Sponsors Link

Efek Samping CT Scan Pada Kepala yang Perlu Diperhatikan

Sponsors Link

CT Scan singkatan dari (Computerized Scan atau Computerized Axial Tomography Scan) merupakan serangkaian pemeriksaan medis dengan menggunakan kombinasi teknologi sinar-X dengan system computer guna menggambarkan bagian-bagian yang ada ditubuh yang sedang bermasalah. Hal ini biasanya dilakukan guna untuk melihat kondisi yang ada dalam tubuh yang berasal dari berbagai sudut yang ditentukan untuk pemeriksaan medis pada bagian tertentu dalam tubuh. Misalkan saja seperti pada bagian bagian kepala, pembuluh darah, tulang, ginjal, hati dan lain sebagainya.

ads

Umumnya, prosedur CT Scan ini digunakan sebagai salah satu alat bantu medis yang berguna untuk mendiagnosis, panduan untuk melakukan tindakan medis dan memantau kondisi pasien baik sebelum terapi ataupun sesudah terapi. Prosedur dengan menggunakan pemeriksaan CT Scan ini menggabungkan antara serangkaian gambar yang berasal dari sinar-X yang didapat dari berbagai macam sudut yang telah ditentukan, yang kemudian dengan menggunakan system komputerisasi guna untuk menggabungkan potongan-potongan gambar tadi yag telah diambil yang pada akhirnya menciptakan suatu kesatua organ gambar tubuh yang diperiksa dengan arah dan tujuan tertentu. Oleh karena itu, hasil yang didapatkan dari CT Scan kepala ini sangatlah terperinci dan memiliki kualitas yang lebih baik jika dibandingan dengan foto Rontgen biasa.

CT Scan sendiri memiliki berbagai macam fungsi, namun perlu diketahui bahwasanya CT scan hanya dilakukan guna untuk pemeriksaan yang membutuhkan hasil diagnose yang akurat dan tepat. Sebagai contoh misalkan, pada kasus pasien yang mengalami kecelakaan. CT Scan dilakukan guna menentukan proses pengobatan yang tepat bagi pasien. Prosedur pemeriksaan menggunakan CT Scan ini biasanya dilakukan pada area organ dalam tubuh seperti :

  • Kepala, yang berguna untuk melihat apakah ada infeksi dan tumor, keretakan yang terjadi pada tulang tengkorak setelah mengalami cedera atau trauma kepala.
  • Dada, yang berguna untuk melihat adanya infeksi, emboli paru, kanker pada paru-paru, penyebaran kanker dari satu organ lain ke bagian dada yang lainnya, atau masalah yang terjadi pada jantung, kerongkongan serta pembuluh darah besar
  • Panggul, yang berguna untuk mendeteksi adanya gangguan yang terjadi padapada rahim, kalenjar prostat, indung telur ataupun pada saluran tuba
  • Saluran kandung kemih, yang berguna untuk mendeteksi adanya infeksi yang terjadi di dalam saluran kandung kemih, batu ginjal, batu kandung kemih, dan lain sebagainya.
  • Lengan atau tungkai tangan, yang berguna untuk melihat kondisi yang terjadi pada tangan, lengan, bahu, siku, pergelangan tangan, paha, tungkai, lutut, pergelangan kaki, atau kaki
  • Tulang belakang, yang berguna untuk melihat struktur tulang belakang, serta melihat kondisi saraf tulang belakang yang mengalami gangguan.
  • Perut, yang berguna untuk mendeteksi terjadinya infeksi pada area perut misalkan seperti kista, tumor, perdarahan, aneurisma, benda asing, dan pembesaran kelenjar getah bening, atau dan radang usus buntu

Namun, apakah anda juga mengetahui, bahwasanya CT Scan juga mempunyai dampak bagi tubuh kita, salah satunya adalah efek samping CT Scan pada kepala. Sebenarnya, efek samping CT scan pada kepala tidak hanya berdampak pada organ tersebut saja, melainkan pada bagian tubuh yang lain juga rentan mendapatkan efek samping. Prosedur yang dilakukan pada pemeriksaan CT Scan, hanyalah membutuhkan waktu yang relative sebentar.

