Sponsors Link

11 Penyebab Kepala Terasa Kebas dan Kaku yang Harus Diwaspadai

Sponsors Link

Kebas dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) memiliki arti kaku dan atau kesemutan. Keadaan tersebut biasanya dialami oleh bagian tubuh seperti kaki dan tangan. Ketika memosisikan tangan maupun kaki pada posisi yang sama dengan waktu yang lama, maka bisa menimbulkan kesemutan. Tetapi, ternyata tidak hanya dapat dialami oleh kaki dan tangan. Kebas bisa juga dialami dan dirasakan oleh bagian tubuh lainnya seperti kepala.

ads

Bagaimana dengan kepala yang terasa kebas atau kesemutan? Secara umum, kebas kepala akan dirasakan oleh bagian kepala di area dekat dengan leher, bukan kepala bagian atas. Yang dirasakan oleh kepala kebas adalah rasa pegal dan merasakan seperti aliran darah yang hanya mengalir dengan waktu beberapa detik saja. Adapun gejala yang menyebabkan kepala kebas yakni suatu penyakit tertentu, dan pada dasarnya dipicu oleh terjadinya saraf yang tertekan dalam waktu yang lama sehingga secara otomatis darah yang melaju ke area tersebut menjadi macet.

Penyakit tertentu yang bisa memicu hingga kemudian menjadi penyebab kepala terasa kebas antaralain:

1. Sakit Kepala Cluster

Sakit kepala cluster adalah rasa nyeri pada kepala yang sering terjadi berulang-ulang. Bisa juga terjadi pada periode tertentu. Bisa dialami seminggu sebanyak 1-3 kali. Penderita sakit kepala cluster akan terus dirasakan sakitnya, dalam jangka waktu yang lama namun berulang. Misalnya sebulan sekali baru merasakan sakit lagi. Jangan pernah menganggap sepele rasa sakit ini, agar tidak menjadi penyakit-penyakit yang lainnya. Adapun ciri-ciri dari sakit kepala cluster adalah rasa nyeri pada area mata yang meluas hingga ke bagian leher, bahu, dan juga wajah, sulit beristirahat, rasa nyeri hanya pada disebelah tubuh, dan pucat bagian wajah.

2. Migrain

Migrain merupakan gangguan pada kepala yang hanya dirasakan oleh satu bagian kepala saja. Yakni sebelah kanan atau kiri saja. Seseorang yang menderita migrain akan merasakan kepala berdenyut hingga parah. Keadaan tersebut akan mengakibatkan aktivitas menjadi terganggu. Beberapa imbas yang akan dirasakan lainnya adalah mual dan muntah. Adapun penyebab yang dapat mengakibatkan kepala migrain adalah jenis kelamin, berat badan, stres, hormon, pola hidup, gen, dan masih banyak lagi.

3. Sinusitis

Rongga hidung atau organ sinus yang seringkali tersumbat dapat menyebabkan sinusitis. Penyumbatan yang terjadi akan memberikan efek samping berupa rasa sakit yang terjadi pada bagian kepala. Rasa sakit bisa mencapai sampai ke organ lain di bagian kepala, yakni sakit kepala yang mempengaruhi saraf hidung, gigi, telinga, dan otak. Salah satu penyebab terjadinya sinusitis adalah pilek yang berkepanjangan, ciri-ciri apabila terkena sinusitis antaralain sakit kepala diikuti hidung tersumbat, pilek lendir hijau, nyeri di pipi, dan gangguan penciuman.

4. Tumor Otak

Tumor otak dapat membahayakan otak dan organ lain di kepala. Kondisi ini dapat dibuktikan dengan cara CT scan kepala. Apabila mengalami keadaan sakit kepala secara terus menerus melebihi kepala yang terasa kebas. Disarankan untuk melakukan konsultasi dengan rujukan CT scan. Agar tidak mengancam nyawa. Pastikanlah untuk menangani tumor otak sedini mungkin.

