Sponsors Link

Penyebab Lingkar Kepala Bayi Kecil Yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Sponsors Link

Setiap orang tua tentu menginginkan agar kondisi perkembangan dan pertumbuhan yang terjadi pada bayi dapat berlangsung dengan baik dan normal sesuai usianya. Untuk selalu mengusahakan agar bayi dalam kondisi perkembangan yang baik maka perlu beberapa usaha yang harus dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab orang tua terhadap bayinya. Peran orang tua terutama ibu memang sangat penting dalam menjaga agar kondisi yang terjadi pada bayi sesuai dengan keadaan yang normal.

ads

Salah satu bagian tubuh yang perlu diperhatikan oleh orang tua terkait perkembangan yang berjalan pada bayi adalah kepala. Kepala merupakan organ tubuh yang penting karena terdiri dari bagian bagian kepala dengan fungsi masing masing yang tentunya mendukung proses dan aktivitas yang terjadi di dalam tubuh. Kepala terdiri dari beberapa indera indera mulai penglihatan, pendengaran, perasa, penciuman, hingga otak yang merupakan pusat kendali dan pusat sistem saraf.

Diantara perkembangan kepala yang perlu diperhatikan dengan baik dan dapat menunjukan kenormalan perkembagannya adalah lingkar kepala dengan berbagai macam macam bentuk kepala bayi. Dalam proses perkembangannya sesuai dengan usia bayi, ukuran lingkar kepala tentu akan meningkat dan terus berkembang sesuai dengan proporsional tubuh bayi. Dalam kondisi yang bermasalahan lingkar kepala bayi terkadang memiliki ukuran yang kecil. Berikut ini beberapa penyebab lingkar kepala bayi kecil dalam penjelasan di bawah ini.

Otak dan kepala bayi akan mengalami 80 persen pertumbuhan pada 2 tahun awal kehidupannya sehingga pengukuran lingkar kepala dan ubun ubun pada bayi menjadi salah satu hal yang penting untuk dilakukan untuk menentukan apakah perkembangan kepala bayi dan otaknya berjalan dengan baik. Pemantauan lingkar kepala bayi tersebut dianjurkan untuk berlangsung hingga 2 tahun. Pada proses pemantauan berkala tersebut, ukuran kepala yang normal akan cepat diketahui.

Ukuran lingkar kepala bayi yang direkomendasikan oleh WHO pada bayi yang baru lahir adalah 31,7 hingga 36,9 untuk bayi perempuan dan 32,1 sampai 36,9 untuk bayi laki laki. Normal tidaknya perkembangan ukuran lingkar kepala bayi dapat dicocokan dengan grafik pertumbuhan normalnya. Cara pengukurannya cukup sederhana yakni dengan menggunakan alat ukur yang fleksibel seperti meteran yang digunakan oleh penjahit pada bagian kupa diatas mata bayi. Pengukuran sebaiknya dilakukan secara bertahap setiap bulannya untuk memastikan ada tidaknya masalah pada pertumbuhan kepala bayi atau kondisi sakit kepala pada bayi.

Seperti dalam penjelasan diatas, pengukuran lingkar kepala bayi sangat diperlukan dalam membantu mengatasi dan mencegah dampak yang lebih besar dari masalah perkembangan kepala bayi yang salah satunya adalah keadaan dimana lingkar kepala bayi kecil dibawah nilai normal dalam grafik pertumbuhannya. Kondisi lingkar kepala bayi yang kecil tersebut harus diperhatikan dengan baik oleh setiap orang tua dan dapat disebabkan beberapa kondisi yang diantaranya seperti dijelaskan di bawah ini.

  1. Milkrosefali

Mikrosefali dipercaya menjadi kondisi yang menyebabkan lingkar kepala bayi berukuran kecil. Mikrosefali sendiri secara definisi merupakan gangguan sistem saraf langka yang menyebabkan kepala bayi memiliki ukuran yang kecil dan tidak berkembang dengan sempurna. Kondisi ini dapat menyebabkan otak menjadi berhenti untuk berkembang dan menjadikan tempurung kepala bayi tidak menutup sempurna serta dapat terjadi saat bayi masih di dalam kandungan maupun ada masa satu tahun awal kehidupannya.

  1. Faktor keturunan

Mikrosefali sebagai penyebab terjadinya kondisi dimanan ukuran kepala bayi menjadi kecil dapat disebabkan oleh beberapa faktor yang salah satunya karena keturunan. Faktor keturunan yang dimaksud dalam hal ini adalah resiko bayi akan tinggi menderita kondisi mikrosefali ketika ada keluarga langsung dan dekat yang juga memiliki riwayat yang sama sebelumnya. Mikrosefali karena keturunan ini merupakan kondisi permasalahan mikrosefali yang diakibatkan oleh gen sehingga disebut sebagai mikorsefali kongenital. Mikrosefali kongenital diturunkan dan menyebabkan cacat pada gen yang bertanggung jawab terhadap perkembangan otak awal. Mikorsefali banyak dikenali pada penderita down sindrom dan kelainan genetik lainnya. Bentuk kepala bayi cerdas tentu tidak akan terlihat kecil atau tidak sesuai ukuran normalnya.

  1. Mikrosefali akuisita

Berbeda dengan kondisi mikrosefali kongenital, keadaan lain yang juga dapat menjadi penyebab lingkar kepala bayi kecil adalah kondisi yang disebut mikorsefali akuista. Mikrosefali akuista ini terjadi akibat adanya otak yang melakukan kontak dengan hal sesuatu penyebab terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan otak ketika di dalam rahim. Mikrosefali akuisita ini dapat disebabkan oleh beberapa kondisi diantaranya seperti :

  • Pendarahan dan cacat, pendarahan pada pembuluh darah otak saat bayi lahir dan adanya cacat medulla spinalis maupun cedera otak dapat menyebabkan ukuran lingkar kepala bayi tidak normal.
  • Infeksi, beberapa mikroorganisme penginfeksi dapat menyebabkan terjadinya kelainan pada pertumbuhan otak bayi mulai dari infeksi bakteri, infeksi rubella atau campak jerman, zika, cacar, dan infeksi parasit seperti toksoplasmosis atau sitomegalosis.
  • Bahan berbahaya, ibu hamil yang terpapar bahan kimia berbahaya dapat menjadi penyebab terjadinya mikrosefali sebagai kondisi yang menjadikan lingkar kepala bayi kecil. Selain bahan kimia, beberapa bahan berbahaya lain yang juga dapat menyebabkan bayi mengalami kondisi mikorsefali adalah karena ibu terlalu banyak dan sering mengkonsumsi alkohol maupun menggunakan obat obatan secara sembarangan.
  • Kurang nutrisi pertumbuhan, penyebab lainnya yang juga dapat menjadikan bayi mengalami permasalahan kesehatan yang disebut mikorsefali ini dapat terjadi akibat kurangnya nutrisi pertumbuhan terutama pada saat bayi masih berada di dalam kandungan ibu hamil.

Itulah beberapa penjelasan mengenai penyebab lingkar kepala bayi kecil yang perlu untuk selalu diperhatikan dengan baik. Untuk dapat mengatasi kondisi lingkar kepala yang kecil dan tidak sesuai usianya tersebut maka perlu dilakukan pemeriksaan yang lebih mendalam secara medis untuk mengetahui dengan pasti apa penyebabnya dan cara yang dapat ditempuh untuk mengatasinya. Ibu juga perlu menjaga agar bayi tidak mengalam trauma kepala yang menyebabkan permasalahan pada perkembangan bayi.

, , ,