Lama prosedur yang dilakukan adalah sekitar 30 menit, sudah termasuk dengan estimasi waktu untuk mendapatkan hasilnya. Pasien yang sedang melakukan prosedur CT Scan ini tidak perlu menginap dirumah sakit untuk menjalani pemeriksaan ini. Pasien akan diberikan obat sedative yang berguna untuk menenangkan pasien agar tidak terlalu banyak bergerak. Apabila pasien banyak bergerak, maka hasil pemeriksaan pun menjadi kurang akurat.

Pasien akan dimasukkan kedalam mesin CT Scan yang bentuknya seperti kue donat. Pada saat pasien sedang menjalani proses CT Scan, tidak ada rasa sakit yang dirasakan oleh pasien. Pasien harus berbaring terlentang di atas ranjang. Kemungkinan, pasien akan mendengar suara seperti gemuruh yang berasal dari mesin CT Scan saat pemeriksaan sedang berlangsung.

Pasien mungkin hanya akan merasa tidak nyaman yang diakibatkan oleh dinginnya ruangan dan kerasnya tempat tidur. Ahli radiologipun juga akan memberikan arahan, seperti meminta pasien untuk menarik, menahan, dan membuang napas guna unutuk mendapatkan hasil gambar yang lebih jelas. Tempat tidur pasien pun juga akan digerakkan pada saat proses CT Scan berlangsung, namun tetap pasien tidak boleh untuk bergerak.

Sponsors Link

Perlu kita ketahui, bahwasanya prosedur CT Scan ini menggunakan paparan sinar radiasi dengan kapasita jumlah yang lebih besar pada biasanya, apabila dibandingkan dengan foto rontgen biasa. Paparan radiasi yang digunakan dalam prosedur CT Scan diperlukan radiasi paling sedikit 150 kali lebih banyak apabila dibandingkan dengan radiasi yang digunakan untuk satu kali foto rontgen.

Para peneliti yang berasal dari Stanford University School of Medicine menyatakan bahwasanya sekecil apapun dosis radiasi yang digunakan untuk melakukan prosedur CT Scan pada tubuh, selalu menyebabkan adanya kerusakan pada sel-sel yang ada pada tubuh kita. Apakah kerusakan tersebut menyebabkan kanker, ataukah tidak masih belum diketahui secara pasti. Mereka menganjurkan bahwasanya proses penggunaan CT Scan pada tubuh pasien, ada baiknya untuk mengurangi dosis radiasi yang terlalu tinggi tersebut.

Selain itu, peneliti juga menyebutkan bahwa CT Scan juga menyebabkan kerusakan DNA dan sel mati setelah menjalani CT Scan. Namun, seiring dengan kerusakan yang terjadi, hal tersebut juga meningkatkan gen-gen yang berfungsi untuk memperbaiki sel-sel yang sudah rusak. Walaupun sebagian besar sel-sel tersebut diperbaiki, akan tetapi ada sel-sel pula yang tidak dapat diperbaiki oleh tubuh. Adanya penelitian ini, tentu menunjukkan bahwasanya agar CT Scan dilakukan lebih hati-hati.

CT Scan memanglah penting, namun tetap dianjurkan untuk mengurangi dosis radiasi. CT Scan juga menimbulkan reaksi alergi pada orang-orang yang sensitif terhadap zat tersebut. Reaksi ini pada umumnya  hanya bersifat ringan, berupa gatal atau bercak merah pada kulit. Pemeriksaan CT Scan tidak dianjurkan pada ibu hamil, karena sinar radiasi yang digunakan dapat mengganggu perkembangan janin. Itulah sedikit penjelasan mengenai efek samping CT Scan yang berbeda dengan mri kepala, semoga bisa bermanfaat.

, , ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan