Sponsors Link

Penyebab Kulit Kepala Bayi Berkerak Seperti Ketombe Dan Cara Mengatasinya

Sponsors Link

Bayi merupakan masa dimana tubuhnya masih cukup rentan dengan berbagai macam bentuk perubahan serta pengaruh lingkungan karena belum memiliki kondisi organ yang bekerja dengan optimal serta sistem imunitas yang masih lemah. Untuk dapat menjaga agar proses pertumbuhan dan perkembangan bayi, tentu peran orang tua sangat vital dengan cara memperhatikan dan memenuhi kebutuhan nutrisi bayi, menjaga kesehatan bayi, serta memastikan tidak adanya tanda tanda permasalahan yang dapat terjadi pada semua organ termasuk bagian tubuh yang vital.

ads

Salah satu organ tubuh yang vital bagi bayi adalah bagian bagian kepala yang terdiri dari berbagai bagian dengan fungsi yang berbeda dan penting agar proses di dalam tubuh bayi dapat berjalan dengan baik. Pada kondisi tertentu, ada beberapa pertanda yang dapat menjadikan seorang ibu terkadang khawatir apakah keadaan tersebut merupakan kondisi yang berbahaya dan bermasalah bagi kesehatan bayi. Salah satu pertanda atau kondisi yang sering ditemukan tersebut adalah ketika kulit kepala bayi berkerak seperti ketombe pada orang dewasa. Bayi yang berketombe tentu bukanlah kondisi yang normal yang harus diperhatikan oleh setiap ibu. Berikut ulasan mengenai penyebab kulit kepala bayi timbul kondisi seperti ketombe dan beberapa cara yang harus dilakukan untuk mengatasinya.

Penyebab munculnya ketombe pada bayi

Kondisi kulit kepala bayi yang berkerak dan terkadang mengelupas memang dapat dikatakan sebagai kondisi yang mengarah pada keadaan dermatitis seboroik ataupun ketombe. Namun ternyata, kondisi ketombe pada bayi tersebut berbeda dengan ketombe pada orang dewasa. Kondisi kulit kepala seperti ketombe pada bayi belum dapat dipastikan penyebabnya dengan jelas dan pastinya tidak sama dengan penyebab ketombe pada orang dewasa. Kulit kepala berkerak dan mengelupas pada bayi tidak disebabkan oleh karena kebersihannya yang kurang terjaga, infeksi bakteri maupun jamur, serta kondisi alergi.

Penyebab munculnya keadaan kulit kepala kering dan berkerak pada bayi disebut dalam dunia medis sebagai cradle cap. Kondisi cradle cap tersebut diperkirkan karena adanya hormon yang berpindah dari ibu kepada bayi yang terjadi sejak dalam kandungan. Adanya hormon yang masuk ke pada bayi tersebut meyebabkan kelenjar sebasea pada kulit bayi akan bekerja lebih aktif dalam memproduksi sebum yang merupakan minyak alami kulit untuk menjaga kelembapan.  Kondisi minyak alami kulit atau sebum yang berlebihan tersebut dapat menyebabkan sel kulit mati menumpuk di kepala dan sulit mengelupas untuk digantikan dengan sel kulit yang baru. Karena adanya penumpukan tersebut menjadikan kulit kepala terlihat berkerak.

Gejala kerak pada kulit kepala bayi dan akibatnya

Cradle cap merupakan kondisi dimana kepala bayi berkerak seperti yang disebutkan diatas tentu sering menimbulkan kekhawatiran ketika gejalanya mulai muncul. Gejala munculnya cradle cap tentu diawali dengan adanya kondisi kulit kepala yang berkerak seperti pada keadaan ketombe. Kondisi kepala yang berkerak tersebut lebih mudah dikenal pada bayi yang tidak terlalu banyak tumbuh rambut. Tanda atau gejala yang lebih spesifik dapat dilihat pada kondisi seperti :

  1. kulit kepala bayi terlihat berminyak dan kering yang tertutup kondisi bersisik warna putih atau bisa jadi kuning dan gelap.
  2. Munculnya kulit kepala yang kemerahan pada bayi dalam kondisi yang masih dapat dikatakan ringan.
  3. Keadaan tersebut sering tidak menimbulkan gatal sehingga tidak terlalu dirasakan oleh bayi.

Adanya kerak yang menumpuk pada kulit kepala bayi meskipun tidak menganggu secara langsung namun tetap akan memberikan dampak buruk yakni munculnya resiko gangguan kulit seperti bisul, biang keringat, dan abses akibat kelenjar keringat yang tertutup oleh kerak. Kondisi cradle cap memang tergolong aman bagi bayi namun tetap saja sering menimbulkan kondisi pertumbuhan rambut yang terhambat dan bisa jadi beresiko menyebabkan kulit kepala mengelupas dan berdarah.

Cara mengatasi kulit kepala bayi berkerak seperti ketombe

Seperti dalam penjelasan diatas, kondisi kulit kepala bayi yang berkerak memang tidak menimbulkan gangguan secara langsung namun tetap saja dapat beresiko adanya kondisi gangguan kulit lainnya yang tentu berbahaya bagi bayi. Beberapa cara yang dapat dilakukan oleh orang tua terutama ibu untuk mengatasi munculnya kerak pada kulit bayinya tersebut adalah melalui langkah langkah diantaranya seperti :

  • Keramas, atau mencuci kepala bayi menggunakan bahan shampo yang memang dikhususkan untuk kulit kepala bayi terutama pilihlah produk yang memang tidak menyebabkan reaksi alergi maupun iritasi pada kulit bayi. Selama keramas, bagian kerak dapat digosok secara perlahan agar mengelupas namun jangan dipaksakan karena bisa jadi beresiko menimbulkan luka pada kepala bayi yang tentunya akan berdampak buruk.
  • Sering menyisir kepala bayi, kebiasaan yang dapat menyebabkan masalah pada kulit kepala bayi adalah tidak mengeringkan rambut setelah keramas hingga benar benar kering. Dengan menyisir dan mengerinkan kepala rambut bayi dapat membantu mengatasi kondisi cradle cap.
  • Menggunakan bahan bahan tertentu, beberapa bahan tertentu dapat ditambahakan sebagai bentuk perawatan untuk kepala bayi yang mengalami kerak. Bahan tertentu tersebut seperti minyak essensial, lotion, dan krim kortison yang digunakan khsusus untuk bayi. Minyak essensial yang biasanya digunakan untuk membantu mengangkat kerak pada kulit kepala bayi secara efektif seperti minyak zaitun yang juga merupakan salah satu bahan dalam cara menghilangkan jamur di kepala secara alami, minyak bayi, dan vaselin. Penggunaan bahan tambahan tersebut sebaiknya diperhatikan terutama harus dipilih yang memang cocok untuk kulit bayi.

Itulah beberapa penjelasan mengenai penyebab dan gejala kulit kepala bayi berkerak seperti ketombe yang perlu diperhatikan dengan baik oleh setiap orang tua  agar keadaan tersebut tidak menimbulkan gangguan pada kondisi pertumbuhan dan perkembangan bayi.

, , , ,