Sponsors Link

Perbedaan Ibuprofen Vs Paracetamol dan Mana yang Lebih Baik

Sponsors Link

Sakit kepala merupakan salah satu kondisi yang banyak orang pernah merasakannya. Diantara semua jenis sakit kepala, yang paling sering dialami adalah kondisi pusing sebagai jenis yang bisa di katakan paling ringan meskipun terkadang di balik keadaan tersebut ada penyakit tertentu yang dapat menjadi penyebabnya. Dampak buruk yang dirasakan oleh setiap orang terkait sakit kepala tentu bergantung pada jenis sakit kepala yang dialami namun sebagai salah satu organ penting tubuh tentu efek dari sakit kepala cukup signifikan terhadap kerja dan aktivitas tubuh.

ads

Kondisi pusing yang disebut sebagai keadaan sakit kepala paling ringan saja dapat memberikan dampak besar terhadap beberapa bagian bagian kepala tergantung bagian mana yang terdampak. Pusing bukan hanya menyebabkan rasa nyeri di daerah kepala namun juga memberikan dampak lainnya terutama jika yang mengalami pusing tersebut tipikal orang dengan kondisi tidak kuat menahan sakit. Pusing dapat menyebabkan produktivitas seseorang menjadi terganggu dengan kondisi dimana mereka yang menderita pusing lebih banyak kehilangan konsentrasi, sulit mengambil keputusan, bingung, dan lebih banyak butuh istirahat.

Karena kondisi dampak yang disebutkan tersebut, maka pusing atau sakit kepala harus segera diatasi. Cara mengatasi pusing atau sakit kepala yang paling mudah adalah dengan mengistirahatkan tubuh beberapa waktu, namun ketika kondisi tersebut tidak mungkin untuk dilakukan maka pilihannya adalah mengkonsumsi obat pereda nyeri kepala. Ada dua jenis obat pereda nyeri sakit kepala yang paling sering di gunakan yakni ibuprofen dan paracetamol. Untuk lebih memahaminya, berikut perbedaan antara ibuprofen vs paracetamol.

  1. Indikasi obat

Ibuprofen dan paracetamol merupakan obat yang memiliki indikasi sama yakni sebagai pereda nyeri dan penurun demam yang dapat dibeli tanpa menggunakan resep dokter atau disebut sebagai obat bebas. Tidak ada perbedaan indikasi dari kedua jenis obat tersebut namun yang menjadikannya berbeda adalah golongan dari paracetamol dan ibuprofen. Paracetamol termasuk dalam golongan obat analgesik dan antipiretik sedangkan ibuprofen masuk pada golongan obat non steroid anti inflamation drug atau NSAID.

  1. Penggunaan obat

Meskipun memiliki indikasi yang sama ternyata penggunaan obat paracetamol dan ibuprofen jika digunakan secara benar ada perbedaan yang jelas yakni :

  • Paracetamol digunakan untuk mengatasi demam dan nyeri ringan yang terjadi pada bayi diatas 1 tahun, anak anak, dan orang dewasa. Penggunaan paracetamol dapat digunakan dalam berbagai hal mulai dari demam, sakit kepala, nyeri ringan akibat keseleo, sakit tenggorokan, dan kondisi nyeri ringan lainnya. Paracetamol tidak dapat digunakan untuk nyeri bawah punggung atau nyeri hebat lainnya. Paracetamol memiliki efektifitas yang baik pada kondisi demam tanpa adanya inflamasi atau peradangan.
  • Ibuprofen dapat digunakan untuk menurunkan demam serta mengatasi nyeri terutama ketika kondisi nyeri dan demam tersebut terjadi akibat adanya peradangan atau inflamasi. Ketika muncul tanda peradangan pada tubuh maka penggunaan ibuprofen lebih baik dibandingkan paracetamol karena ibuprofen memiliki efek anti radang. Contohnya kondisi sakit gigi atau gigi yang sedang tumbuh biasanya akan menyebabkan peningkatan suhu tubuh atau demam sehingga pemilihan ibuprofen lebih baik dibandingkan paracetamol. Ibuprofen juga menjadi salah satu pilihan obat sakit kepala yang aman untuk penderita hipertensi.
  1. Mekanisme kerja obat

Selain penggunaan dan indikasinya, ibuprofen vs paracetamol juga dapat dibedakan berdasarkan cara kerja dari kedua obat tersebut. Beriku penjelasan cara atau mekanisme kerja kedua obat tersebut di dalam tubuh sehingga dapat menimbulkan manfaat sesuai dengan indikasi yang ada.

  • Ibupofen berkerja dengan cara yang hampir sama dengan obat golongan NSAID lainnya yakni memblok senyawa kimia yang mirip dengan prostaglandin di dalam darah sebagai penyebab terjadinya nyeri dan peradangan. Hambatan pada sintesa prostaglandin tersebut terjadi karena ibuprofen dan memblok siklooksigenase I dan II atau yang lebih dikenal dengan nama COX 1 dan COX 2 secara tidak spesifik.
  • Paracetamol memiliki mekanime kerja agar dapat memberikan manfaat paracetamol untuk sakit kepala dengan cara menghentikan persepsi rasa sakit dan pelepasan senyawa kimia tertentu di otak yang terjadi sebagai tanggapan dari adanya rasa sakit. Paracetamol juga dikenal dengan mekanisme hambatan COX yang sama dengan ibuprofen namun karena tidak memiliki efek antiinflamasi sehingga tidak masuk dalam obat golongan NSAID.
Sponsors Link

  1. Efek samping obat

Selain penggunaannya, ada beberapa perbedaan yang dapat diperhatikan antara paracetamol dan ibuprofen terkai resiko efek samping yang ada. Beberapa efek samping dan peringatan obat yang berbeda antara ibuprofen vs paracetamol seperti :

  • Penderita tukak atau luka pada lambung sebaiknya lebih memiliki paracetamol di bandingkan ibuprofen karena salah satu efek samping dari ibuprofen dapat menimbulkan resiko luka pada lambung akibat hambatan siklooksigenase yang tidak spesifik.
  • Paracetamol dapat digunakan untuk jangka panjang sedangkan ibuprofen tidak sehingga perhatikan waktu terapi dari kedua obat tersebut dan pilih obat yang tepat karena adanya efek samping dari ibuprofen.
  • Ibuprofen bukan hanya membantu menurunkan rasa nyeri namun juga dapat mengatasi penyebab dari nyeri tersebut yakni peradangan sedangkan paracetamol tidak sampai mengatasi penyebabnya karena tidak adanya efek antiinflamasi.
  • Dosisi maksimal penggunaan ibuprofen untuk dewasa adalah 3200 mg dan paracetamol 4000 mg sehingga perhatikan dengan baik ketika menggunakan kedua jenis obat tersebut karena kelebihan dosis dapat memberikan resiko efek samping. Penggunaan baik orang dewasa mungkin dapat dikombinasikan antara paracetamol dan ibuprofen bila dibutuhkan namun tidak bagi anak anak.

Itulah beberapa penjelasan mengenai perbedaan antara ibuprofen vs paracetamol. Antara ibuprofen dan paracetamol memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing dan cara penggunaan yang tepat sehingga harus tidak ada yang lebih menonjol jika digunkan untuk mengatasi demam pada anak anak. Ibuprofen baik digunakan untuk demam pada anak akibat peradangan seperti pada kondisi sakit gigi atau tumbuh gigi, sedangkan paracetamol digunakan untuk menurunkan suhu demam anak akibat kondisi gejala flu, pilek, dan batuk tanpa adanya peradangan.

, , ,



Oleh :
Kategori : Pengobatan