Sponsors Link

Penyebab Lingkar Kepala Bayi Kecil dan Tindakan Medisnya

Sponsors Link

Mengetahui pertumbuhan dan perkembangan bayi anda tentunya menjadi hal yang sangat penting. Dan untuk mengetahui tumbuh kembang bayi, biasanya dokter akan melakukan pengukuran pada tiga hal yaitu tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala bayi. Tiga hal tersebut cukup penting karena setiap sentimeter maupun gram nya mempengaruhi grafik perkembangan bayi. Dokter atau bidan akan melakukan pengukuran ini sehingga tumbuh kembang anak bisa dikontrol.

ads

Pengukuran lingkar kepala menjadi hal yang sangat penting dalam perawatan bayi yang harus dilakukan secara rutin. Selama pemeriksaan dan pengukuran, pertumbuhan dan perubahan pada kepala bayi ini akan diamati oleh dokter. Jika sampai terjadi pertumbuhan dan perkembangan ukuran kepala bayi yang tidak normal, seperti terlalu besar atau terlalu kecil maka ini bisa menjadi pertanda jika ada masalah. Untuk mengukur lingkar kepala bayi sebenarnya bukanlah hal mudah, apalagi jika bayi sering bergerak dan tidak bisa diam atau bayi sering memegang kepala tentunya akan sangat sulit dilakukan. Untuk itulah dokter biasanya menggunakan ukuran yang fleksibel yang memudahkan saat mengukur lingkar kepala.

Normalnya, untuk ukuran lingkar kepala anak laki-laki ketika lahir adalah 33-35.5 cm. Dan untuk anak perempuan yang baru lahir adalah 32.5-35. Di saat menginjak usia 2 tahun, bayi laki-laki normalnya mempunyai ukuran linkar kepala bayi 47-49.5 cm. Sedangkan untuk anak perempuan di usia 2 tahun mempunyai lingkar kepala 45-48.5 cm.

Dan jika ukuran kepala bayi anda lebih kecil daripada standar normalnya, maka menunjukkan jika ada masalah pada pertumbuhan dan perkembangan anak anda, seperti mikrosefalus. Penyakit ini menjadi tanda jika perkembangan otak tidak berjalan baik.

Mikrosefali dapat terjadi pada bayi dikarenakan otak bayi yang belum berkembang baik selama masa kehamilan atau mengalami pertumbuhan yang berhenti setelah lahir sehingga menyebabkan ukuran kepala lebih kecil dibandingkan normal. Salah satu penyebab utama yang diyakini menyebabkan kondisi kepala bayi seperti ini adalah karena infeksi virus zika yang terjadi pada ibu selama masa kehamilan. Beberapa Ilmuwan CDC menjelaskan jika terdapat sejumlah bukti yang menunjukkan jika infeksi virus zika yang terjadi selama masa kehamilan bisa menyebabkan mikrosefali hingga cacat berat pada otak janin.

Namun sebenarnya, tak hanya virus zika saja lah yang bisa menyebabkan bayi bisa mengalami kondisi mikrosefali. Namun ada beberapa penyebab lainnya yang bisa memicu kondisi tersebut semisal kelainan kromosom, craniosynostosis, fenilketonuria, anoksia serebral, malnutrisi berat, maupun paparan zat-zat yang berbahaya. Beberapa kasus mikrosefali lainnya juga bisa disebabkan karena terjadinya infeksi janin selama masa kehamilan seperti rubella, toksoplasmosis, dan sitomegalovirus

Jika anda menemukan lingkar kepala bayi kecil dibandingkan standar normalnya, maupun memiliki gejala-gejala mengidap mikrosefali, maka segeralah untuk membawa anak dan mengkonsultasikannya ke dokter ahli. Dokter nantinya akan mendiagnosa kondisi bayi berdasarkan pada gejala-gejala yang terlihat dan dirasakan. Mikrosefali memang diawali dengan melakukan pengukuran pada lingkar kepala bayi dan kemudian dilanjutkan dengan tindakan-tindakan di bawah ini:

  • Melihat riwayat penyakit, gejala, serta tanda-tanda klinis yang dimiliki oleh anak
  • Melakukan pemeriksaan lanjutan pada rekam medis selama masa kehamilan, kelahiran, hingga sesudah proses kelahiran
  • Melakukan ct scan kepala, MRI, hingga tes darah untuk memperjelas diagnosa

Setelah dokter mendiagnosa jika terjadi bayi mengalami mikrosefali, maka nantinya akan dilakukan berbagai pengobatan pada anak. Meskipun begitu, sebenarnya belum ada obat yang dapat digunakan untuk mengobati mikrosefali. Namun ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan untuk bisa meningkatkan kualitas hidup pada anak-anak yang menderita mikrosefali. Beberapa tindakan dan pengobatan yang diberikan antara lain adalah:

  • Rutin mengontrol pertumbuahn dan perkembangan anak sehingga dokter bisa mendata dan memantau bagaimana perkembangannya dan memberikan solusi terbaik untuk berbagai permasalahan yang timbul
  • Pengobatan syaraf dengan memberikan asupan asam amino dan vitamin, ini mampu menurunkan efek kejang serta mendorong perkembangan pada sistem syaraf.
  • Melakukan terapi bicara
  • Melakukan terapi fisik, semisal latihan jalan
  • Terapi okupasi, tujuannya adalah untuk membuat anak mampu mandiri mencapai produktivitasnya di dalam segala aktivitas, mampu untuk merawat diri, serta mampu untuk memanfaatkan waktu luang.
  • Menghindari makanan-makanan yang dapat memicu hyperaktif serta menekan sistem syaraf.
  • Memberikan obat yang dapat mengontrol hyperaktif, kejang, serta meningkatkan fungsi syaraf dan otot

Ada beberapa pencegahan mikrosefali yang dapat dilakukan ibu selama masa kehamilan sehingga janin dalam kandungan tidak mengalami mikrosefali, antara lain adalah:

  • Mengkonsumsi makanan-makanan sehat dan kaya vitamin
  • Menjaga kebersihan, terutama tangan
  • Hindari mengkonsumsi alkohol
  • Hindari paparan zat atau senyawa kimia
  • Hindari konsumsi narkoba
  • Gunakan krim anti nyamuk atau serangga sehingga anda bisa terhindar dari gigitan nyamuk
  • Menjauhi kotoran hewan serta hewan-hewan berbulu yang bisa menyebabkan resiko taksoplasmosis
  • Konsultasikan kepada dokter jika ada riwayat keluarga ataupun kehamilan sebelumnya yang mengalami kondisi mikrosefali.

Nah itu tadi penjelasan mengenai penyebab lingkar kepala bayi kecil yang bisa disampaikan. Meskipun begitu, tak semua kasus bayi yang memiliki kepala lebih kecil dari ukuran normal mengalami mikrosefali, penting juga untuk mengetahui macam-macam bentuk kepala bayi. Akan lebih baik untuk mengkonsultasikan ke dokter agar didapatkan diagnosa yang akurat terkait kondisi anak anda.

, , , ,