Sponsors Link

13 Penyebab Otak Kekurangan Oksigen Paling Berbahaya

Sponsors Link

Otak dan semua bagian tubuh membutuhkan aliran darah yang segar dan lancar. Darah membawa nutrisi lengkap untuk kebutuhan organ tubuh. Kemudian darah juga membawa oksigen yang sangat penting untuk membuat organ bisa bekerja secara normal. Ibaratnya tubuh manusia itu mesin atau kendaraan maka darah menjadi oli yang mensuplai kekuatan dan pelumas untuk mesin.

ads

Nah otak juga membutuhkan darah yang cukup untuk membantu otak bisa bekerja dengan normal. Kekurangan oksigen pada otak bisa memicu masalah yang sangat serius termasuk kejang dan kematian. Seringkali ketika otak mengalami kekurangan oksigen maka sakit kepala akan muncul dengan cepat. Kondisi kekurangan oksigen pada otak juga disebut sebagai hipoksia otak. Lalu apa saja penyebab otak kekurangan oksigen paling berbahaya? Berikut penjelasan kami.

  • Stroke

Orang yang terkena stroke juga bisa mengalami masalah ini. Hal ini bisa terjadi karena kondisi stroke yang akan menyebabkan aliran darah ke otak mengalami hambatan. Stroke bisa memicu masalah aliran darah termasuk seperti penyumbatan pembuluh darah otak kiri. Karena itu terkadang penderita stroke tidak bisa memiliki koordinasi tubuh yang baik setelah serangan stroke. Semua karena efek dari beberapa bagian otak yang tidak mendapatkan oksigen selama serangan.

  • Gagal jantung

Gagal jantung juga akan menyebabkan masalah yang sama dimana darah tidak bisa mengalir sampai ke otak sehingga otak akan kekurangan oksigen. Ini yang akan membuat penderita gagal jantung mengalami gejala yang sangat khas seperti sulit bernafas, mual, tubuh lemah, sakit kepala, muntah dan akhirnya terjadi gagal jantung. Kondisi ini berkembang cepat sehingga gagal jantung bisa menyebabkan kematian mendadak.

  • Detak jantung tidak normal

Masalah pada beberapa bagian bagian kepala ternyata juga bisa memicu detak jantung yang tidak normal. Ketika jantung tidak bisa bekerja normal untuk memompa darah ke otak maka detak jantung bisa menjadi sangat cepat atau lambat. Ini tanda pertama yang sering terjadi ketika otak justru tidak mendapatkan cadangan oksigen yang cukup. Setelah mengalami gejala ini biasanya tubuh menjadi sangat lemah.

  • Hipotensi

Hipotensi adalah sebuah masalah yang akan menyebabkan tekanan darah sangat rendah. Darah dalam tubuh akan beredar melewati arteri yang kemudian masuk ke jantung dan lalu masuk ke dinding arteri yang dibaca menjadi tekanan darah. Tekanan darah rendah yang parah akan terbaca kurang dari 90/60 dari alat pengukur tekanan darah. saat itu maka jantung berdetak lebih lemah dan bagian otak juga akan kekurangan oksigen. Gejala ini juga sering menyebabkan kepala kesemutan sebelah kiri atas.

  • Komplikasi anestesi

Efek dari anestesi juga bisa menyebabkan otak kekurangan oksigen. Biasanya ketika dalam prosedur operasi tertentu maka anestesi diberikan secara total. Dimana pasien akan kehilangan kesadaran selama operasi kemudian bantuan oksigen akan diberikan. Namun setelah operasi selesai maka perlahan kadar oksigen bantuan dikurangi dan pasien akan bernafas normal. Nah efek inilah yang terkadang masih muncul selama masa pemulihan.

  • Tersedak

Efek dari tersedak ternyata juga bisa menyebabkan bagian otak kekurangan oksigen. Tersedak terjadi ketika makan atau minum dengan sangat cepat sehingga makanan masuk ke saluran yang tidak seharusnya. Pada penderita vertigo jika tersedak maka bisa sangat berbahaya. Saat tersedak maka konsentrasi oksigen akan menurun dengan sangat cepat. Kondisi ini juga yang akan membuat otak mengalami efek yang sama.

