Sponsors Link

7 Jenis Tumor Otak Pada Anak Yang Harus Diwaspadai

Sponsors Link

Tumor otak adalah jenis penyakit yang dipicu oleh pertumbuhan sel yang tidak normal pada otak. Kondisi ini akan menyebabkan tekanan pada otak anak baik dalam jangka pendek atau panjang, baik itu terjadi secar langsung atau tidak. Penyakit ini memang banyak ditemukan pada usia dewasa atau awal masuk lanjut usia.

ads

Tumor otak bisa menjadi penyakit yang sangat berbahaya dimana pertumbuhan massa berisi sel abnormal dapat berkembang menjadi sel kanker. Tumor otak juga akan mempengaruhi beberapa bagian-bagian kepala terutama otak seperti sel otak, meninges, sel syaraf dan kelenjar pada otak. Pertumbuhan tumor otak baik itu yang jinak atau yang ganas, sama – sama menjadi kondisi yang berbahaya dan membutuhkan perawatan medis yang tepat. Berikut ini adalah daftar dari jenis tumor otak pada anak yang harus diwaspadai.

  • Craniopharyngioma

Ini adalah jenis tumor otak yang jinak dan sering menyerang anak-anak juga orang dewasa dan lanjut usia. Tumor akan tumbuh pada bagian dasar otak yang dekat dengan kelenjar hipofisis. Pada dasarnya tumor paling sering pada anak usia 5 sampai 15 tahun. Dan kemudian peluang meningkat pada usia 45 sampai 60 tahun. Tumor ini berdekat dengan kelenjar hipofisis sehingga efeknya sering mempengaruhi mata dan pertumbuhan pada anak. Gejala yang sering terjadi seperti hidrocefalus, perubahan kepribadian anak dan diabetes. Jadi orang tua harus memperhatikan tanda tanda awal jika bayi terkena penyakit hidrosefalus.

  • Tumor embrional

Sesuai dengan namanya maka tumor embrional adalah tumor yang mulai terbentuk dari sel-sel yang berkembang selama bayi masih menjadi embrio atau juga disebut dengan istilah Primitive Neuro-Ectodermal Tumors atau PNETs. Tumor ini akan menyerang bagian otak atau tulang belakang. Kemudian jenis tumor ini masih dibagi menjadi tumor supratentorial dan tumor infratentorial. Hal ini berarti bahwa tumor terletak pada bagian bawah atau atas tentorium yaitu sebuah membran yang memisahkan antara bagian otak kecil dan lobus otak.

Tumor embrional infratentorial adalah jenis tumor yang umum dimana berkembang pada bagian medulloblastoma. Jenis tumor ini paling sering terjadi pada anak-anak usia dini dan biasanya tumor tumbuh dengan cepat. Risiko tumor akan menurun setelah anak berusia lebih dari 10 tahun. Pertumbuhan tumor sering menyebabkan anak rewel karena sakit kepala terus menerus.

  • Pineoblastoma

Pineoblastoma adalah jenis tumor yang menyerang bagian pineal otak. Pertumbuhan tumor dimulai dari sel-sel primitif dan biasanya mudah ditemukan pada bagian pangkal belahan otak yang dekat dengan atas kelenjar hipofisis dan hipotalamus. Sebenarnya kemungkinan pertumbuhan tumor ini terjadi sejak masih janin. Dimana sel embrio yang sehat terus melakukan diferensiasi yang kemudian penting untuk pertumbuhan retina dan kelenjar pineal. Karena pertumbuhan sel-sel terjadi dengan acak dan salah maka akhirnya tumbuh tumor ini yang tidak normal.

Tumor ini sering menjadi pemicu hidrosefalus yang bisa menyebabkan tekanan dan penumpukan cairan pada tengkorak. Gejala yang sering terjadi termasuk seperti sakit kepala dan mata terasa sakit, dan bisa mempengaruhi fungsi mata yang normal.

  • Glioma batang otak

Ini adalah jenis tumor yang sebenarnya berkembang dari sel glial yang ada di bagian dalam batang otak. Batang otak sendiri adalah salah satu bagian yang paling rendah dari otak yang ada di belakang terhubung dengan otak ke sum sum tulang belakang. Fungsi dari batang otak sangat penting terutama untuk keterampilan motorik, keterampilan sensorik, detak jantung, koordinasi, keseimbangan, berjalan dan pernafasan.

Glioma batang otak yang terjadi pada anak-anak termasuk dalam glioma tingkat rendah yang biasanya tumbuh cepat dan menyebar ke jaringan otak. Kondisi ini bisa diatasi dengan kemoterapi dan radioterapi karena pembedahan bisa meningkatkan risiko berbahaya, mengingat bagian tumor yang sangat rapuh. Munculnya tumor ini mirip seperti dengan gejala radang selaput otak pada anak.

  • Choroid plexus carcinoma

Ini adalah salah satu jenis tumor yang menyerang bagian ventrikel otak dimana pertumbuhan tumor akan menghalangi cairan sirkulasi dan pengerian serebro-spinal sehingga tekanan akan terus menumpuk pada otak. Tumor ini paling sering terjadi pada anak-anak yang berusia satu tahun. Gejala awal yang sering terjadi termasuk seperti muntah, lesu, mengantuk dan tidak bisa melihat ke atas. Kemudian ukuran kepala anak akan tumbuh lebih cepat. Gejala lain dari pertumbuhan tumor ini termasuk seperti sakit kepala yang muncul pada pagi hari atau setelah bangun tidur.

Perawatan yang bisa dilakukan untuk tumor ini termasuk seperti kemoterapi dan radioterapi. Tapi tindakan ini sangat tergantung dengan usia dan kondisi anak.

  • Tumor sel germinal

Ini adalah salah satu jenis tumor ganas yang sebenarnya mulai tumbuh mengikuti pertumbuhan janin sejak dalam rahim. Sel-sel germinal sebenarnya memang terbentuk dari embrio dan masuk dalam sistem reproduksi. Jika sel tumbuh pada otak maka biasanya ditemukan pada bagian kelenjar hipofisis dan kelenjar pineal yang dekat di dasar otak. Tipe dari tumor ini ada dua jenis yaitu germinoma yang tidak mensekresi dan dan tumor germinal yang mensekresi. Penyebaran tumor melewati cairan serebro-spinal dari otak ke tulang belakang. Perawatan yang diperlukan seperti kemoterapi dan radiasi atau kombinasi keduanya.

  • Medulloblastoma

Tumor ini termasuk jenis tumor embrional sistem syaraf pusat dimana termasuk tumor yang sangat umum untuk anak-anak. Banyak kasus tumor ini ditemukan pada usia 3 sampai 8 tahun dan paling sering terjadi pada anak laki-laki. Tumor biasanya akan berkembang pada bagian posterior fossa dimana terkadang juga menyebar ke bagian otak yang lain dan sumsum tulang belakang. Tumor menyebar melalui serebrospinal yang biasanya mengelilingi bagian otak. Tumor juga paling sering ditemukan pada bagian otak kecil seperti fossa posterior yang berfungsi untuk mengatur koordinasi dan keseimbangan tubuh.

Itulah berbagai jenis tumor otak pada anak yang harus diwaspadai. Tumor pada anak sering kali diabaikan karena gejalanya yang dianggap penyakit biasa. Karena itu segera bawa anak ke dokter jika gejalanya lebih buruk lagi.

, ,



Oleh :