Sponsors Link

Sakit Kepala: Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Pencegahan

Sponsors Link

Sakit kepala atau pusing merupakan keadaan sakit di bagian kepala dan sekitarnya, yang tentunya dapat mengganggu aktivitas seseorang. Sakit pada kepala ini memiliki banyak jenis dan penyebab yang berbeda-beda pula. Ada sakit kepala yang tergolong ringan dan hanya efek dari kelelahan, namun juga ada sakit kepala yang merupakan tanda atau gejala dari penyakit mematikan yang sedang menggerogoti tubuh Anda.

ads

Lalu bagaimanakah Anda bisa mengenali jenis-jenis sakit kepala tersebut dan membedakannya? Berikut ini kami kumpulkan informasi mengenai jenis-jenis sakit kepala yang banyak menyerang manusia.

Gejala Sakit Kepala dan Bahayanya

Sakit pada kepala yang normal biasanya dapat diatasi dengan istirahat dengan cukup. Seringkali gejala sakit pada kepala lebih dari sekedar nyeri pada bagian kepala. Jika Anda merasakan gejala sakit pada kepala yang berlebihan, maka mungkin saja sakit kepala yang Anda alami adalah sakit kepala yang berbahaya. Berikut ini beberapa gejala sakit kepala yang harus Anda waspadai dan bahayanya.

  • Demam Tinggi

Jika Anda merasakan sakit pada kepala yang disertai dengan demam tinggi, mungkin saja Anda mengalami infeksi dalam tubuh. Infeksi dalam tubuh ini membahayakan dan harus ditangani dengan berkomunikasi pada dokter dan menerima pengobatan medis.

  • Gangguan Penglihatan

Pusing yang juga diikuti dengan gangguan penglihatan merupakan salah satu gejala dari keberadaan tumor otak. Oleh karena itu, Anda harus segera memeriksakan diri pada dokter dan menerima pertolongan pertama untuk mencegah pembesaran tumor.

  • Sulit Berjalan atau Lumpuh

Gangguan gerak yang diikuti juga dengan rasa pusing merupakan salah satu gejala sakit pada kepala yang berbahaya. Hal ini perlu mendapat perhatian khusus untuk mencegah penyakit-penyakit berbahaya seperti lumpuh total akibat tumor yang menghimpit pembuluh darah di otak.

  • Hilang Kesadaran

 Sakit pada kepala atau pusing ternyata juga dapat menyebabkan gejala lain yaitu hilang kesadaran. Gejala sakit pada kepala yang satu ini sangat membahayakan. Alasannya adalah karena hilang kesadaran dapat menyebabkan matinya sel otak dan permasalahan kesehatan lanjutan yang sama membahayakannya dengan tumor otak.

Baca juga: Sakit Kepala Cervicogenic.

Jenis-jenis Sakit Kepala yang sering Ditemukan

1. Sakit Kepala Primer

Jenis sakit pada kepala yang pertama dikenal dengan istilah sakit kepala primer. Sakit kepala primer ini menunjuk kepada keadaan di mana kepala terasa sakit akibat dari gangguan yang disebabkan oleh kondisi dan struktur kepala yang berbeda juga sensitif terhadap lingkungan. Sakit pada kepala ini tidak disebabkan penyakit lain yang sedang menyerang tubuh Anda. Misalnya saja, gangguan dalam tubuh yang dapat menyebabkan sakit kepala adalah gangguan otot, gangguan otak, gangguan sistem saraf, ataupun gangguan peredaran darah. Beberapa gangguan tersebut memungkinkan terjadinya sakit kepala primer.

