Sponsors Link

Cara Pencegahan Mikrosefalus

Sponsors Link

Penyakit mikrosefalus ini adalah penyakit yang kadang tidak disadari keberadaan dan kejadiannya. Yang merupakan suatu kondisi kelainan pada otak karena adanya gangguan sistem saraf yang menyebabkan ukuran kepala bayi menjadi lebih kecil dari ukuran kepala normalnya dan tidak berkembang. Seperti yang dibahas pada awal tadi, bahwa kondisi ini biasanya tidak disadari keberadaannya dari awal, sebab memang pada saat lahir ukuran kepala bayi kecil. Seringnya penyakit ini baru disadari ketika anak sudah mengalami beberapa keluhan dan juga gejala tertentu. Oleh karena itu, perlu adanya pencegahan mikrosefalus ini karena dapat mengganggu perkembangan otak bayi atau janin.

ads

Pada anak yang terkena mikrosefalus ini, biasanya ukuran kepala nya lebih kecil dari ukuran kepala normal, namun perkembangan otak dan intelegensi tetap normal. Dan penyakit miksrosefalus ini belum diketahui secara pasti penyebabnya, namun beberapa peneliti menyatakan bahwa faktor keturunan dan lingkungan adalah penyebab utama pada kejadian mikrosefalus ini. Berikut beberapa penyebab pemicu mikrosefalus :

  • Mikrosefali kongenital (masalah dengan gen) : Pada mikrosefalus kongenital ini terjadi karena keturunan atau diturunkan melalui keluarga. Hal ini karena terdapat cacat pada gen pada perkembangan otak awal. Keluarga yang mempunyai keturunan down sindrome dan beberapa gangguan saraf lain bisa saja menularkannya pada keturunannya.
  • Mikrosefali akuisita (karena pengaruh lingkungan) : pada penyebab mikrosefalus akuisita atau karena adanya pengaruh dari lingkungan, hal ini biasanya terjadi karena otak anak terpapar oleh virus tertentu.
  • Disebabkan oleh faktor DNA. Hal ini terjadi diakibatkan karena keracunan darah oleh toksin dan akhirnya terserap oleh janin dan menimbulkan dampak terganggunya keseimbangan DNA dalam otak janin sehingga menyebabkan pertumbuhan otaknya terganggu dan akhirnya terkena mikrosefalus ini.
  • Terjadi karena ibu hamil terkena virus di saat sedang mengandung janin. Serangan virus ini antara lain yaitu virus Rubella, Zika, Varicella, Pneumococcus, dan beberapa virus lainnya, yang akhirnya menyebabkan pertumbuhan otak janin terganggu.
  • Terjadi karena virus yang mengganggu perkembangan otak janin, yang kemudian membentuk impuls dan juga korteks yang terjadi selama kehamilan berusia 4 bulan sampai usia 8 bulan. Yang menyebabkan tengkorak kepala janin terbentuk lebih kecil.
  • Hal ini juga biasa terjadi pada ibu yang pernah mengalami kecelakaan saat kehamilan. Yang menyebabkan terjadinya kerusakan pada jaringan otak, serta menyebabkan aliran darah yang membawa oksigen menuju ke otak janin tidak maksimal. Sehingga menyebabkan perkembangannya otaknya tidak maksimal pula.

Baca juga : Gejala radang selaput otak pada anak

Diagnosis dan gejala awal mikrosefalus

Untuk upaya pencegahan mikrosefalus berkembang lebih pesat, perlu adanya deteksi dini bagi para tenaga medis dan juga para orang tua agar dapat ditangani lebih cepat dan resiko lebih kecil tentunya. Pada petugas kesehatan biasanya dapat melihat di saat pengukuran lingkar kepala bayi, pada bayi mikrosefalus ini ukuran lingkar kepalanya lebih kecil dari normalnya. Selain itu dapat pula terlihat dari sebelum bayi tersebut lahir, atau ketika masih di dalam kandungan, dengan menlihatnya pada alat USG, pada saat USG dokter dapat mengukur lingkar kepala bayi dan dapat mendeteksi awal apakah bayi tersebut mikrosefalus atau tidak. Dan selain itu Anda juga dapat melihat penyebab sakit kepala pada anak dan efek sakit kepala tersebut.

Selain diagnosis di atas, beberapa gejala lain mikrosefalus juga dapat diperhatikan oleh orang tua, yaitu :

  • Bayi memiliki masalah atau kesulitan dalam makan atau menelan.
  • Kejang
  • Memiliki keterlambatan dalam proses duduk, berdiri, berjalan maupun berbicara.
  • Bayi memiliki gangguan pada pendengaran.
  • Bayi sulit untuk diam.
  • Bayi memiliki gangguan penglihatan dan juga pendengaran.
  • Anak memiliki kesulitan melakukan reflek normal dan memiliki gangguan keseimbangan.

Pencegahan Mikrosefalus

Terdapat beberapa cara dan langkah pencegahan mikrosefalus bagi para ibu hamil agar janin yang dikandungnya tidak terkena mikrosefalus, yaitu diantaranya :

  1. Bagi para ibu hamil, selama kehamilan jangan lupa untuk mengkonsumsi makanan yang sehat dan menghindari makanan-makanan yang kurang sehat, serta jangan lupa pula untuk minum vitamin.
  2. Rutinlah melakukan kontrol dan pemeriksaan kehamilan, agar dapat diketahui kondisi kesehatan ibu dan juga janin yang dikandung. Dan juga perlu mengetahui cara mencegah sakit kepala.
  3. Menjaga kebersihan, seperti rajin mencuci tangan sebelum melakukan dan sesudah melakukan aktifitas.
  4. Hindari minum-minuman beralkohol, rokok, narkoba dan bahan-bahan kimia berbahaya.
  5. Cobalah untuk menggunakan obat nyamuk, jika memang di sekitar rumah Anda tinggal termasuk tempat yang terdapat banyak nyamuk.
  6. Sebisa mungkin menghindari kontak dengan kotoran hewan.
  7. Cobalah untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter jika ingin merencanakan kehamilan lagi, namun pernah melahirkan anak dengan mikrosefalus.

Itulah tadi beberapa cara pencegahan mikrosefalus, perlu adanya pencegahan mikrosefalus tersebut karena anak dengan mikrosefalus ini akan lebih beresiko gangguan perkembangan otak, terkena celebral palsy dan juga epilepsi.

, , ,