Sponsors Link

Hipoksia Serebral : Pengertian – Gejala – Penyebab Dan Perawatan

Sponsors Link

Tubuh kita memiliki bagian yang sangat penting untuk kehidupan. Ketika salah satu organ tubuh mengalami masalah maka kesehatan tubuh akan melemah dan semua bagian tubuh bisa menerima dampaknya. Salah satunya otak yang termasuk dalam  bagian bagian kepala dengan peranan untuk mengendalikan semua fungsi tubuh. Karena itu kondisi tubuh akan melemah ketika ada salah satu bagian otak yang bermasalah.

ads

Salah satu masalah yang mungkin dianggap remeh adalah ketika tubuh kita kekurangan oksigen. Kekurangan oksigen dalam bahasa medis disebut dengan nama hipoksia. Ketika terjadi hipoksia maka berbagai organ tubuh seperti hati, otak, dan semua organ lain akan mengalami masalah. Bahkan paru-paru yang membutuhkan oksigen juga akan terkena dampaknya. Termasuk juga otak yang memang membutuhkan oksigen dari aliran darah yang berasal dari jantung.

Untuk itu kali ini kami akan menjelaskan mengenai hipoksia serebral termasuk pengertian, gejala, penyebab dan perawatan.

Pengertian

Dalam tubuh kita ini pada dasarnya oksigen akan diangkut melalui darah yang berasal dari paru-paru kemudian sampai ke jantung. Lalu jantung akan memompa darah yang sudah berisi oksigen sampai ke semua bagian tubuh melewati pembuluh darah. Hipoksia adalah sebuah kondisi ketika sistem aliran oksigen tidak mengalir lancar sehingga ada masalah pada beberapa bagian tubuh.

Hipokia serebral adalah kondisi dimana otak tidak mendapatkan cadangan oksigen yang cukup sehingga akan mengalami serangan sakit kepala yang cukup parah. Kondisi medis ini ternyata sangat serius dimana sel-sel dalam otak yang membutuhkan oksigen tidak akan bekerja dengan baik. Bahkan dampak yang sangat serius dari kondisi ini termasuk seperti kematian mendadak yang sering tidak diduga.

Gejala

  1. Kehilangan memori sementara. Otak memiliki fungsi yang sangat penting untuk mendukung memori. Kondisi ini akan berjalan normal ketika tidak ada masalah. Tapi ketika sel-sel otak tidak mendapatkan oksigen maka ingatan akan terganggu. Ini akan membuat penderita kehilangan memori sementara dan akan kembali normal ketika aliran oksigen lancar lagi. Terkadang gejala ini juga disertai dengan beberapa jenis sakit kepala yang ringan.
  2. Tubuh mati rasa. Pada saat tertentu ketika sel-sel dalam otak yang berfungsi untuk memberikan perintah pada tubuh kekurangan oksigen maka bagian tubuh tertentu juga akan terganggu. Ini akan menyebabkan sebagian atau beberapa bagian tubuh akan mati rasa. Biasanya akan ditandai dengan sulitnya menggerakan tubuh dengan baik.
  3. Kurang fokus. Kurang fokus juga menjadi pertanda ketika otak tidak bisa berfungsi normal sehingga sulit untuk memperhatikan. Pada anak anak kondisi ini akan terlihat jelas.
  4. Sulit membuat keputusan. Orang yang sulit membuat keputusan dengan benar dan bimbang maka bisa jadi itu tanda adanya kekurangan oksigen pada otak. Kondisi ini paling banyak terjadi ketika sulit untuk mengingat peristiwa sebelumnya dan sulit untuk fokus. Akibatnya sulit sekali untuk mengambil keputusan dengan tepat.
  5. Kejang. Kejang menjadi reaksi otak ketika sel-sel pada otak berhenti berfungsi dalam waktu yang singkat. Kemudian sistem impuls listrik tidak dikirimkan dengan benar sampai akhirnya tubuh mengalami gerakan berupa sentakan yang sangat cepat. Ini kondisi yang sangat berbahaya karena otak sudah kekurangan oksigen dalam jumlah yang sangat banyak. Gejala ini juga disertai dengan sakit kepala hingga penglihatan kabur.
  6. Koma. Koma adalah ketika otak berhenti berfungsi sampai menyebabkan penderita kehilangan kesadaran. Koma menggambarkan ketika kondisi ini bisa berlangsung dalam waktu yang lama. Orang yang sedang koma bisa peka terhadap rangsangan namun mereka sulit untuk bangun.
  7. Mati otak. Kondisi mati otak bisa terjadi akibat hipoksia serebral yang sangat parah. Kondisi ini akan membuat penderita benar-benar kehilangan kesadaran. Trauma kepala menjadi salah satu penyebab yang sering terjadi pada kondisi ini. Jika sudah seperti ini maka biasanya penderita perlu mendapatkan alat bantu penunjang hidup.

