Sponsors Link

MRI Kepala : Fungsi – Prosedur – Efek Samping

Sponsors Link
mri kepala

Pemeriksaan MRI menjadi salah satu prosedur pemeriksaan yang bisa dilakukan di fasilitas kesehatan besar. Tidak semua pasien harus melakukan MRI karena kebutuhan MRI khusus untuk kondisi tertentu. Pemeriksaan dengan MRI atau Magnetic Resonance Imaging memanfaatkan gelombang elektromagnetik dengan medan magnet atau gelombang radio tinggi untuk mendapatkan gambaran atau struktur pada bagian tubuh tertentu. MRI pada dasarnya lebih canggih daripada pemeriksaan dengan sinar X-Ray, CT Scan dan USG. Jadi hasil pemeriksaan memang dianggap lebih akurat untuk menentukan tindakan pemeriksaan atau diagnosa penyakit tertentu. Berikut ini akan disampaikan mengenai MRI kepala seperti fungsi, prosedur dan efek samping.

ads

Apa Itu MRI Kepala? MRI kepala sangat diperlukan untuk melihat beberapa bagian dalam kepala termasuk otak, sumsum tulang belakang, dan semua bagian yang ada dalam otak. Pemeriksaan dengan menggunakan energi gelombang magnetik ini bisa memberikan hasil gambaran kepala secara jelas dibandingkan dengan pemeriksaan CT scan kepala. Pemeriksaan ini dilakukan oleh ahli radiologi yang bisa mengoperasikan alat dengan teliti dan baik.Kemudian juga bisa membaca hasil scan dari MRI kepala sehingga kemudian bisa menyerahkan hasilnya kepada dokter.

Fungsi MRI

Sesuai dengan tujuan dari MRI maka sebenarnya pemeriksaan ini tidak dilakukan untuk semua pasien. Dokter akan menyarankan pemeriksaan ini untuk beberapa alasan termasuk melihat kondisi otak dan kecurigaan terhadap penyakit tertentu. Karena itu MRI digunakan untuk:

  1. Kondisi aneurisma : yaitu sebuah kondisi yang menyebabkan dinding arteri menjadi lemah dan membuat tonjolan yang membesar, dimana tonjolan ini bisa pecah sewaktu-waktu dan sangat berbahaya karena membuat pendarahan dalam kepala. Masalah ini biasanya ditandai dengan sakit kepala terus menerus.
  2. Penyakit multiple sclerosis : dimana penyakit menyerang sistem neurologis yang terjadi pada beberapa orang dewasa antara usia 20 sampai 50 tahun. Penyakit ini bisa dipengaruhi oleh sistem genetik.
  3. Adanya cedera tulang belakang : orang yang menderita cedera tulang belakang juga biasanya disarankan untuk MRI agar bisa terlihat jelas kondisi cedera. Cedera ini biasanya berlangsung sangat lama dan membuat fisik sulit untuk melakukan pekerjaan sehari-hari. Sangat rentan untuk orang yang pernah mengalami trauma kepala.
  4. Hidrocefalus : penyakit ini akan menyebabkan penumpukan cairan pada tengkorak yang akan membuat kepala membengkak. Kondisi ini bisa merusak fungsi otak dan secara umum mengganggu perkembangan fisik. MRI biasanya diperlukan sebelum prosedur operasi hidrosefalus pada bayi.
  5. Kondisi stroke : orang yang menderita serangan stroke juga biasanya disarankan untuk melakukan MRI. Tujuannya adalah untuk melihat seberapa parah kondisi otak termasuk pembuluh darah dan risiko aneurisma.
  6. Infeksi otak : kemungkinan infeksi bisa menyebar dari organ tubuh lain yang terkena infeksi pertama seperti mulut, gigi, luka di semua bagian tubuh dan termasuk di kulit kepala.
  7. Tumor : MRI sangat penting untuk menegakkan diagnosis dari adanya gejala tumor yang ditemukan oleh dokter. Termasuk juga seperti sakit kepala, kejang dan pingsan.
  8. Kista : kista yang tumbuh di otak dan organ dalam kepala memang harus mendapatkan perawatan khusus. Penderita harus mendapatkan pemeriksaan MRI termasuk sebelum operasi dan tindakan pemberian obat.
  9. Peradangan dan pembengkakan : otak dan semua organ di sekitar bisa mengalami pembengkakan karena kondisi penyakit lain. Sehingga harus diketahui dengan pemeriksaan MRI.
  10. Pendarahan : pasien yang mengalami gejala pendarahan pada pada kepala juga bisa melakukan pemeriksaan ini. Biasanya darah keluar dari hidung, telinga atau muntah darah.
  11. Kelainan pada pembuluh darah : semua kelainan yang terjadi pada pembuluh darah entah itu akibat stroke, trauma atau kondisi lain harus diperiksa dengan MRI.
  12. Benturan : pasien yang pernah mengalami benturan biasanya akan diperiksa dengan MRI untuk melihat kondisi dalam otaknya.
  13. Gejala tertentu : pasien yang mengalami gejala-gejala tertentu dan dicurigai memiliki kelainan dalam otak bisa melakukan pemeriksaan MRI. Misalnya dengan adanya gejala seperti sakit kepala berdenyut hebat, lemah akibat sakit kepala, kejang pertama atau sering kejang, perubahan perilaku kognitif, pandangan mata yang kabur, dan sakit kepala kronis.

