Sponsors Link

18 Penyebab Sakit Kepala pada Anak Kecil dan Cara Mengatasinya

Sponsors Link

Sakit kepala dapat dialami oleh siapa saja, dewasa, remaja maupun anak-anak. Jika hal ini terjadi pada anak Anda, sebaiknya tidak buru-buru panik atau langsung memeriksakan buah hati Anda ke dokter. Sebab, tidak jarang sakit kepala pada anak disebabkan oleh hal-hal kecil yang sering terjadi di sekitar lingkungan, namun luput dari perhatian orang tua. Memang untuk beberapa kasus tertentu, sakit kepala pada anak bisa jadi merupakan gejala lain dari penyakit kepala. Misalnya, jika frekuensi sakit kepala terjadi terlalu sering dalam kurun waktu yang berdekatan, orang tua patut mengonsultasikannya dengan dokter.

ads

Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengetahui lebih jauh mengenai jenis dan penyebab sakit kepala pada anak, serta cara mengatasinya. Berikut ini akan dibahas satu per satu penyebab sakit kepala pada anak dan cara mengatasinya:

1. Dehidrasi

Kekurangan cairan atau dehidrasi merupakan salah satu penyebab sakit kepala pada anak. Hal ini dapat terjadi dikarenakan padatnya jadwal aktivitas anak yang tidak didukung dengan asupan cairan yang optimal ke dalam tubuh mereka. Air yang kaya oksigen membantu memperlancar peredaran darah sehingga suplai oksigen ke otak dapat tercukupi dengan baik. Ketika tubuh kekurangan cairan maka otak tidak akan dapat bekerja dengan maksimal. Karenanya, mengonsumsi air putih sangat penting bagi siapa saja, terlebih lagi bagi anak-anak.

Jika anak Anda sakit kepala, sebelum memberi mereka obat pereda sakit atau memeriksakan ke dokter, ada baiknya melihat dulu kebiasaan minum anak. Apakah aktivitasnya hari itu sudah diimbangi dengan minum air putih yang cukup? Bisa jadi, anak Anda mengalami sakit kepala hanya karena dehidrasi. Ketika anak Anda melakukan aneka aktivitas, mulai dari mengerjakan tugas-tugas sekolah hingga kegiatan ekstrakurikuler, ada baiknya membekali mereka dengan air putih untuk menghindari sakit kepala.

Dan saat mereka lebih banyak beraktivitas di dalam rumah, tetap ingatkan anak Anda untuk minum air putih, sebab cairan tubuh mudah sekali hilang. Dengan mengonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup akan membantu anak Anda terhindar dari dehidrasi yang dapat menyebabkan sakit kepala.

2. Terlambat Makan

Makan tepat waktu utamanya amat penting untuk anak-anak. Tubuhnya yang sedang berkembang membutuhkan terjaminnya asupan makanan yang tidak hanya bergizi tinggi, tapi juga teratur. Sebagaimana layaknya orang dewasa, lambung yang tidak diisi dengan teratur akan memicu naiknya asam lambung sehingga menyebabkan perut kembung, mual, muntah, dan sekaligus sakit kepala. Begitu pula yang dapat terjadi pada anak-anak. Sakit kepala yang mereka keluhkan sangat mungkin disebabkan karena terlambat makan.

Oleh karena itu, para orang tua hendaknya selalu mengingatkan anak untuk makan dengan teratur. Seperti pada poin sebelumnya, ketika anak Anda lebih banyak beraktivitas di luar rumah, tak ada salahnya membuatkan bekal yang dapat langsung mereka santap. Sebab, biasanya anak-anak sering lupa makan sehingga mereka dapat dengan mudah mengalami sakit kepala. Baca juga: Jenis Sakit Kepala.

3. Makanan dan Minuman

Jenis makanan dan minuman tertentu dapat menyebabkan sakit kepala pada anak. Sering mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung pengawet dan penyedap rasa misalnya, dapat menjadi salah satu penyebab sakit kepala pada anak Anda. Sebut saja nitrat, pengawet makanan dan minuman yang dapat ditemukan di hampir semua makanan siap saji. Dan juga monosodium glutamat (MSG) sebagai penyedap rasa yang ada pada makanan berkemasan.

Akan lebih bijak bagi para orang tua untuk selalu membaca terlebih dahulu komposisi makanan dan minuman berkemasan yang beredar di pasaran. Jika anak Anda sakit kepala, periksa kembali makanan dan minuman yang sering dikonsumsi anak. Ada kemungkinan kandungan nitrat dan MSG yang anak Anda konsumsi dari makanan dan minuman berkemasan terlalu banyak. Baca juga: Makanan Penyebab Sakit Kepala.

Sponsors Link

4. Kurang Tidur

Ketika anak tidur sel-sel dalam tubuhnya berkembang. Perkembangan sel-sel tubuh ini akan terganggu ketika anak kurang tidur. Jika anak sulit untuk tidur cepat di malam hari, kemungkinan besar mereka akan mengalami sakit kepala. Kurang tidur membuat kadar hemoglobin dalam darah menurun. Sebagai protein dalam sel darah yang membantu mengantarkan suplai oksigen ke otak, turunnya kadar hemoglobin akan menghambat asupan oksigen yang dibutuhkan otak sehingga membuat anak Anda sakit kepala. Baca juga: Efek Sakit Kepala.

5. Melihat Komputer/Gadget atau Menonton Televisi Terlalu Lama

Bermain game di komputer atau menonton televisi terlalu lama dapat membuat mata lelah. Jika terus dipaksakan hal ini akan berdampak pada timbulnya rasa nyeri di kepala. Bila anak Anda sering mengeluhkan sakit kepala, faktor menonton terlalu lama ini bisa menjadi salah satu penyebabnya. Orang tua harus disiplin mengingatkan anak terkait jam bermain komputer atau gadget dan menonton televisi ini agar risiko anak sakit kepala dapat diminimalisir. Baca juga: Sakit Kepala Terus Menerus.

6. Cemas dan Stres

Padatnya aktivitas, tugas sekolah, kegiatan ekstrakurikuler yang dilakukan oleh anak-anak dapat membuat mereka merasa tertekan. Banyak anak yang kemudian merasa cemas karena takut tidak bisa menyelesaikan semua tugas sekolah mereka dengan baik. Jika hal ini terjadi berulang-ulang dalam waktu yang lama, bukan tidak mungkin anak Anda akan mengalami stres dan kecemasan berlebih. Anak yang merasa cemas dan stres akan lebih mudah untuk sakit kepala. Coba cek kembali jadwal rutinitas harian anak Anda, jika anak merasa terlalu lelah dan mengeluhkan sakit kepala, tidak ada salahnya mengurangi beberapa kegiatan agar anak dapat beristirahat dengan optimal dan terhindar dari stres.

7. Minum Obat-obatan Tertentu

Seperti yang disebutkan di awal artikel ini, saat anak Anda sakit kepala sebaiknya tidak langsung memberikan mereka obat pereda sakit. Sebab, tidak jarang konsumsi obat-obatan tertentu tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan apoteker atau dokter malah membuat anak Anda lebih sering sakit kepala. Obat pereda sakit hanya mengurangi rasa sakitnya, bukan mengobati. Baca juga: Obat Sakit Kepala Tradisional.

Sponsors Link

8. Flu, Demam, dan Sakit Gigi

Jika anak flu, hidung mereka biasanya tersumbat, hal ini membuat mereka sulit untuk bernapas dengan normal. Karenanya, anak yang sedang flu juga dapat mengalami sakit kepala. Begitu pula jika mereka merasa demam dan sakit gigi. Anak juga dapat merasa sakit kepala bersamaan dengan rasa demam dan sakit gigi mereka. Baca juga: Sakit Kepala Bagian Depan.

9. Infeksi Sinus, Mata, Telinga, dan Tenggorokan

Sinus adalah ruang udara yang terletak di tulang wajah di sekitar hidung. Infeksi yang terjadi pada sinus dan organ yang berada di sekitarnya, seperti mata, telinga, dan tenggorokan dapat membuat anak Anda mengalami sakit kepala. Seperti yang dijelaskan pada poin sebelumnya, sakit kepala dapat muncul bersamaan dengan infeksi yang sedang dialami oleh anak Anda. Baca juga: Sakit Kepala Cluster.

10. Alergi

Alergi terhadap udara dan makanan biasanya menjadi penyebab umum mengapa anak Anda sakit kepala. Udara yang mengandung zat tertentu seperti debu, ketika masuk ke dalam tubuh melalui hidung akan direspon oleh hormon histamin sebagai penyebab gejala alergi. Alergi ini nantinya akan mempengaruhi saluran telinga tengah ke bagian belakang tenggorokan. Gangguan yang terjadi pada saluran telinga tengah ini selanjutnya akan menyebabkan sakit kepala.

Begitu pula halnya dengan alergi makanan. Alergi makanan ini dapat dideteksi jika setelah mengonsumsi jenis makanan tertentu anak Anda merasa sakit kepala. Dan hal ini terus terjadi saat anak mulai mengonsumsinya. Oleh karena itu, sebaiknya orang tua lebih memperhatikan kembali aktivitas dan asupan makanan anak, dan bila anak Anda sakit kepala tidak buru-buru meminumkan mereka obat pereda nyeri/sakit. Baca juga: Sakit Kepala Belakang.