Penyebab

  1. Hipotensi. Hipotensi adalah ketika terjadi tekanan darah yang sangat rendah. Ketika terjadi tekanan darah rendah maka sebenarnya tidak banyak oksigen yang sampai ke otak. Inilah yang akhirnya membuat beberapa bagian otak tidak mendapat oksigen, begitu juga pada bagian otak.
  2. Efek anestesi. Anestesi total sampai membuat penderita kehilangan kesadaran juga bisa memicu komplikasi ini. Hal ini bisa terjadi ketika penderita mengalami reaksi yang berlebihan terhadap anestesi.
  3. Tersedak. Saat makanan atau minuman masuk ke dalam kerongkongan namun ke bagian yang salah maka akan menyebabkan tersedak. Ini bisa terjadi ketika bicara saat makan. Hal ini sangat berbahaya dimana oksigen terhenti dari paru-paru kemudian otak juga tidak akan mendapatkan oksigen.
  4. Keracunan karbon monoksida. Keracunan karbon monoksida ternyata sangat berbahaya. Kondisi ini bisa terjadi ketika menghirup asap pembakaran sehingga otak akan kekurangan oksigen.
  5. Tenggelam. Tenggelam di perairan akan membuat penderita minum banyak air dimana air akan memenuhi paru-paru. Ini hal yang sangat berbahaya karena paru-paru tidak mendapatkan oksigen kemudian otak mengalami hal yang sama.
  6. Efek ketinggian. Ketika tubuh dipaksa berada di ketinggian lebih dari 8 ribu kaki maka paru-paru tidak akan mendapatkan oksigen yang cukup. Inilah yang membuat otak kekurangan oksigen dan sel-sel otak tidak berfungsi. Kondisi ini juga terjadi pada penderita hipotermia yang pergi ke gunung.
  7. Asma. Serangan asma akan membuat saluran pernafasan menjadi sangat sempit. Inilah yang akhirnya membuat otak juga kekurangan oksigen.
  8. Tercekik. Pada kasus pencekikan maka bisa menyebabkan kematian akibat kekurangan oksigen. Kondisi ini juga menyerang bagian otak dimana otak tidak mungkin mendapatkan oksigen sampai sel-sel mengalami henti fungsi.

Perawatan

  1. Pemeriksaan. Penderita sebelum mendapatkan perawatan medis akan menjalani pemeriksaan lengkap. Pemeriksaan meliputi MRI, tes darah, CT Scan, ekokardiogram, dan elektrokardiogram. Setelah diagnosa hipoksia serebral ditegakkan maka perawatan bisa dilakukan.
  2. Obat. Jika penyebab hipoksia karena masalah tekanan darah dan gangguan jantung maka diberikan obat untuk mengatasi kondisi ini.
  3. Terapi oksigen. Terapi oksigen juga bisa diberikan untuk membantu aliran oksigen ke paru-paru menjadi lancar lagi. Selain itu penderita juga perlu mendapatkan lingkungan yang bersih dan nyaman.

Itulah keterangan tentang hipoksia serebral termasuk pengertian, gejala, penyebab dan perawatan. Karena ini kondisi yang bisa sangat berbahaya maka segera cari perawatan ketika terkena gejala awal.

, ,
Oleh :