Sakit kepala primer juga memiliki ciri lain, yaitu sakit kepala ini biasanya bersifat turun temurun atau diturunkan secara genetis. Beberapa contoh sakit kepala primer kemudian akan dijelaskan kembali pada bagian di bawah ini:

  • Sakit Kepala Sebelah (Migrain)

Jenis sakit kepala primer yang pertama adalah sakit pada kepala sebelah atau yang juga dikenal sebagai migrain. Jenis sakit kepala migrain ini cukup banyak ditemukan di masyarakat saat ini. Perasaan sakit dirasakan oleh penderita hanya di satu sisi kepala dan rasanya berdenyut tidak karuan. Keadaan sakit kepala migrain ini seringkali mengganggu aktivitas penderitanya. Oleh karena itu  pengetahuan akan pemicu dan penanggulangannya penting untuk dipahami oleh penderitanya. Baca juga: Efek Sakit Kepala Sebelah.

  • Sakit Kepala Tegang

Jenis lain dari sakit kepala primer adalah sakit kepala tegang. Keadaan ini menyebabkan penderitanya merasakan rasa sakit yang mengikat serta melilit di beberapa bagian kepala. Sepertinya bagian kepala terasa diikat dengan kencang dan ditarik terus menerus. Rasa tegang pada sakit kepala biasanya disebabkan oleh faktor-faktor eksternal seperti kelelahan, stress, ataupun masalah-masalah lainnya. Hindarilah kebiasaan buruk tersebut untuk dapat mencegah sakit kepala tegang yang sering muncul dan Anda rasakan.

  • Sakit Kepala Cluster

Sakit kepala primer jenis selanjutnya dikenal dengan istilah sakit kepala cluster. Sakit pada kepala ini akan dirasakan khususnya di bagian dekat dari mata. Jangka waktu sakit kepala cluster ini pun cukup lama. Seseorang bisa merasakan sakitnya hingga mencapai hitungan bulan bahkan satu tahun. Tentu Anda dapat membayangkan bagaimana sakit pada kepala hitungan jam Anda jika dirasakan selama berbulan-bulan? Gaya hidup merupakan faktor utama dibalik terjadinya sakit kepala ini.

Sponsors Link

2. Sakit Kepala Sekunder

Jenis sakit kepala yang kedua adalah sakit kepala sekunder. Mengapa dinamakan sakit kepala sekunder? Karena sakit kepala ini merupakan rasa sakit yang dirasakan akibat dari imbas penyakit lain yang sedang menyerang tubuh kita. Beberapa sakit yang dapat menimbulkan sakit kepala sekunder adalah sakit flu, sakit gigi, sakit sinusitis, sakit karena konsumsi pil KB, dan mungkin juga akibat beberapa penyakit lainnya. Penyebab lain seperti keracunan, panik yang berlebihan juga dapat membuat seseorang menderita sakit pada kepala.

Setelah mengetahui berbagai hal mengenai jenis-jenis sakit kepala, tentu Anda akan merasa penasaran apa alasan yang menjadi penyebab sakit pada kepala yang mengganggu ini bukan? Banyak hal yang dapat menyebabkan terjadinya sakit pada kepala. Hal hal tersebut mencakup hal yang tidak disengaja dan  tidak disangka dapat terjadi seperti itu.

Kebanyakan masyarakat hanya mengetahui penyebab sakit pada kepala adalah flu atau stress, padahal ada banyak alasan lain mengapa semakin hari penanggulangan terhadap sakit pada kepala ini harus segera dilaksanakan. Pada bagian selanjutnya akan dijelaskan beberapa informasi mengenai faktor penyebab sakit kepala baik secara alami ataupun sengaja.

Tindakan atau Keadaan yang menjadi Penyebab Sakit Kepala

1. Peredaran Darah

Peredaran darah yang lancar berfungsi untuk menghantarkan oksigen ke bagian otak dan tubuh lainnya. Jika otak kekurangan aliran oksigen karena peredaran darah yang tersumbat, maka seseorang dapat merasakan sakit kepala. Faktor dibalik tersumbatnya peredaran darah pada tubuh seseorang ada beberapa jenisnya. Beberapa diantaranya adalah asam urat yang tinggi dan juga diabetes. Oleh karena itu, beberapa penyakit ini diketahui sebagai alasan dibalik sakit kepala sekunder yang mungkin terjadi.

