Sponsors Link

Penyebab Kepala Bayi Lembek Setelah Jatuh dan Pengatasannya

Sponsors Link

Saat menginjak usia 4 bulanan, pada umumnya bayi mulai banyak bergerak dan berguling-guling. Tentunya ini akan membuat hati orang tua merasa senang melihatnya. Namun dibalik semua itu, kebanyakan orang tua akan merasa cemas karena resiko kecelakaan kecil pada si kecil bisa saja terjadi. Seperti jatuh, menabrak sesuatu, maupun kejatuhan barang merupakan hal-hal yang biasa terjadi pada si kecil.

ads

Dan pada kecelakaan bisa saja bayi mengalami benturan dan menyebabkan berbagai resiko. Apalagi kondisi tulang tengkorak bayi yang masih lembek tentunya membuat para orang tua khawatir. Bisa saja terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kepala bayi lembek setelah terjatuh dan lainnya. Lalu apa yang harus dilakukan para orang tua? berikut ini penjelasannya.

Apakah Benturan Menyebabkan Kepala Bayi Lembek?

Banyak orang tua yang merasa khawatir dengan efek kepala bayi sering terbentur. Mengingat kondisi tulang kepala bayi yang masih lemah, sehingga takut jika kepala bayi bisa menjadi lembek setelah mengalami jatuh atau benturan. Sebenarnya orang tua tidak perlu terlalu takut dan khawatir berlebihan. Meskipun dinilai berbahaya, namun sebagian besar pada kasus benturan kepala yang sering dialami oleh anak tidak menyebabkan dampak yang fatal.

Meskipun tulang kepala terasa lunak atau lembek, namun struktur kepala bayi dapat dikatakan terbilang relatif aman terhadap trauma kepala. Mengapa? ini dikarenakan sambungan antar tulang tengkorak si kecil relatif masih elastis. Ubun-ubun kepalanya masih terbuka, sehingga belum menutup keseluruhan. Sehingga tekanan yang diakibatkan benturan tidak berakibat fatal atau hingga menyebabkan cedera otak.

Namun meskipun kebanyakan kasus benturan kepala pada bayi atau balita tidak menyebabkan hal serius. Namun tetap saja ada beberapa ha yang perlu diperhatikan dengan baik. Bayi bisa saja mengalami memar, benjolan kecil di kepala tapi tidak sakit, maupun lecet. Apalagi kepala bayi yang masih lunak dan berada di dalam tahap perkembangan. Luka seperti ini umumnya bisa hilang dalam waktu 1 minggu. Akan tetapi jika benturan yang dialami sangat keras dan serius, tak memungkinkan jika bayi mengalami luka dalam seperti tengkorak retak hingga patah, kerusakan pada otak, pembuluh darah pecah, hingga mengalami jenis trauma kepala yang berakibat fatal.

Namun jika terjadi benjolan lembek yang muncul pada kepala anak pasca cedera mungkin saja disebabkan karena hal-hal di bawah ini:

  • Edema atau rembesan cairan interstisial
  • Hidrosefalus
  • Hematoma atau pendarahan di bawah kulit
  • Infeksi pada kulit kepala seperti bisul dan abses
  • Tumor
  • Dan masih banyak lainnya

Jika bejolan tidak dapat hilang dengan sendirinya selama 1 minggu setelah mengalami cidera. Maka anda bisa memeriksakan kembali si kecil ke dokter untuk dilakukan CT Scan atau pemeriksaan rontgen.

Jika benturan yang dialami si kecil tidak terlalu parah, maka anda bisa segera melakukan pertolongan pertama saat kepala terbentur. Segera tangani luka maupun kepala bayi yang mengalami cedera. Anda bisa melakukan pertolongan pertama sesuai dengan panduan di bawah ini:

1. Kompres Dengan Air Hangat

Kompres menggunakan air hangat menjadi cara yang ampuh untuk pertolongan pertama pada bayi yang mengalami benturan. Bahkan cara ini juga digunakan sebagai obat alami menghilangkan benjolan di kepala. Siapkan handuk lembut, baskom, serta air hangat. Masukkan air hangat ke dalam baskom dan kemudian masukkan handuk ke dalamnya. Peras dan kompres pada bagian yang terbentur atau terdapat luka. Lakukan ini secara perlahan sehingga si kecil tidak merasa kesakitan. Jika perlu lakukan terlebih dahulu di tangan anda sebelum mengkompreskannya pada kepala anak. Sehingga anda dapat mengetahui apakah air terlalu panas atau tidak. Anda bisa melakukan cara ini selama 20 menit setiap 3 atau 4 jam sekali.

2. Mengoleskan Salep

Saat ini ada banyak merk salep yang dikhususkan untuk bayi yang dapat membantu mengobati lebam, memar, hingga benjol. Anda bisa menggunakan salep ini untuk mengobati jika ada luka yang terbuka. Tenang saja, anda dapat membeli salep seperti ini di apotek-apotek terdekat. Bersihkan bagian yang luka menggunakan air hangat serta air sabun. Setelah kering dan bersih, oleskan salep tersebut untuk mencegah terjadinya infeksi. Kemudian tutup luka menggunakan plester ataupun kain lembut.

Sponsors Link

3. Berikan Paracetamol

Anda bisa memberikan anak paracetamol untuk mengurangi rasa sakit. Berikan paracetamol yang dikhususkan untuk bayi dan anak. Pastikan jika dosis yang anda berikan wajar namun sebaiknya konsultasikan kepada dokter anak untuk bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

Setelah mengalami insiden jatuh atau terbentur, biarkan si kecil beristirahat sejenak. Namun anda harus tetap terus memonitor anak selama 12-24 jam agar memastikan tidak ada gejala-gejala aneh pada cedera kepala yang dialaminya. Namun jika anak anda mengalami gejala-gejala dibawah ini maka segera bawa rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

  • Kehilangan kesadaran
  • Muntah dan sulit bernapas
  • Sulit untuk dibangunkan ketika tidur
  • Telinga berdenging
  • Gangguan penglihatan, bicara, dan pendengaran
  • Terjadi pendarahan atau keluarnya cairan bening melalui telinga, hidung, atau mulut
  • Hilangnya keseimbangan
  • Lemas dan kehilangan tenaga, atau bahkan tidak dapat bergerak
  • Pupil mata membesar
  • Ada luka terbuka yang cukup paraha sehingga membutuhkan penanganan lanjut (jahitan)
  • Rewel dan sulit untuk ditenangkan, bisa jadi ini dikarenakan sakit di bagian leher atau kepala
  • Kejang

Meskipun jatuh atau terbentur pada si kecil merupakan hal yang sering terjadi, namun jangan sepelekan hal tersebut. Sebagai orang tua, penting untuk terus memantau kondisi anak. Segera bawa ke rumah sakit jika anda menemukan gejala-gejala aneh pada anak anda.

, , , , ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan