Sponsors Link

Penyebab Kepala Bayi Teleng Yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Sponsors Link

Merawat dan menjaga kesehatan kepala menjadi salah satu hal penting yang harus dilakukan oleh setiap individu manusia mengingat bagian bagian kepala merupakan salah satu bagian penting dari tubuh manusia yang memiliki peran dan fungsi dalam segala aktivitas yang dijalani. Kepala memiliki bagian bagian  penting yang berperan dalam berbagai hal sehingga harus dijaga dengan baik agar tidak mengalami kelainan maupun trauma kepala secara fisik agar peran bagian penting dikepala tersebut tidak terganggu.

ads

Beberapa bagian bagian kepala yang penting tersebut diantaranya seperti mata, hidung, lidah, dan kuping sebagai indera manusia yang berperan besar dalam segala aktivitas sehari hari, serta otak yang merupakan pusat dari sistem syarat yang dapat mengatur dan memberikan peringtah pada tubuh. Permasalahan pada kepala tentu menjadi kondisi yang pastinya sering dialami oleh setiap orang dengan berbagai macam dampak baik yang buruk maupun ringan seperti sakit kepala biasa.

Permasalahan pada kepala bahkan dapat terjadi sejak manusia masih memiliki usia bayi. Salah satu bentuk permasalahan atau kelainan pada kepala ketika bayi tersebut adalah kepala yang teleng. Kondisi kepala yang teleng pada bayi tentu berbeda dengan kepala bayi peyang dan menjadi suatu hal yang tidak boleh diangap sepele karena bisa jadi menganggu perkembangan dan kesehatan kepala sehingga harus dapat diatas. Berikut ini beberapa penyebab kepala bayi teleng yang harus dihindari sebagai salah satu cara mengatasi dan mencegah kondisi tersebut dalam penjelasan dibawah ini.

  1. Posisi yang tidak benar di dalam rahim

Hal pertama yang dapat menjadi penyebab kepala bayi teleng atau miring ke satu sisi adalah karena posisi yang tidak benar pada saat di dalam rahim. Kondisi bayi yang miring ke satu sisi tersebut bukanlah keadaan yang menyakitkan bagi bayi sehingga tidak muncul gejala atau expresi pada bayi yang menunjukan tubuhnya kesakitan. Posisi yang tidak benar di dalam rahim saat bayi masih berada di sana menyebabkan kerusakan otot yang menghubungkan tulang dada dan tengkorak. Kepala yang teleng merupakan salah satu dari macam macam bentuk kepala yang tidak normal.

  1. Adanya masalah pada otot leher

Permasalahan selanjutnya yang dapat menyebabkan bayi memiliki kondisi kepala yang miring ke salah satu sisi atau disebut sebagai teleng adalah karena adanya masalah pada otot leher. Masalah otot leher tersebut menyebabkan kepala bayi menjadi miring ke salah satu sisi sama ketika orang dewasa yang salah dalam posisi tidur sehingga terbangun bangun posisi kepalanya tidak dapat tegak lurus.

  1. Pembentukan tulang lehar yang tidak sempurna

Teleng atau kepala yang miring ke salah satu sisi juga dapat disebabkan oleh kondisi pembventukan tulang leher yang tidak sempurna. Penyebab kepala bayi teleng tersebut terjadi akibat adanya kondisi yang salah sejak bayi dalam kandungan. Tulang leher yang tidak sempurna terbentuk dapat menyebabkan kepala tidak di topang dengan baik sehingga menjadi miring ke salah satu sisi. Kondisi penyebab tulang leher yang tidak terbentuk sempurna tersebut tidak sama dengan tulang kepala bayi tidak rata yang dapat terjadi ketika bayi sudah tumbuh dewasa maupun ketika masih di dalam kandungan.

  1. Tortikolis

Kepala yang teleng pada bayi tentu berbeda dengan kepala yang teleng pada orang dewasa dan kondisi yang terjadi pada bayi tersebut disebut sebagai tortikolis. kondisi tortikolis dapat terjadi akibat adanya keadaan tulang leher yang memendek serta otot yang tegang sebagai permasalah sejak bayi di dalam kandungan. Kondisi tortikolis tersebut tidak boleh diremehkan karena meskipun tidak menyebabkan kondisi yang menyakitkan pada bayi namun dapat menyebabkan gangguan psikologis ketika kepala bayi yang tidak normal tersebut terjadi hingga dewasa. Kondisi psikologis tersebut muncul karena adanya sikap minder terhadap tubuhnya yang tidak normal.

Beberapa penyebab kepala teleng diatas harus dipahami dengan baik oleh setiap ibu sebagai orang tua dari bayi agar dapat dihindari dan tidak terjadi. Jika keadaan kepala bayi sudah teleng maka ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh ibu untuk mengatasinya. Berikut ini beberapa cara mengatasi kepala bayi yang teleng atau miring ke salah satu sisi dalam penjelasan di bawah ini.

  • Membiasakan posisi tidur bayi yang tepat, pastikan posisi tidur bayi sejajar antara kepala dan tubuhnya. Jangan posisikan bayi tidur miring atau terlentang karena dapat menyebabkan resiko terjadinya masalah atau cedera leher yang bisa memperparah kondisi kepala bayi yang sudah miring ke salah satu sisi atau teleng.
  • Terapi fisik, melakukan terapi terhadap fisik bayi yang mengalami masalah merupakan cara yang diperlukan dalam mengatasi kepala bayi yang teleng. Terapi fisik ini dapat dilakukan oleh tenaga medis maupun juga dapat dilakukan oleh ibu dirumah dengan mengajak bayi untuk menoleh ke kanan dan ke kiri agar mengerakan otot lehernya secara aktif. Terapi fisik dari tenaga medis harus dilakukan sedini mungkin sebelum bayi berusia 3 bulan.
  • Memberikan stimulus pada bayi, langkah selanjutnya yang dapat dilakukan oleh ibu sebagai orang tua ketika bayi mengalami masalah kepala yang teleng adalah dengan memberikan stimulus kepada bayi agar mau mengerakkan otot lehernya. Beberapa stimulus tersebut seperti menidurkan bayi dengan posisi yang bermasalah menghadap ke dinding sehingga bayi akan memutar kepalanya untuk melihat arah luar kasur serta menempatkan mainan pada sisi dimana bayi harus memutar kepalanya sehingga secara tidak langsung dapat menstimulus bayi ke arah yang diinginkan.

Itulah beberapa penyebab kepala bayi teleng yang perlu dipahami dengan baik oleh setiap orang tua. Kebanyakan penyebab kepala bayi yang teleng atau miring ke salah satu sisi sudah terjadi sejak di dalam kandungan namun dapat pula terjadi diluar kandungan ketika mengalami cedera kepala. Kondisi teleng mungkin tidak menyebabkan sakit pada bayi namun harus diatasi dengan baik sebagai salah satu permasalahan fisik yang dapat berdampak buruk ketika bayi dewasa.

, , , ,