Sponsors Link

Gegar Otak Ringan : Penyebab – Gejala – Pengobatan – Pencegahan

Sponsors Link

Apakah Anda pernah mendengar tentang gegar otak ringan? Kondisi ini menggambarkan sebuah keadaan dimana ada luka pada bagian otak yang disebabkan oleh trauma seperti benturan yang sangat keras. Misalnya saja jika kepala terbentur dengan kepala, dengan benda yang keras atau ketika terjadi kecelakaan. Orang yang terkena gegar otak akan merasakan beberapa jenis jenis sakit kepala mulai dari yang ringan sampai yang berat.

ads

Gegar otak juga bisa menyebabkan kondisi yang lebih parah termasuk hilang ingatan sementara sampai permanen. Kondisi gegar otak memang sangat rentan namun ternyata ini sangat umum untuk beberapa orang yang bekerja dibidang tertentu. Misalnya saja pada atlet sepak bola, tinju atau basket. Kemudian juga orang yang bekerja di bidang proyek kontruksi dan kondisi lain. Bahkan kecelakaan juga bisa menyebabkan gegar otak ringan.

Berikut ini kami berikan informasi mengenai gegar otak ringan seperti penyebab, gejala, pengobatan dan pencegahan.

Penyebab

Trauma pada kepala yang bisa menyebabkan sakit kepala belakang sampai gegar otak ringan bisa terjadi karena beberapa penyebab, seperti:

  1.  Benturan karena kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan kepala mengalami trauma.
  2. Kejadian yang tidak terduga seperti pada pekerja proyek yang tertimba benda keras pada kepala.
  3. Dampak akibat benturan yang sangat keras dalam olahraga seperti pada sepakbola, basket dan olahraga lain.
  4. Jatuh dari tempat tinggi atau rendah secara tidak sengaja dan menyebabkan kepala terkena  benda yang keras.
  5. Jatuh dari sepeda atau sepeda motor yang menyebabkan luka trauma pada kepala.
  6. Pernah mengalami gegar otak sebelumnya.

Gejala

Ada beberapa gejala gegar otak ringan yang terkadang memang tidak disadari. Berikut ini gejala gegar otak ringan yang bisa diwaspadai:

  1. Merasa bingung. Penderita tiba-tiba merasa sangat bingung meskipun dalam kondisi sadar. Hal ini menyebabkan penderita tidak bisa merespon pertanyaan atau tidak mengenali kondisi lingkungan.
  2. Penderita merasa sangat lelah meskipun tidak melakukan pekerjaan yang berat. Hal ini sering ditandai dengan keringat dingin, rasa lelah yang parah dan merasa tidak nyaman.
  3. Emosi. Penderita menjadi lebih emosi karena merasa tidak peka terhadap kondisi lingkungan. Terkadang penderita bisa mengamuk sendiri, marah pada keadaan dan orang disekitarnya.
  4. Penderita tidak bisa seimbang ketika berjalan atau beraktifitas. Kehilangan keseimbangan terjadi ketika ada masalah pada otak dan sistem syaraf otak yang membuat gerakan tubuh menjadi tidak sinkron. Terkadang kondisi ini juga disertai dengan masalah sakit kepala cluster yang cukup berat.
  5. Depresi. Penderita mungkin akan mengalami depresi karena merasa tidak bisa hidup normal. Kondisi ini biasanya muncul setelah ada beberapa gejala yang terjadi dalam waktu lama.
  6. Tidak bisa makan dengan baik. Karena adanya gangguan pada sistem syaraf dan otak maka akhirnya membuat kondisi penderita tidak memiliki nafsu makan yang baik. Akhirnya berat badan penderita juga akan menurun secara perlahan.
  7. Sulit tidur. Penderita juga bisa mengalami kesulitan untuk tidur karena merasa beberapa gejala lebih parah saat tidur seperti pusing berkunang-kunang.
  8. Kepala terasa seperti ditekan. Kemudian kondisi lain yang bisa membuat penderita menjadi tidak nyaman adalah karena kepala merasa seperti tertekan terus menerus. Hal ini bisa membuat kondisi yang sangat tidak menyenangkan karena sakit yang tidak hilang.
  9. Ada suara di telinga. Pada penderita yang sudah lama maka bisa merasakan beberapa suara yang terdengar dari dalam telinga.
  10. Hilang ingatan. Dalam kondisi yang cukup parah maka bisa membuat penderita tidak bisa memiliki ingatan sebelumnya. Terkadang ini bisa menyebabkan hilang ingatan permanen atau sementara waktu saja.
  11. Mual dan muntah. Jika sudah merasa sakit kepala yang sangat berat maka biasanya akan merasa mual dan muntah. Hal ini bisa terjadi secara terus menerus sehingga menyebabkan gangguan pola makan.