2. Faktor Psikologis

Keadaan psikologis seseorang dapat sangat mempengaruhi sakit kepala yang dirasakannya. Seperti diketahui permasalahan psikologis akan menyebabkan stress. Stress ini akan menekan proses berpikir seseorang dan tanpa disadari individu itu telah mengalami sakit pada kepala karena banyaknya beban pikiran yang harus ditanggungnya. Oleh karena itu, kesehatan psikologis merupakan hal yang penting untuk dijaga sebagai upaya menghindari resiko penyakit yang lebih parah yang dihasilkan oleh stress.

3. Zat Pewarna Makanan

Makanan seringkali mengandung beberapa zat additive seperti zat pewarna. Zat pewarna makanan ini diketahui dapat memicu terjadinya sakit kepala pada seseorang. Alasannya adalah karena zat pewarna merupakan salah satu alasan dibalik terjadinya penyumbatan peredaran darah ke bagian kepala. Seperti yang diketahui dari penyebab sakit kepala sebelumnya, peredaran darah ke kepala yang tidak lancar akan membuat seorang individu menjadi lebih mudah sakit kepala.

4. Kebiasaan Merokok

Merokok merupakan juga satu alasan dibalik seorang individu yang sering sakit kepala. Sakit pada kepala akibat rokok juga masih berhubungan dengan peredaran darah ke kepala yang terganggu akibat intervensi dari zat nikotin yang terkandung dalam rokok. Zat nikotin ini diketahui akan menyebabkan terjadi penyempitan pembuluh darah, pembuluh darah yang menyempit dapat menyebabkan aliran darah ke bagian kepala terus berkurang. Hal itulah yang menjadi penyebab perokok menjadi mudah merasakan sakit pada kepala.

5. Tubuh Kekurangan Cairan

Dehidrasi atau keadaan tubuh yang kekurangan cairan ternyata dapat juga menyebabkan sakit pada kepala. Kekurangan cairan akan mempengaruhi keadaan sel tubuh dan menyebabkan aliran darah lagi-lagi tidak lancar sampai ke bagian otak. Sakit pada kepala pun akan muncul dan kemudian mengganggu seorang individu dalam beraktivitas. Oleh karena itu, cukupilah kebutuhan cairan Anda setiap hari. Jangan lalai hingga menyebabkan tubuh Anda menjadi dehidrasi.

Sponsors Link

6. Asam Lambung Naik

Asam lambung yang naik merupakan permasalahan pencernaan yang sering dialami oleh penderita maag. Penyakit maag merupakan penyakit yang sering menyebabkan asam lambung diproduksi dengan banyak dan membuat penderitanya merasakan sakit pada kepala yang tidak karuan. Penderita maag akan sering mengalami sakit pada kepala ini, jika terlambat makan atau salah makan makanan yang terlalu asam untuk lambungnya. Sehingga penderita maag wajib menjaga pola makan dan jenis makanan yang dikonsumsinya untuk menghindari sakit pada kepala berlebihan.

7. Kelaparan

Terlambat makan dan kondisi kelaparan juga merupakan salah satu alasan seseorang merasakan sakit pada kepala. Kekurangan asupan makanan akan menyebabkan kadar glukosa dalam tubuh terus menurun. Hal ini tidak baik, karena glukosa yang sangat rendah dalam tubuh dapat membuat seseorang menjadi lemas kemudian terasa sakit pada kepala. Jika tidak segera mengonsumsi makanan, maka kemungkinan individu tersebut akan pingsan. Oleh karena itu, biasakanlah untuk mengonsumsi makanan tepat waktu.

8. Perubahan Suhu yang Ekstrim

Jika Anda pernah memakan es krim yang sangat dingin di suhu yang sedang sangat terik, biasanya Anda akan mengalami brain freeze. Keadaan ini disebabkan oleh aliran darah yang tersumbat untuk mencapai bagian kepala karena shock terhadap makanan dingin yang dikonsumsi saat cuaca sangat bertolak belakang suhunya. Sakit pada kepala kemudian akan terjadi akibat keadaan ini. Oleh karena itu, hindarilah konsumsi makanan dengan perbedaan suhu yang ekstrim seperti di atas.

