Sponsors Link

Kenapa Kemoterapi Menyebabkan Rambut Rontok Hingga Menimbulkan Kebotakan?

Sponsors Link

Kepala merupakan organ penting dan vital bagi tubuh manusia yang terdiri dari beberapa bagian bagian kepala dengan fungsinya masing masing dalam mendukung proses maupun aktivitas tubuh. Disebut sebagai organ vital karena adanya permasalahn pada kepala dapat menyebabkan terjadinya berbagai macam dampak baik yang ringan hingga berat tergantung dari jenis sakit kepala yang dialami. Contohnya saja kondisi pusing yang banyak dirasakan saja sudah dapat menganggu aktivitas seseorang.

ads

Kondisi permasalahan pada kepala tentu dapat menyebabkan gangguan fungsi berbagai bagian dari kepala tergantung sakit kepala yang terjadi. Beberapa bagian dari kepala tersebut diantaranya seperti tulang tengkorak, otak yang merupakan pusat dari sistem saraf dan kendali tubuh, mata sebagai indera penglihatan, hidung sebagai indera penciuman, kuping sebagai indera pendengaran, lidah sebagai indera perasa, mulut, rambut, serta beberapa lainnya.

Berkaitan dengan rambut yang memiliki fungsi sebagai salah satu pelindung kepala dari cuaca dan perubahan suhu atau iklim, ada banyak masalah lain yang meyebabkannya mengalami kerusakan atau kerontokan yang dapat menyebabkan pengaruh buruk pada penampilan. Selain karena penyakit, kemotetapi yang merupakan salah satu tindakan medis untuk mengobati penyakit kanker yang ditunjukan dengan adanya gejala kanker otak pada wanita juga dapat menyebabkan kepala rontok. Untuk lebih memahaminya, berikut ini penjelasan kenapa kemoterapi menyebabkan rambut rontok.

Sebelum membahas lebih jauh mengenai alasan kenapa kemoterapi dapat menyebabkan rambut rontok maka akan dipaparkan terlebih dahulu terkait apa itu kemoterapi dan bagaimana prosesnya. Secara definisi, kemoterapi menurut wikipedia adalah penggunaan zat kimia untuk perawatan penyakit. Dalam penggunaan modernnya, istilah ini hampir merujuk secara eksklusif kepada obat sitostatik yang digunakan untuk merawat kanker. Sehingga dapat dikatakan sebenarnya istilah kemoterapi cukup luas namun di era modern ini lebih dipersempit menjadi pengobatan untuk penyakit kanker.

Sebagai salah satu pengobatan utama penyakit kanker kemoterapi bertujuan untuk menghambat dan menghentikan sel sel onkogen (kanker) yang tubuh di bagian tubuh tertentu. Mekanisme kerja obat obat kemoterapi yang paling sederhana dapat dijelaskan melalui cara menyerang fase pembelahan mitosis pada sel sel di dalam tubuh yang berkembangan atau bereplikasi dengan cepat. Proses kemoterapi menjadi salah satu pengobatan yang tidak spesifik karena kurang mampu membedakan sel sel tubuh yang sebenarnya normal di dalam tubuh namun memiliki perkembangan yang cepat dengan sel kanker sehinggga dapat memberikan beberapa efek samping yang salah satunya adalah menghambat pertumbuhan rambut. Berikut alasan kenapa kemoterapi menyebabkan rambut rontok.

  •  Folikel rambut adalah sel yang cepat berkembang

Penyebab pertama yang menjadikan rambut dapat mudah rontok pada penderita kanker yang menjalani pengobatan melalui metode kemoterapi adalah karena folikel rambut merupakan salah satu sel yang cepat berkembang dan memang mekanisme kerja dari obat obatan kemoterapi adalah menghambat pertumbuhan sel yang cepat berkembang. Folikel rambut secara normal memang akan membelah setiap 23 – 72 jam. Hambatan obat kemoterapi terhadap pertumbuhan folikel rambut tersebut terjadi pada gen yang terlibat proses tumbuhnya folikel yakni CACNB4 atau bagian saluran kalsium dan BCL9 yang berperan bagi pertumbuhan rambut.

  • Rusaknya folikel rambut

Seperti dalam penjelasan sebelumnya, obat kemoterapi memiliki cara kerja dengan merusak dan menghambat proses pembelahan sel sel yang secara cepat membelah salah satunya folikel rambut. Akibat hambatan tersebut maka folike akan mengalami kerusakan dan secara bertahap dapat menyebabkan terjadi kerontokan yang cukup parah. Tingkat kerontokan pada pasien kemoterapi tergantung dari beberapa hal diantaranya seperti :

  1. Jenis obat kemoterapi, beberapa jenis obat yang dapat menyebabkan kerontokan diantaranya seperti adriamycin, methotrexate, cytoxan dan 5-fluorouracil, dan taxol. Setiap jenis obat tersebut dapat memberikan dampak yang berbeda beda pada kondisi kerontokan rambut.
  2. Dosis obat kemoterapi yang digunakan, semakin besar dapat memberikan dampak kerontokan rambut yang semakin parah.
  3. Jenis kanker, tingkat keparahan dan bagian tubuh yang mengalami kanker juga dapat menjadi faktor yang memperparah kerontokan rambut,
  4. Pola perawatan, proses dan pola perawatan yang dilakukan tenaga medis terhadap pasien kemoterapi juga dapat menentukan seberapa besar dampak kerontokan yang akan terjadi. Selain kemoterapi ada beberapa penyakit yang menyebabkan rambut rontok dan sakit kepala.
Sponsors Link

Kondisi yang dijelaskan diatas tersebutlah yang dapat  membantu memberikan pemahaman mengenai kenapa kemoterapi menyebabkan rambut rontok. Kerontokan pada pasien kemoterapi tidak terjadi secara langsung setelah proses kemoterapi dilakukan dengan cara pemberian obat obatan. Kerontokan dapat terjadi secara bervariasi tergantung kondisi dari pasien dan faktor lainnya. Kerontokan pada pasien kemoterapi akan berlangsung secara bertahap beberapa minggu setelah proses kemoterapi. Selain kerontokan, kondisi rambut juga akan mengalami perubahan warna secara terus menerus akan menyebabkan setiap pasien kemoterapi selalu tidak memiliki rambut atau gundul baik itu perempuan maupun laki laki.

Rambut yang rontok pasca menjalani proses kemoterapi ternyata juga dapat tumbuh kembali ketika pengaruh dari obat obatan yang digunakan juga sudah berakhir di dalam tubuh sepenuhnya. Namun tetap membutuhkan proses yang bertahap sebelum rambut dapat tumbuh kembali meskipun pengobatan kemoterapi sudah dihentikan. Rata rata pertumbuhan rambut pada seseorang pasca menjalani proses kemoterapi dapat berlangsung kurang lebih satu hingga tiga bulan setelah kemoterapi tersebut dihentikan.

Itulah beberapa penjelasan mengenai kenapa kemoterapi menyebabkan rambut rontok yang perlu diperhatikan terutama mereka yang sedang bimbang atau bingung untuk menjalani proses kemoterapi sebagai salah satu pengobatan penyakit kanker. Rambut rontok merupakan salah satu efek samping atau dampak pengobatan kemoterapi yang tidak berbahaya hanya saja dapat mempengaruhi penampilan seseorang. Rambut pada pasien kemoterapi juga dapat tumbuh kembali ketika memang proses kemoterapi sudah dihentikan.

, ,



Oleh :
Kategori : Pengobatan