11. Benturan Kepala

Anak yang pernah mengalami cedera pada bagian kepalanya bukan tidak mungkin akan sering merasa sakit kepala dibandingkan anak lainnya. Cedera pada bagian kepala seperti benturan akan mempengaruhi sel otak. Sel otak dapat mati atau sakit karena efek benturan kepala tersebut, dan ketika sel otak rusak, sel ini tidak akan bisa memperbaiki diri lagi. Hal ini akan membuat fungsi otak tidak berjalan maksimal. Karena itulah anak yang pernah mengalami benturan di kepalanya cenderung lebih sering sakit kepala. Baca juga: Cara Mengobati Sakit Kepala Terus Menerus.

ads

12. Perjalanan Darat yang Cukup Lama

Kelelahan bisa menjadi penyebab sakit kepala pada anak Anda. Rasa lelah ini datang salah satunya karena anak menempuh perjalanan darat yang cukup lama. Tak jarang, anak juga akan dehidrasi saat melakukan perjalanan darat. Akibat kelelahan dan dehidrasi, anak bisa tidak tidur dengan lelap selama di perjalanan yang berujung membuat anak sakit kepala. Baca juga: Cara Mengatasi Sakit Kepala Sebelah Kanan.

Cara Mengatasi Sakit Kepala pada Anak

Setelah mengetahui beragam penyebab sakit kepala pada anak, apa yang bisa dilakukan untuk mengatasinya? Silakan simak poin-poin berikut:

  • Berikan perhatian lebih pada anak dengan pelukan dan ciuman

Pelukan dan ciuman Anda akan membuat anak merasa nyaman. Sering, rasa nyaman ini membantu mengurangi rasa sakit kepalanya. Baca juga: Cara Mencegah Sakit Kepala.

  • Minum air putih

Anjurkan anak Anda untuk selalu banyak minum air putih. Hal ini akan membantu memperlancar peredaran darah dan suplai oksigen ke otak sehingga rasa sakit kepala dapat berkurang. Baca juga: Cara Tidur Orang Vertigo.

  • Konsumsi makanan sehat dan bergizi.

Sebaiknya kurangi makan makanan yang mengandung pengawet dan penyedap rasa (MSG). Anda dapat memasakkan makanan yang jauh lebih sehat dan bergizi untuk anak Anda.

  • Pijat area dahi, tengkuk, pundak, dan punggung.

Coba pijat dengan lembut badan anak Anda di area dahi, tengkuk, pundak, dan punggungnya dengan minyak kayu putih. Pemijatan dapat membuat anak Anda lebih rileks dan rasa hangat minyak kayu putih dapat memberikan kenyamanan yang mendorong anak Anda lebih mudah tertidur. Tidur dengan lelap membantu menghilangkan rasa sakit kepalanya. Baca juga: Cara Menghilangkan Sakit Kepala dengan Pijatan.

Ajarkan anak Anda untuk melakukan relaksasi dengan berlatih pernapasan dalam. Menghirup udara segar dengan teknik pernapasan yang tepat dapat membantu suplai oksigen yang maksimal ke otak sehingga mengurangi sakit kepala. Selain itu, Anda bisa juga mendengarkan musik yang menenangkan bersama anak Anda. Hal ini juga dapat membantunya lebih mudah untuk tidur lelap.

  • Matikan TV dan perangkat elektronik lainnya.

Suasana rumah yang tenang akan membantu anak Anda merasa jauh lebih rileks. Segera matikan televisi dan gadget Anda yang kiranya dapat mengganggu ketenangan dan relaksasi anak Anda. Baca juga: Cara Mengobati Vertigo.

  • Mengatur lampu kamar menjadi gelap atau temaram.

Saat sakit kepala, terkadang anak Anda akan sensitif terhadap cahaya yang terlalu terang. Untuk membantunya mengurangi rasa sakit kepala dan agar cepat tertidur, Anda dapat meredupkan lampu kamar atau mengganti bola lampunya ke ukuran watt yang lebih kecil.

Memberikan obat pereda sakit adalah opsi terakhir yang dapat Anda lakukan jika memang rasa sakit kepalanya tidak cepat berkurang. Orang tua sebaiknya mengingat bahwa terlalu sering memberikan obat pada anak akan membuat sistem imunnya kebal terhadap efek obat tersebut sehingga dosis obatnya nanti akan bertambah. Selain itu, jika frekuensi sakit kepala anak Anda terlalu sering dan terjadi dalam kurun waktu yang dekat segera konsultasikan dengan dokter. Semoga artikel ini bermanfaat.

, , ,
Oleh :
Kategori : Kesehatan