Sponsors Link

Penyebab Garis Menonjol di Kepala Bayi – Dampak – Pengatasan

Sponsors Link

Jika kamu pernah melihat kepala bayi dengan garis menonjol ataupun garis yang terlihat jelas. Jangan terlalu khawatir, karena semua tengkorak bayi memiliki beberapa lempeng tulang yang masih belum menyatu serta terhubung dengan jaringan sutura. Sutura akan membantu tengkorak bayi terus berkembang seiring perkembangan otak bayi.

ads

Tapi ada beberapa kasus tulang tengkorak bayi tumpang tindih yang membuat muncul garis menonjol. Hal ini bisa disebabkan tekanan pada saat proses kelahiran, posisi bayi selama kehamilan, dan kelainan genetik pada bayi. Kelainan genetik yang membuat garis tonjolan pada kepala bayi yaitu craniosynostosis.

Kelainan ini dikarenakan tulang tempurung bayi sudah menutup rapat terlalu cepat yang membuat terganggunya perkembangan otak serta bentuk kepala bayi. Craniosynostosis sendiri tergolong kelainan lahir karena ubun-ubun tertutup lebih cepat. Sehingga, kepala bayi tidak berkembang dengan normal yang membuat bentuk kepala bayi jadi tidak sempurna.

Pada awalnya, tulang tempurung kepala bukanlah satu tulang yang utuh berdiri sendiri. Melainkan gabungan beberapa tulang yang terhubung dengan ubun-ubun. Ubun-ubun inilah yang seharusnya tetap terbuka hingga bayi menginjak usia 2 tahun. Setelah berusia 2 tahun, ubun-ubun normalnya menutup serta menjadi tulang tengkorak yang kokoh dan padat.

Gejala Craniosynostosis

Gejala kelainan craniosynostosis biasanya terlihat pada saat bayi lahir, dan semakin terlihat jelas dalam beberapa bulan ke depannya. Berikut tanda-tanda kelainan craniosynostosis pada bayi :

  • Ubun-ubun ataupun bagian lunak pada kepala bayi tidak ada dan tidak terasa.
  • Dahi terlihat berbentuk segitiga, serta bagian belakang kepala terlihat lebar.
  • Bentuk dahi sebagian rata sedangkan sebagian lagi terlihat menonjol.
  • Posisi telinga akan lebih tinggi satu dibandingkan telinga yang lain.
  • Bentuk kepala bayi terlihat lebih kecil dibandingkan bayi seusianya.
  • Bentuk kepala tampak tidak normal, ada yang terlihat memanjang serta pipih, ada juga yang terlihat datar pada salah satu sisinya.

Penyebab Craniosynostosis pada bayi

Belum diketahui dengan jelas penyebab kelainan craniosynostosis pada bayi, tetapi kondisi ini cukup berkaitan dengan faktor genetik serta lingkungan. Craniosynostosis bisa juga dipicu dengan kondisi yang bisa mempengaruhi perkembangan tengkorak anak. Seperti sindrom Pfeiffer, sindrom Apert, serta sindrom Crouzon.

Risiko bayi terkena craniosynostosis lebih tinggi saat wanita mengalami penyakit tiroid ataupun sedang menjalani pengobatan penyakit ini selama masa kehamilan. Resiko juga bisa dialami dengan wanita yang memakai obat untuk penyubur kandungan sebelum proses kehamilan.

Pengobatan Craniosynostosis

Craniosynostosis sendiri memiliki beberapa tingkatan keparahan, untuk tingkatan yang ringan atau sedang tidak perlu memerlukan pengobatan khusus. Para dokter akan menyarankan bayi menggunakan helm khusus, guna memperbaiki bentuk tengkorak kepala serta membantu proses perkembangan otak. Tapi untuk kasus craniosynostosis dengan tingkatan serius harus ditangani dengan operasi.

Operasi craniosynostosis juga tergantung pada adanya kelainan genetik yang menjadi pemicunya. Tujuan operasi ini adalah untuk mengurangi serta mencegah timbulnya tekanan pada otak bayi, serta membuat ruang dalam tengkorak sehingga otak bisa berkembang dengan normal. Operasi ini juga membantu perkembangan tempurung kepala bayi. Operasi craniosynostosis terbagi dalam dua jenis operasi kepala yang dapat bayi lakukan guna menangani craniosynostosis, seperti:

1. Bedah endoskopi

Bedah biasanya dilakukan saat bayi berusia di bawah 6 bulan. Prosedur ini akan membutuhkan satu hari rawat inap serta tanpa perlu adanya transfusi darah. Setelah bayi menjalani prosedur ini, akan ada terapi menggunakan helm khusus guna memperbaiki bentuk tengkorak pada bayi.

2. Bedah terbuka

Prosedur ini biasa dilakukan saat bayi di atas usia 6 bulan. Bedah terbuka ini membuat bayi harus dirawat lebih lama di rumah sakit, sekitar tiga hingga empat hari dan disertai transfusi darah.

Demikian penjelasan mengenai garis menonjol di kepala bayi. Semoga bermanfaat.

, , , , ,