.
  4. Kulit gatal parah disertai rasa panas dan kemudian mengelupas.
  5. Ada flek pada area yang terkena dermatitis seboroik dengan bentuk yang tidak teratur.
  6. Kulit yang terkena menjadi lebih berminyak.
  7. Muncul sisik pada kulit yang gatal, lalu menjadi kuning dan sangat mudah mengelupas.
  8. Sekitar kulit yang terkena menjadi merah, bengkak dan gatal.
  9. Jika terkena pada kulit kepala maka bisa menyebabkan rambut rontok.
  10. Saat sudah parah bisa menyebar ke mata yang akan menyebabkan blefaris dimana mata muncul kerak dan sangat merah.

Cara Diagnosa

Ketika Anda sudah mengamati beberapa gejala maka Anda sebaiknya segera pergi ke dokter. Ada beberapa tanda yang harus diwaspadai seperti:

  1. Sangat gatal sampai tidak bisa berkonsentrasi dan tidak bisa tidur.
  2. Cemas yang berlebihan karena memikirkan penyakit yang di derita.
  3. Munculnya infeksi kulit termasuk di kepala sampai menyebabkan sakit kepala di ubun ubun.
  4. Sudah merawat secara alami namun tidak ada perubahan.

Setelah tidak ada perubahan maka bisa langsung datang ke dokter kulit. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada bagian yang terkena dermatitis seboroik. Kemudian dokter biasanya akan mengambil sampel pada dermatitis seboroik dengan mengelupas kulit yang terkena. Kemudian dengan pemeriksaan di laboratorium maka bisa ditegakkan kondisi penyakitnya.

Sponsors Link

Cara Perawatan

Perawatan untuk menyembuhkan penyakit ini umumnya dilakukan dengan memberikan gel, lotion atau salep pada bagian yang terkena. Meskipun beberapa obat sering dijual bebas di apotek tanpa resep, tapi sangat disarankan untuk tetap pergi ke dokter. Dokter biasanya akan memberikan perawatan seperti:

  1. Obat metronidazole : obat ini biasanya berbentuk gel atau krim yang bisa melawan pertumbuhan bakteri pada dermatitis seboroik. Obat biasanya disarankan untuk digunakan selama 1 sampai 2 kali sehari atau mengikuti anjuran dari dokter.
  2. Sampo dengan ketoconazole : jika dermatitis seboroik mengenai kepala dan sangat parah maka penggunaan sampoo ini sangat disarankan. Sampo ini mengandung bahan anti jamur dan anti bakteri sehingga bisa menyembuhkan ketombe yang memicu sakit kepala.
  3. Obat kortikosteroid : semua jenis krim, gel atau sampo yang mengandung obat seperti hydrocortisone dan fluocinolone yang bisa membuat gejala berkurang dan penyakit sembuh. Namun penggunaan obat harus diawasi karena bisa menyebabkan kulit menjadi lebih tipis dan iritasi.
  4. Untuk bayi : jika bayi menderita dermatitis seboroik maka sebaiknya menjaga kebersihan kulit kepala bayi. Anda bisa mencoba untuk membersihkan kepala bayi dengan air hangat dengan media handuk atau kapas.

Cara Mencegah

Jika sudah muncul gejala atau belum maka sebaiknya berusaha untuk mencegah atau mengendalikan gejala agar tidak terlalu parah. Berikut ini langkah pencegahan yang bisa dilakukan:

  1. Tidak menggaruk bagian tubuh yang gatal jika sudah muncul gejala, karena menggaruk bisa membuat lebih parah.
  2. Menjaga kebersihan dengan cara mandi dan mencuci rambut secara teratur terutama menggunakan produk yang sesuai kondisi kulit.
  3. Mengganti pakaian secara teratur sehingga kulit selalu bersih dan tidak terkena infeksi jamur.
  4. Memotong rambut, mencukur kumis dan jenggot sehingga bisa mengurangi risiko.
  5. Memilih bahan pakaian yang lembut, halus, dan menyerap keringat.
  6. Merawat kulit dengan baik jika sudah positif terkena dermatitis seboroik.

Itulah semua informasi mengenai dermatitis seboroik, seperti penyebab, gejala, cara mengatasi dan pencegahan.  Karena penyakit ini bisa bertahan selama bertahun-tahun maka sebaiknya segera pergi ke dokter jika sudah mengalami gejala awal.

, , ,



Oleh :