Sponsors Link

8 Efek Memukul Kepala Anak Baik Secara Fisik Maupun Psikis

Sponsors Link

Tubuh manusia terdiri dari berbagai bagian yang memiliki peran tak terpisahkan satu sama lainnya untuk menjalani aktivitas dalam kehidupan. Salah satu bagian tubuh yang memiliki peran dan fungsi penting adalah kepala. Kepala merupakan organ tubuh yang terdiri dari beberapa bagian bagian kepala dengan fungsi dan perannya masing masing. Pentingnya peran kepala tersebut menjadikannya harus di jaga dengan baik agar tidak mengalami masalah baik fisik maupun masalah penyakit lainnya.

ads

Bagian bagian dari kepala yang memiliki peranan sangat penting bagi tubuh manusia diantaranya seperti mata yang merupakan indera penglihatan, hidung sebagai indera penciuman, lidah sebagai indera perasa, kuping sebagai indera pendengaran, serta bagian otak dan fungsinya yang menjadi pusat dari kendali saraf tubuh. Setiap bagian dari kepala memiliki perkembangan yang harus dijaga terutama bagian otak mengingat perannya yang sangat memberikan pengaruh terhadap kelangsungan hidup tubuh.

Perkembangan otak berlangsung sejak kecil dan akan terus tubuh hingga dewasa. Terkait dengan perkembangan otak dan kesehatan kepala, orang tua perlu menghindari beberapa aktivitas fisik yang dapat menyebabkan efek samping yang buruk pada kepala maupun otak. Salah satu aktivitas yang sebaiknya tidak dilakukan adalah kebiasaan untuk memukul kepala anak. Berikut beberapa efek memukul kepala anak terlalu sering yang perlu dihindari oleh setiap orang tua dalam penjelasan di bawah ini.

Efek Buruk Secara Fisik

Efek buruk yang dapat terjadi pada anak ketika kepalanya terlalu sering dipukul ada dua yakni efek buruk secara psikis dan efek secara fisik. Dampak buruk secara fisik yang dapat terjadi pada anak ketika terlalu sering dipukul kepalanya secara sengaja diantaranya seperti :

  1.  Luka pada bagian luar kepala

Memukul kepala menyebabkan dampak fisik yang paling dapat terlihat terutama tekanan pukulan dilakukan dengan kuat atau menggunakan benda tertentu yang melukai. Salah satu dampak pertama ketika orang tua memukul kepala anak terlalu sering adalah menyebabkan munculnya luka pada bagian luar kepala yang tentunya akan menyakitkan bagi anak. Luka atau trauma kepala tersebut malah akan merugikan bagi orang tua karena harus mengobati anak.

  1. Kerusakan bagian dalam kepala

Luka terbuka atau memar di bagian luar kepala tentu dapat secara langsung terlihat dan pastinya bisa segera disembuhkan. Selain luka luar, efek memukul kepala anak yang paling diwaspadai adalah adanya luka yang muncul dibagian dalam pada kepala. Kondisi luka tersebut tentu lebih berbahaya karena terkadang tidak dapat diketahui dengan pasti sehingga tidak ada upaya untuk menyembuhkannya. Contoh trauma kepala bagian dalam adalah pendarahan maupun patah tulang tengkorak sebagai salah satu akibat kepala yang sering terkena pukulan.

  1. Kerusakan otak

Dampak berbahaya lain yang dapat terjadi pada bagian dalam kepala anak yakni otak ketika sering dipukul secara sengaja adalah dapat menyebabkan kerusakan otak sehingga anak mengalami kondisi permasalahan pada kemampuan dari otaknya. Permasalahan pada kemampuan otak tersebut dapat terjadi ketika memang ada bagian bagian otak tertentu yang mengalami kerusakan sehingga fungsinya tidak akan bekerja dengan maksimal. Kondisi tersebut tentu akan sangat merugikan bagi perkembangan otak anak.

  1. Kerusakan saraf dan fungsi indera

Selain otak yang merupakan pusat saraf dengan resiko dampak kerusakan sarafnya ketika sering dipukul kepalanya, efek lain yang juga dapat terjadi pada kepala anak adalah menyebabkan anak mengalami kerusakan pada fungsi inderanya yang menjadi bagian dari kepala. Kerusakan tersebut tentu sangat berbahaya bagi kehidupan anak dan perlu untuk dihindari.

Efek Buruk Secara Psikis

Seperti yang sudah dijelaskan, efek memukul kepala anak ada selain efek secara fisik pada bagian kepala dan sekitarnya bukan hanya menyebabkan sakit kepala pada anak tetapi juga dapat memberikan dampak psikologis pada anak yang akan berpengaruh pada perilakunya sekarang ataupun nanti. Beberapa dampak psikis yang dapat diterima oleh anak ketika terlalu sering dipukul kepalanya diantaranya seperti:

Sponsors Link

  1. Trauma psikologis

Efek buruk yang dapat terjadi ketika orang tua memukul kepala anak atau memukul bagian kepala lainnya adalah dapat menyebabkan trauma psikologis yang bisa jadi menimbulkan dendam disaat anak dewasa. Trauma psikologis tersebut dapat menjadikan anak memiliki perilaku yang menyimpang dan tidak normal di kehidupannya saat ini maupun saat anak sudah tumbuh dewasa.

  1. Anak akan memiliki sikap kasar

Orang tua merupakan panutan dari anak sehingga apa yang dilihatnya menjadi salah satu contoh yang akan ditiru ketika anak tumbuh besar. Sikap sering memukul kepala anak merupakan perilaku yang kasar sehingga dengan begitu anak pun dengan beranjaknya usia akan memiliki sikap yang kasar terhadap orang lain bahkan pada orang tuanya sendiri.

  1. Anak akan menjadi pendiam

Dampak lain yang juga dapat terjadi pada anak yang sering dipukul kepalanya dengan sengaja saat orang tua marah akan sikap dari anak yang menurutnya salah dan tidak benar adalah menyebabkan anak menjadi pendiam bahkan akan menyendiri dan tidak mau berinteraksi akibat rasa ketakutan yang ditunjukannya.

  1. Mematikan kreatifitas anak

Anak anak selama proses perkembangannya harus mendapatkan waktu bermain yang cukup banyak dan secara bebas dapat melakukan banyak hal untuk membangun kreatifitasnya. Dengan kondisi anak yang sering dimarahi dan dipukul kepalanya maka akan menciptakan kondisi yang buruk bagi perkembangan kreatifitas anak karena rasa takut bersalah yang terus menjadi pertimbangan anak untuk melakukan suatu hal.

Itulah beberapa penjelasan mengenai efek memukul kepala anak yang perlu diperhatikan dengan baik sehingga dapat benar benar dihindari. Ada dua dampak besar yang dapat terjadi pada anak ketika sering dipukul kepalanya yakni menyebabkan gangguan psikologis dan menimbulkan kerusakan fisik pada bagian kepala seperti otak.

, , , ,
Oleh :
Kategori : Kesehatan