9. Kebiasaan Gerak yang Tidak Baik

Kebiasaan gerak yang tidak baik seperti sering membaca buku terlalu dekat, duduk membungkuk, dan beberapa contoh lain dapat menjadi alasan sakit pada kepala muncul. Hal ini dilatarbelakangi oleh terjadinya penyempitan aliran darah yang tidak sampai ke bagian kepala dengan maksimal. Oleh karena itu, hindarilah kebiasaan gerak yang tidak baik ini dan perbanyak olahraga untuk mengembalikan postur tubuh dengan benar.

10. Tumor Otak

Sakit pada kepala ternyata dapat juga disebabkan oleh tumor otak yang menyebabkan terjadinya penyempitan pembuluh darah. Tumor akan menjepit pembuluh darah, sehingga aliran darah pun tidak dapat dilakukan dengan lancar. Otak pun akan mengalami penurunan oksigen akibat keberadaan tumor ini. Oleh karena itu, Anda harus berhati-hati jika Anda sering mengalami rasa pusing. Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter, karena bisa saja sakit kepala tersebut diakibatkan oleh tumor otak yang dapat membahayakan nyawa Anda.

Demikianlah tadi 10 penyebab sakit kepala yang mungkin sedang Anda alami saat ini. Setelah mengetahui mengenai penyebab sakit kepala, tentu Anda penasaran bagaimana cara mengobati sakit kepala dengan ampuh? Pada bagian selanjutnya akan dijelaskan mengenai beberapa cara mengobati sakit kepala yang dapat Anda coba.

Baca juga: Penyebab Sakit Kepala Berlebihan.

Cara Mengobati Sakit Kepala dengan Ampuh

Jika Anda sering merasakan sakit pada kepala, tentu cara mengobati sakit kepala ini menjadi informasi yang penting untuk Anda ketahui. Terdapat dua jenis cara mengobati sakit kepala yang ampuh untuk dicoba, Jenis pertama tentunya adalah dengan menggunakan cara medis dan yang kedua dengan menggunakan cara alami (herbal). Keduanya sudah banyak dicoba dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara umum. Sebagai referensi untuk Anda, berikut ini 5 cara mengobati sakit pada kepala dengan ampuh untuk Anda coba mengatasi permasalahan Anda.

1. Mengonsumsi Jahe Hangat

Jahe hangat merupakan salah satu cara herbal untuk mengobati sakit pada kepala Anda. Alasannya adalah jahe mengandung minyak atsiri yang mampu meredakan sakit pada kepala dengan efektif. Aroma dari jahe yang telah direbus ini khususnya dapat membantu sakit pada kepala perlahan-lahan menjadi hilang. Oleh karena itu, konsumsi jahe hangat sangat disarankan untuk membuat tubuh serta pikiran kembali rileks, dan sakit pada kepala pun dapat diobati.

2. Istirahat Tidur dengan Cukup

Tidur yang cukup sangat penting untuk menjaga tubuh tetap sehat dan peredaran darah juga lancar. Oleh karena itu, cara mengobati sakit pada kepala yang paling mudah dilakukan adalah dengan istirahat atau tidur selama beberapa saat. Tidur akan menyegarkan kembali tubuh setelah aktivitas yang melelahkan. Jika tidak tidur dengan cukup, tubuh akan mengalami rasa lemas dan tidak ada energi. Setelah tidur, otak kembali segar dengan asupan oksigen yang cukup.

ads

3. Melakukan Olahraga Yoga

Salah satu cara mengobati sakit pada kepala akibat tekanan psikologis dan pikiran adalah dengan menggunakan yoga. Yoga merupakan cara alami yang diketahui dapat kembali menyegarkan pikiran Anda dan membuatnya menjadi lebih tenang. Keadaan sakit kepala yang tidak kunjung sembuh pun diketahui dapat diatasi dengan yoga secara rutin. Hal ini dapat menjadi salah satu referensi Anda dalam menyelesaikan masalah sakit kepala menahun.