5. Infeksi Gigi

Infeksi gigi bisa disebabkan oleh gigi berlubang, terjadi infeksi pada gusi, dan kondisi gigi yang terlalu sensitif. Rasa sakit yang diakibatkan infeksi gigi dapat memberikan efek komplikasi berupa rasa sakit pada bagian kepala. Beberapa ciri gejala sakit kepala yang diakibatkan oleh infeksi gigi adalah kepala yang terus berdenyut, kebas kepala, suara yang menjadi sensitif, dan lainnya.

6. Kekurangan Magnesium

Salah satu zat yang dibutuhkan oleh tubuh manusia adalah magnesium. Magnesium adalah mineral yang berfungsi mengatur sistem syaraf pusat. Kepala terasa kebas bisa disebabkan oleh tubuh yang kekurangan magnesium. Dan yang paling bahaya adalah dapat menyebabkan sakit kepala yang berkepanjangan.

Sponsors Link

7. Otitis Media

Infeksi yang terjadi pada telinga tidak hanya akan mengganggu pendengaran. Infeksi dapat menyerang bagian tengah telinga. Serangan ini menyebabkan gangguan yang disebut dengan otitis media. Telinga bagian tengah adalah ruang di belakang gendang telinga. Ruang tersebut memiliki tiga buah tulang kecil yang berfungsi menangkap getaran dan meneruskannya ke telinga dalam. Otitis media akan mengakibatkan telinga tengah tertimbun mukosa atau lendir. Hal tersebut dapat mengganggu fungsi penyampaian suara ke telinga bagian dalam.

8. Epilepsi atau Ayan

Epilepsi bisa disebabkan oleh trauma di bagian kepala. Gangguan ini biasanya akan muncul dalam waktu satu minggu setelah trauma terjadi. Namun, epilepsi juga bisa terjadi hingga empat tahun setelah trauma terjadi, tidak dapat dipastikan epilepsi kapan akan datang.

9. Stroke

Pembuluh darah yang tersumbat hingga mengganggu jalannya aliran darah menuju organ otak bisa mengakibatkan stroke. Sehingga berbagai nutrisi dan oksigen yang dikirim ke otak juga terhambat. Akibat lainnya adalah terjadinya tekanan syaraf-syaraf otak karena adanya gumpalan yang ada di dalam pembuluh darah organ otak. Apabila keadaan tersebut menjadi satu, maka akan menyebabkan sakit kepala sebelah kiri, jika penyumbatan utama terjadi pada pembuluh darah yang berhubungan dengan otak sebelah kiri. Begitu pun akan terjadi pada sakit kepala sebelah kanan, apabila ada penyumbatan yang berkaitan dengan otak sebelah kanan.

Sponsors Link

10. Herpes Zoster

Sepanjang saraf bisa diserang oleh gangguan herpes zoster. Gejala yang menyertainya adalah neuralgia yang serius. Adanya gangguan saraf serviks dan trigeminal menyebabkan gangguan ini hingga kemudian mengakibatkan kepala kesemutan. Kepala juga bisa mengalami mati rasa. Mati rasa pada kepala bisa dirasakan pada bagian kanan ataupun kiri. Gejala lain yang menyertai adalah gangguan penglihatan serta flu.

11. Serangan Jantung Iskemik

Keadaan ini dapat dicirikan oleh kepala yang kebas atau kesemutan. Ciri lain dari serangan ini adalah pingsan, tubuh yang lemah, serta cepat lelah. Walaupun jika dibandingkan dengan stroke, kondisi levelnya masih di bawah, namun gejalanya patut diwaspadai. Keadaan ini menggambarkan bahwa pasokan darah terganggu saat menuju ke bagian otak dan terjadi dalam sekejap.

Beberapa poin diatas merupakan penyakit atau gangguan tertentu yang menjadi penyebab kepala terasa kebas. Terus waspada terhadap diri agar tidak terjadi yang tidak diinginkan. Tidak ada salahnya melakukan konsultasi ke dokter ahli apabila merasakan sakit kepala yang tidak kunjung berhenti.

, , , ,