  • Keracunan karbon monoksida

Orang yang masuk ke tempat dengan kadar karbon monoksida tinggi biasanya juga akan mengalami hipoksia otak. Hal ini bisa terjadi karena otak tidak membutuhkan bahan ini tapi hanya oksigen. Tubuh kita justru mengeluarkan karbon dioksida sebagai hasil proses pernafasan. Keracunan bahan ini biasanya akan membuat penderita sakit kepala dan kehilangan kesadaran. Perawatan harus dilakukan dengan cepat untuk mencegah kematian.

Sponsors Link

  • Tenggelam

Orang yang tenggelam juga tidak akan mendapatkan bahan oksigen yang cukup. Hal ini bisa terjadi karena paru-paru menelan banyak air atau bahkan dipenuhi oleh air. Akibatnya paru-paru tidak bisa mendapatkan oksigen yang cukup lalu jantung juga tidak akan memompa darah. Akibatnya bukan hanya bagian otak saja yang kurang oksigen tapi semua bagian tubuh. Efek terberat adalah kematian dalam air karena tubuh tidak mendapatkan oksigen.

  • Menghirup asap kebakaran

Petugas pemadam kebakaran akan selalu menggunakan masker khusus untuk menjaga agar paru-paru tidak menghirup asap kebakaran. Asap kebakaran sangat berbahaya untuk tubuh karena mengandung berbagai bahan kimia yang bisa menyebabkan komplikasi paru-paru dan otak. Ini juga yang akhirnya membuat otak kekurangan oksigen dengan cepat dan penderita akan kehilangan kesadaran atau pingsan.

  • Pergi ke dataran tinggi

Pergi ke dataran tinggi seperti mendaki gunung bisa memicu masalah kekurangan oksigen yang cukup berat. Hal ini sering terjadi pada pendaki pemula yang tidak bisa menghadapi kadar oksigen yang tipis di puncak gunung. Semakin tinggi gunung maka kadar oksigen akan semakin tipis. Karena itu otak juga akan mengalami kekurangan oksigen. Gejala yang sering terjadi termasuk seperti tubuh yang lemah, nafas yang pendek, detak jantung cepat, dan pingsan.

Sponsors Link

  • Kerusakan otak

Trauma pada otak juga bisa menyebabkan masalah ini. Kondisi ini paling sering terjadi pada orang yang pernah mengalami cedera otak akibat olahraga, kecelakaan dan trauma yang lain. Karena itu setelah mengalami trauma pada otak biasanya penderita akan pingsan, bingung, depresi dan masalah mental lain seperti gangguan kecemasan. Semua bisa terjadi karena benturan dan bagian otak yang tidak cukup oksigen.

  • Asma

Pada penderita asma juga sangat sering berisiko mengalami kurang oksigen pada otak. Hal ini terjadi akibaty selama serangan, paru-paru tidak mendapatkan oksigen yang cukup. Lalu otak akan kekurangan oksigen yang bisa membuat penderita sakit kepala, detak jantung meningkat dan pingsan.

  • Tercekik

Tercekik secara sengaja atau tidak sengaja akan membuat penderita tidak mendapatkan oksigen yang cukup. Hal ini bisa terjadi karena paru-paru tidak dapat memuat oksigen yang cukup. Aliran darah ke otak akan menjadi sangat lambat dan otak kekurangan oksigen. Inilah salah satu pemicu pada kasus tercekik bisa menyebabkan kematian.

Begitulah semua penyebab otak kekurangan oksigen paling berbahaya. Karena masalah ini juga bisa menyebabkan kondisi yang buruk termasuk kematian maka otak yang kekurangan oksigen harus segera mendapatkan perawatan.

, , , ,
Oleh :
Kategori : Kesehatan