Persiapan MRI

  1. Setelah mendapatkan rujukan untuk pemeriksaan MRI maka bisa mengikuti janji dengan bagian radiologi di rumah sakit yang ditunjuk.
  2. Petugas medis akan memastikan apakah ada kandungan logam dalam tubuh dan organ seperti misalnya: impan telinga dalam, sendi palsu, alat pacu jantung, baterai pada jantung, katup pembulih darah, klip pada bagian aneurisma di otak dan jenis alat lain. Ini sangat penting untuk memastikan bahwa alat logam yang sudah dipasang di dalam tubuh tidak terpengaruh kerjanya selama MRI.
  3. Pasien diminta untuk melepaskan semua bahan logam yang dikenakan seperti anting, kaca mata, perhiasan dan lainnya.
  4. Pasien diminta untuk menggunakan pakaian khusus dari rumah sakit.
  5. Penderita claustrobia biasanya akan diberi obat penenang selama MRI.
Sponsors Link

Prosedur MRI

  1. Pasien dewasa sebaiknya harus tenang selama prosedur agar gambar yang dihasilkan lebih jelas. Anak-anak dan penderita claustropobia biasanya mendapatkan obat penenang.
  2. Pasien akan berbaring di meja khusus yang akan masuk ke dalam mesin MRI. Alat ini berbentuk seperti tabung besar dengan kedua sisi berisi magnet. Setelah meja khusus dengan pasien masuk ke dalam mesin maka petugas akan merekam hasil fotonya dan membutuhkan waktu selama beberapa menit.
  3. Pasien dan petugas bisa berkomunikasi dengan mikrofon khusus yang dirancang untuk memudahkan prosedur.
  4. Waktu untuk pemeriksaan antara 30 sampai 60 menit, dimana pasien mungkin akan menerima cairan gadolinium yang dimasukkan melalui infus untuk mendapatkan bagian kontras dalam otak dan pembuluh darah.
  5. Selama prosedur pasien bisa menggunakan penutup telinga khusus yang disediakan.

Efek Samping MRI

Sampai saat ini memang belum pernah dilaporkan secara khusus mengenai efek samping MRI kepala. Ini prosedur yang sangat aman namun beberapa penderita mungkin menderita alergi terhadap cairan kontras dan efeknya akan hilang setelah prosedur. Penderita sesak nafas bisa mengalami serangan selama proses sehingga harus menerima perawatan khusus. Untuk ibu hamil sebaiknya tidak melakukan pemeriksaan ini karena dikhawatirkan bisa menyebabkan risiko untuk ibu dan janin.

Itulah informasi lengkap mengenai MRI kepala seperti fungsi, prosedur dan efek samping. Prosedur ini hanya bisa dilakukan sesuai dengan rujukan dokter, termasuk jika sudah lama menderita sakit kepala akut. Jadi lakukan pemeriksaan umum sebelum mengarah ke MRI kepala.

, ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan