Sponsors Link

Cara Pencegahan Hidrosefalus

Sponsors Link

Hidrosefalus ini merupakan suatu penyakit kelainan kongenital yang terjadi karena adanya penumpukan cairan yang berlebih di dalam otak. Hal ini menyebabkan meningkatnya tekanan pada otak, yang jika tidak segera ditangani dapat merusak fungsi dan juga jaringan pada otak. Dalam keadaan normal, cairan tersebut memang berfungsi sebagai pelindung otak, namun ketika volume nya berlebihan, maka dapat meningkatkan tekanan pada otak. Oleh karena itu, penting dilakukan pencegahan hidrosefalus.

ads

Hal ini merupakan suatu keadaan serius yang harus segera ditangani, karena dapat menyebabkan rusaknya jaringan otak secara permanen, hingga kematian. Dan beberapa hal yang memicu terjadinya hidrosefalus ini yaitu, perdarahan pada janin sebelum lahirnya, kelainan genetik, infeksi pada ibu seperti tokso atau sifilis, buruknya mekanisme penyerapan cairan, kelainan sistem saraf, infeksi pada janin, pendarahan dalam otak, tumor otak, dan terjadinya cedera parah pada kepala.  Dan hidrosefalus ini dapat terjadi pada beberapa kondisi, yaitu :

      1. Hidrosefalus kongenital

Hidrosefalus kongenital ini biasa terjadi pada bayi semenjak lahir. Hal ini biasanya terjadi karena adanya suatu kondisi atau kelainan bawaan dari dalam rahim atau kandungan. Yaitu karena faktor infeksi pada ibu, seperti tokso atau kekurangan asam folat. Secara fisik terlihat kepala bayi sangat besar, ubun-ubun tampak menggelembung sehingga urat-uratnya terlihat, dan matanya juga terlihat memandang ke bawah, dan otot kaki kaku. Gejalanya yaitu, bayi susah makan, mudah ngantuk, dan rewel.

      2. Hidrosefalus didapat

Pada kondisi hidrosefalus didapat ini biasa terjadi pada anak-anak dan juga dewasa. Penderitanya biasanya akan mengalami gejala-gejala sebagai berikut : sakit kepala disertai mual, nyeri leher, mengantuk, sulit menahan BAK dan BAB, linglung, penglihatan buram, dan sulit berjalan. Hidrosefalus didapat ini biasa terjadi karena adanya gangguan di otak, seperti stroke, radang selaput otak atau tumor otak.

      3. Hidrosefalus dengan tekanan normal

Keadaan ini biasanya terjadi pada manula. Dengan gejala sebagai berikut, penderita akan mengalami sulit untuk berjalan, sulit menggerakan kaki, sakit kepala, sulit menahan BAK, mengalami gangguan pada fungsi otak sehingga sulit dalam berfikir dan mencerna informasi.

Pada kondisi hidrosefalus ini sebenarnya bisa dideteksi ketika saat di dalam kandungan dengan USG. Disamping itu, bagi yang menderita hidrosefalus pada dewasa atau anak-anak dapat terdeteksi dengan menggunakan alat CT Scan kepala atau MRI scan atau USG.

Pencegahan Hidrosefalus

1. Pada pasangan yang ingin menikah, disarankan untuk melakukan tes pemeriksaan kondisi kesehatannya. Hal ini mencegah terjadinya kelainan bawaan pada saat terjadi kehamilan nanti. Selain itu, agar jika terdapat tanda adanya suatu kelainan dapat segera ditangani dan diobati dengan tuntas.

2. Pada saat hamil, rutin memeriksakan kondisi kehamilan untuk mengetahui kesehatan ibu dan juga janin. Serta pada pemeriksaan USG agar bisa diukur lingkar kepala bayi apakah termasuk normal atau tidak, dan juga jenis pemeriksaan lainnya untuk mengetahui apakah bayi tersebut beresiko terkena hidrosefalus atau tidak, dan jika telah terdeteksi apakah hidrosefalus bisa sembuh total?

3. Perhatikan tumbuh kembang anak, jika terdapat berbagai gejala seperti yang telah disebutkan di atas, cobalah untuk segera membawanya ke dokter anak. Dan perhatikan pula tumbuh kembangnya apabila ada yang berbeda dengan yang lain atau ada kelainan.

4. Lindungi dan selalu perhatikan anak, lindungi anak dari benturan atau cedera pada kepala, karena bisa saja hal tersebut dapat membahayakan anak, dan menjadi salah satu pemicu hidrosefalus.

5. Perhatikan dan cukupi kebutuhan gizi anak. Dengan gizi dan nutrisi yang cukup pada anak, maka akan menurunkan resiko anak terkena berbagai virus penyebab hidrosefalus ini.

6. Perhatikan lingkungan anak bermain dan juga makanan yang dikonsumsi oleh anak, karena hal tersebut merupakan pemicu masuknya virus pada tubuh anak. Dan mengkonsumsi makanan yang tidak terjaga kebersihan dan juga tidak diketahui kandungan pembuatannya dan cara pembuatannya juga dapat memicu masuknya virus ini ke dalam tubuh anak.

7. Segera bawa ke dokter jika terdapat tanda dan gejala seperti berikut, pertumbuhan kepala yang tidak normal, susah untuk menggerakkan leher dan juga kepala, kesulitan dalam bernafas, mudah mengantuk, susah sekali makan, demam, rewel, sakit kepala parah, kejang, muntah-muntah tanpa sebab, dan leher kaku.

Itulah beberapa pencegahan hidrosefalus, perlu diingat bahwa pencegahan memang lebih baik dari mengobati tentunya, karena jika sudah terkena biasanya dokter akan mengambil jalan operasi hidrosepalus pada bayi, anak maupun dewasa. Serta perhatikan betul sakit kepala pada anak, beserta penyebabnya.

, , ,