Pengobatan

Jika dokter sudah mengetahui bahwa penderita mengalami gegar otak ringan, maka pengawasan akan dilakukan lebih ketat. Biasanya akan diterapkan beberapa langkah seperti:

  1. Penderita akan mendapatkan perawatan dengan sangat intensif dimana pasien disarankan untuk tidak banyak bergerak.
  2. Jika terjadi luka maka luka pada kepala harus diobati sesuai kondisi dan tingkat keparahan.
  3. Penderita bisa menerima obat pereda nyeri untuk mengatasi rasa nyeri agar tidak terlalu parah dan mengurangi sakit kepala misalnya seperti paracetamol.
  4. Penderita sebaiknya tidak mendapatkan obat yang termasuk dalam aspirin dan ibuprofen dimana obat ini bisa membuat luka pada otak menjadi lebih parah.
    Sponsors Link

  5. Diagnosis untuk gegar otak ringan harus dilakukan oleh dokter di rumah sakit. Biasanya dokter akan menilai kondisi otak dengan melakukan beberapa pemeriksaan seperti CT Scan, MRI atau metode lain yang sesuai dengan kondisi anak.
  6. Jika belum dibawa ke rumah sakit maka bisa diberikan paracetamol untuk mengurangi sakit. Namun sebaiknya penderita segar dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
  7. Penderita sebaiknya juga tidak melakukan berbagai aktifitas berat yang bisa memicu luka benturan atau gegar otak kambuh lagi. Juga bisa menerapkan cara mengobati sakit kepala akibat benturan.

Pencegahan

  1. Semua orang yang mengendarai kendaraan bermotor sebaiknya menggunakan helm untuk memberi keamanan dan keselamatan pada kepala.
  2. Pada pemain sepak bola atau olahraga yang meningkatkan risiko benturan maka sebaiknya harus waspada.
  3. Pada pekerja proyek sebaiknya selalu menggunakan helm untuk melindungi kepala jika terjadi kecelakaan.
  4. Penderita epilepsi yang mungkin berisiko sering kambuh sebaiknya mendapatkan pendampingan.

Efek Akibat Pernah Terkena Gegar Otak Ringan

  1. Gangguan keseimbangan : penderita yang pernah mengalami gegar otak ringan sangat rentan dengan masalah keseimbangan. Kondisi ini bisa terjadi karena sistem keseimbangan dalam otak sudah mengalami gangguan sehingga fungsinya tidak bisa normal. Biasanya ditandai dengan mual dan sensasi melayang sebelum jatuh.
  2. Gangguan emosi : pada penderita bisa mengalami gangguan emosi jangka panjang karena ada masalah pada sistem otak yang belum normal. Hal ini bisa membuat penderita marah, bahagia dan menangis. Namun efek yang paling buruk adalah serangan sakit kepala mendadak.
  3. Amnesia: jika terus terjadi dan serangan berulang maka penderita bisa mengalami amnesia.
  4. Pendarahan otak : kondisi pendarahan otak bisa terjadi karena adanya pembuluh darah di otak yang mengalami sumbatan. Karena itu pemeriksaan secara berkala harus dilakukan.

Itulah informasi mengenai gegar otak ringan seperti penyebab, gejala, pengobatan dan pencegahan. Efek dari kondisi ini memang bisa sangat lama karena itu perawatan dokter memang sangat diperlukan.

, , ,