Sponsors Link

6 Penyebab Kulit Kepala Luka dan Gatal

Sponsors Link

Mungkin anda pernah merasakan seperti ada luka di kulit kepala, padahal anda tidak mengalami cedera atau trauma kepala tertentu. Lalu apakah sebenarnya yang menyebabkan kondisi kulit kepala luka dan gatal? Sebenarnya luka yang muncul di kulit kepala berkaitan dengan kondisi kulit yang sedang mengalami gatal-gatal akibat terjadi goresan secara terus menerus.

ads

Menurut penjelasan Centers for Disease Control and Prevention menjelaskan jika saat terbentuk luka di kepala, maka bakteri berbahaya dapat masuk dan menginfeksi bahkan hingga ke berbagai bagian tubuh lainnya. Ada banyak faktor yang menjelaskan mengapa kulit kepala bisa mengalami luka dan gatal secara bersamaan. Dan berikut ini penjelasan mengenai hal-hal yang bisa menjadi penyebab kondisi tersebut.

1. Folikulitis

Ketika ada bakteri, jamur, maupun virus yang masuk melalui folikel rambut, maka bisa saja anda mengalami infeksi folikulitis. Dimana Folikulitis merupakan peradangan yang terjadi di bagian folikel rambut, lubang kecil yang ada pada kulit kepala tempat rambut tumbuh. Infeksi ini biasanya tampak seperti jerawat atau benjolan berwarna kemerahan yang cukup menyakitkan, baik itu ada maupun tanpa adanya kepala putih.

Luka yang ada di kulit kepala ini juga dapat kering, berkerak, dan terasa sangat gatal. Rasa sakit yang dirasakan mungkin dapat hilang tanpa harus ada pengobatan. Hanya saja anda harus menjaga agar bagian kulit kepala yang terluka tetap bersih. Jika perlu gunakan kompres hangat agar membuat kondisi luka terasa lebih baik. Namun jika hal ini terjadi selama beberapa hari segera temui dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

2. Kista

Penyebab luka di kulit kepala lainnya bisa terjadi diakibatkan kista. Biasanya kista dapat tumbuh perlahan dan tidak terasa sakit. Namun tak jarang kitsa juga bisa terasa menyakitkan, membengkak, nyeri, hingga mengeluarkan cairan yang kental dan berbau busuk. Seringkali banyak orang yang tidak menyadari kehadiran kisat ini hingga berkembang dan menjadi luka atau peradangan. Padahal munculnya kisat juga dapat menjadi salah satu penyebab sakit kepala setiap hari.

Sebenarnya kista bukanlah gangguan yang berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya. Akan tetapi jika kista pada kulit kepala terasa menganggu, mungkin anda perlu segera mengunjungi dokter untuk pemeriksaan lanjut. Biasanya dokter akan memberikan beberapa jenis obat seperti antibiotik, pereda nyeri, infeksi ringan. Bahkan tak jarang banyak dokter yang juga melakukan operasi ringan saat kondisi kista cukup parah. Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan kista dapat muncul di kulit kepala, salah satu disebabkan karena kebersihan yang buruk, luka yang tak kunjung mendapat perawatan, infeksi kutu rambut, maupun berbagai faktor lainnya. Untuk itulah pentingnya menjaga kebersihan kulit kepala setiap harinya.

3. Dermatitis Seboroik

Dermatitis seboroik merupakan penyakit kulit yang umumnya menyerang bagian kulit kepala serta bagian tubuh lainnya yang berminyak seperti wajah, dahi, punggung, ketiak, dada atas, dan pangkal kepala. Pada kulit kepala, penyakit ini dapat menyebabkan kulit kemerahan, ketombe, dan bersisik. Dermatitis seboroik bukanlah penyakit menular, namun meskipun begitu tetap saja akan mempengaruhi kepercayaan diri penderitanya. Penyakit ini dapat menyerang hingga ke segala usia, bahkan setidaknya 1-3% orang dewasa pernah mengalami penyakit ini. Terlebih pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah akan lebih rentan mengalaminya. Selain itukondisi stress juga dapat memperburuk gejala yang ada.

Belum diketahui apa yang menjadi penyebab pasti dermatitis seboroik, akan tetapi ini bisa jadi berkaitan dengan kehadiran jamur malassezia yang biasanya terdapat saat pelepasan minyak yang ada di permukaan kulit. Selain itu peradangan yang berhubungan dengan psoriasis juga dapat menyebabkan dermatitis seboroik. Dan terdapat pula faktor-faktor yang semakin meningkatkan resiko terkena penyakit ini antara lain seperti gagal jantung, penyakit kejiwaan, gangguan syaraf, konsumsi obat-obat tertentu, kebiasaan menggaruk kulit, penyakit yang dapat melemahkan sistem imum, penyakit endokrin, stress, cuaca yang dingin, dan faktor genetik. Gagal jantung.

