Sponsors Link

Kepala Bayi Peyang : Penyebab – Efek – Cara Mengatasi

Sponsors Link

Umumnya kepala bayi yang normal adalah berbentuk bulat, namun karena adanya beberapa faktor tertentu yang menyebabkan bentuk kepala bayi berbeda – beda, seperti contohnya saja bentuk kepala bayi yang peyang. Kepala bayi terutama bayi baru lahir tentunya masih lunak dan dapat dengan mudah berubah – ubah, oleh karena itulah, pada beberapa bayi baru lahir yang memiliki bentuk kepala yang berbeda – beda. Karena adanya faktor pada saat persalinan menyebabkan adanya bentuk yang berbeda – beda pada bagian – bagian kepala bayi.

ads

Pada umumnya bayi memang terlahir dengan struktur kepala bagian dalam yang belum kokoh serta masih fleksibel dan juga lunak. Sambungan antar tulang pun masih terasa sangat lunak dan bahkan ada yang belum sempurna, karena hal tersebut sebagai ruang bagi pertumbuhan otak bayi selanjutnya. Dan banyak pula bayi yang terlahir dengan bentuk kepala rata pada bagian belakang, atau biasa disebut peyang.

Biasanya yang banyak terjadi hal tersebut terjadi karena pada proses persalinan pada saat pengeluaran kepala bayi yang terlalu lama, sehingga terjadi tekanan di jalan lahir yang cukup lama. Namun, biasanya bentuk kepala bayi yang peyang ini bisa kembali normal atau bisa berubah menjadi bentuk bulat, hal ini biasanya memakan waktu kurang lebih selama 6 minggu. Dan beberapa penyebab bentuk kepala bayi peyang :

  • Posisi telentang dalam waktu lama

Posisi telentang bagi bayi merupakan posisi yang biasanya diposisikan dalam waktu yang cukup lama. Padahal hal tersebut secara tidak Anda sadari, dapat membuat bentuk kepala bayi peyang. Hal ini karena kepala bayi bagian belakang terbebani dalam waktu yang cukup lama. Apalagi jika hal ini dilakukan pada bayi baru lahir yang mana kepala bayi tersebut masih cukup lunak dan mudah berganti atau berubah bentuk. Ditambah lagi jika bayi tersebut terlahir prematur, yang mana bayi tersebut lahir dalam kondisi kandungan yang belum cukup usia dan tentunya pada struktur kepala nya pun tentunya belum sempurna yang menyebabkan kepala masih sangat lunak dan sangat mudah untuk berubah bentuk.

  • Masalah dalam rahim

Bayi yang ada dalam rahim juga mempunyai kondisi yang berbeda – beda, ada yang memiliki ketuban yang cukup atau normal, namun adapula yang terlalu sedikit dan adapula yang terlalu banyak. Kondisi ini juga dapat membuat kepala bayi Anda memiliki bentuk yang berbeda – beda seperti salah satunya yaitu kepala bayi berbentuk peyang.

  • Bayi mengalami ketegangan otot leher

Pada saat bayi mengalami ketegangan pada otot leher hal ini menyebabkan bayi tidak dapat atau kesulitan untuk dimiringkan ke kanan atau ke kiri atau berubah posisi kepala ke kanan atau kiri. Hal inilah yang membuat bayi menjadi terlalu lama berada dalam satu posisi sehingga menyebabkan bentuk kepala bayi peyang. Oleh karena itu, saat kepala bayi mengalami kekakuan atau ketegangan pada otot leher ada baiknya untuk segera melakukan penanganan  agar tidak berlarut lama.

  • Penyatuan lempeng tulang tengkorak yang terlalu dini

Pada penyatuan tulang tengkorak yang terlalu dini juga dapat membuat bentuk kepala bayi peyang. Hal ini yang biasa disebut dengan craniosyntosis dalam dunia medisnya, yaitu suatu kondisi dimana pada bayi memiliki bentuk kepala yang tidak normal yang disebabkan oleh penyatuan tulang – tulang kepala bayi yang terlalu dini. Karena umumnya tulang bayi menutup pada usia bayi 2 tahun yang dapat memberikan kesempatan pada otaknya untuk berkembang secara optimal. Dan pada kasus craniosyntosis ini tulang – tulang pada kepala bayi menutup terlalu cepat, sehingga menyebabkan otak tidak dapat berkembang secara maksimal. Yang dampaknya tidak hanya membuat bentuk kepala bayi peyang, namun juga pertumbuhannya terhambat.

Pada kepala bayi yang peyang ada yang tidak berbahaya dan dapat berubah ke bentuk kepala pada umumnya serta tidak menimbulkan efek berbahaya pada otak bayi namun adapula yang memberikan efek kerusakan pada otak dan juga gangguan pada tumbuh kembang bayi. Untuk kondisi craniosyntosis hal tersebut dapat memberikan efek berbahaya pada bayi Anda yang dapat menghambat perkembangan otak dan juga tumbuh kembangnya. Namun kondisi craniosyntosis ini adalah suatu kondisi yang bisa dikatakan jarang ditemukan. Dan pada kasus craniosyntosis ini hanya dapat diatasi melalui tindakan operasi.

Berikut beberapa cara mengatasi bayi dengan bentuk kepala peyang :

  1. Pada saat – saat bermain atau di waktu senggang bayi, posisikanlah bayi dengan posisi tummy time, yaitu posisi dimana bayi dalam keadaan ditengkurapkan dengan posisi tubuh bertumpu pada perutnya.
  2. Cobalah mulai sekarang untuk lebih bervariasi lagi dalam menggendong bayi Anda.
  3. Latih bayi agar dapat mengubah posisi tubuhnya sendiri. Cara yang dapat dilakukan yaitu dengan menggunakan mainan dengan warna dan juga bunyi yang menarik perhatian bayi sehingga bayi akan berusaha untuk meraihnya.
  4. Ubahlah posisi tempat tidur bayi.
  5. Berganti posisi pada saat menyusui bayi.
  6. Menggunakan helm khusus untuk mengubah bentuk kepala yang peyang.

Itulah tadi pembahasan seputar bentuk kepala bayi peyang, mulai dari penyebab, efek dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

, , ,