4. Psoriasis

Kulit kepala mengelupas dan berdarah juga bisa disebabkan oleh psoriasis. Kondisi ini dapat menyebabkan bercak kemerahan serta kulit keriput yang terjadi di kulit kepala. Karena sering gatal dan menggaruk menyebabkan pendarahan hingga kudis. Psoriasis tak hanya dapat muncul di kulit kepala, namun juga muncul di seluruh tubuh seperti lutut dan siku. Kondisi ini bisa menyebabkan bercak merah dan kulit keriput di kulit kepala Anda.

Karena sering gatal, menggaruk bisa menyebabkan perdarahan dan kudis. Psoriasis memengaruhi seluruh tubuh Anda. Jadi sepertinya juga muncul di daerah selain kulit kepala Anda seperti siku dan lutut. Kondisi penyakit peradangan kulit ini bisa menahun. Dan juga disertai dengan rasa gatal dan perih. Untuk tingkat keparahan dari psoriasis juga dapat berbeda-beda serta intensitasnya juga dapat berubah ubah dari waktu ke waktu. Ada pasien yang mengalami gejala ringan bahkan hingga tidak sama sekali pada kurun waktu tertentu dan bisa smeakin parah sampai menganggu kenyamanan penderitanya.

Sponsors Link

Untuk penanganan psoriasis juga tergantung dari jenis dan tingkat keparahan dari gejala yang dialami oleh pasien. Umumnya mengatasi kulit kepala gatal yang disebabkan psoriasis dapat ditangani dengan konsumsi obat-obatan, obat oles, suntikan, dan fototerapi. Pengobatan ini tidak bertujuan untuk menyembuhkan psoriasis, namun untuk meringankan gejala serta memperbaiki tekstur kulit yang rusak akibat terserang penyakit ini.

5. Kurap

Kurap juga dapat menjadi faktor lainnya mengapa kulit kepala gatal hingga luka. Kurap tak hanya dapat muncul di kulit tubuh saja, namun juga bisa menyerang kulit kepala. Penyakit kulit ini disebabkan karena adanya infeksi jamur yang menyerang dan menyebar dengan cepat. Awal gejala kurap ini bisa menyebabkan rasa sakit yang cukup parah dan membuat anda terus berkeinginan untuk menggaruk. Dan jika sudah parah, ini bisa menyebabkan luka, kerontokan pada rambut, sakit, mengeluarkan nanah, hingga menjadi borok. Dan jika sudah seperti ini maka solusi terbaik untuk menyembuhkan kurap adalah dengan mengunjungi dokter kulit sehingga anda bisa mendapatkan perawatan yang tepat.

6. Tinea Capitis

Tinea Capitis juga bisa menjadi salah satu penyebab mengapa kulit kepala gatal dan luka. Penyakit ini disebabkan karena infeksi jamur dermatofit yang terjadi pada batang rambut dan kulit kepala. Gejala yang muncul seringkali berbentuk kulit yang pitak dan bersisik, peradangan, bahkan muncul kebotakan yang meluas. Gejala tinea capitis bervariasi pada setiap penderitanya, antara lain:

  • Terdapat bentuk seboroik pada kulit kepala, ditandai dengan kerontokan rambut dan kulit bersisik namun kurang begitu terlihat
  • Muncul titik hitam yang menjadi tanda kerontokan rambut pada kulit kepala bersisik
  • Terdapat pola pustula berkerak di dalam satu lokasi maupun menyebar

Selain itu tinea capitis juga disertai dengan gejala pembengkakan pada bagian kelenjar getah bening yang ada di bagian belakang leher serta demam ringan. Sedangkan gejala lainnya yang muncul saat kondisi lebih parah adalah munculnya koreng dengan pola kulit yang bersisik, melingkar, hingga timbulkan kerak kulit kekuningan dengan rambut kusut. Penyakit ini banyak diderita anak-anak, terutama laki-laki dengan usia 3-7 tahun.

Nah itu tadi 7 penyebab yang bisa mengakibatkan kulit kepala gatal dan luka. Jika anda mengalami gangguan pada kulit kepala seperti diatas, akan lebih baik untuk segera berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi kesehatan. Selain itu jangan lupa pula untuk menjaga kebersihan kulit kepala setiap hari agar terhindar dari permasalahan yang mengganggu.

, ,