4. Mengikuti Relaksasi oleh Psikolog

Terdapat beberapa cara medis yang diketahui ampuh untuk mengobati sakit pada kepala. Cara yang pertama tentunya adalah dengan berkonsultasi dan mengikuti relaksasi oleh psikolog. Cara ini diketahui banyak dilakukan oleh masyarakat saat ini. Beban pikiran yang terlalu banyak, tidak adanya teman atau sahabat untuk berbagi cerita, merupakan beberapa alasan mengapa seseorang dapat mengidap sakit pada kepala dalam jangka waktu yang cukup lama. Oleh karena itu, secara  medis dapat dilakukan pertolongan dengan konsultasi dan relaksasi yang dibantu oleh psikolog.

5. Melakukan Operasi Kecil

Selain relaksasi, cara medis lain yang dapat dilakukan untuk mengobati sakit pada kepala adalah dengan melakukan operasi kecil. Operasi ini dilakukan dengan tujuan membuat jalur untuk aliran darah sehingga oksigen kembali dapat mencapai otan dengan mudah. Cara ini juga dapat dilakukan untuk sakit kepala yang disebabkan oleh tumor otak. Operasi biasanya akan dilakukan untuk mengangkat tumor otak tersebut untuk kembali menormalkan aliran darah menuju otak.

Itulah tadi 5 cara mengobati sakit pada kepala baik secara medis maupun secara herbal (alami). Semoga cara-cara di atas dapat Anda coba dan rasakan manfaatnya. Bagi Anda yang telah berhasil mengobati sakit pada kepala, tentunya ingin mencegah sakit kepala itu datang kembali. Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah sakit kepala mengganggu aktivitas Anda. Simak penjelasannya berikut ini.

Rekomendasi Cara Mencegah Sakit Kepala

Pencegahan sakit pada kepala dapat dilakukan dengan melakukan beberapa cara berikut ini:

  • Olahraga Rutin

Pencegahan sakit pada kepala yang paling efektif adalah dengan melakukan olahraga secara rutin. Olahraga dengan rutin ini dapat menjaga seluruh organ tubuh bekerja dengan maksimal, khususnya dalam melancarkan peredaran darah. Peredaran darah yang lancar adalah keadaan yang dapat menjamin sakit pada kepala dapat dikurangi intensitasnya.

  • Mengelola Stress dengan Baik

Cara lain dalam mencegah sakit pada kepala adalah dengan melakukan pengelolaan stress dengan baik. Stress merupakan alasan paling umum mengapa seseorang mudah merasakan pusing. Oleh karena itu, jika Anda dapat mengelola stress Anda dengan baik Anda tentunya dapat menekan efek stress untuk menjadikan Anda mudah mengalami sakit pada kepala.

  • Menjaga Jarak Pandang dengan Alat Elektronik

Jarak pandang antara mata dengan alat elektronik besar pengaruhnya untuk mencegah rasa sakit yang sering muncul pada bagian kepala. Jika jarak pandang terlalu dekat, maka penglihatan dapat terganggu dan rasa pusing pun menjadi semakin terasa. Oleh karena itu, Anda harus menjaga jarak pandang dalam ukuran standar yang mampu mencegah rasa pusing datang kembali.

  • Menjaga Konsumsi Makanan yang Sehat

Selanjutnya menjaga konsumsi makanan yang sehat sangat penting untuk mencegah rasa pusing yang sering muncul. Konsumsi makanan sehat, tidak mengandung kolesterol dan lemak tinggi tentunya dapat membantu anda menjaga kesehatan tubuh secara mudah. Hindari juga makanan-makanan yang mengandung zat pewarna karena kandungannya yang dapat menghambat aliran darah ke kepala.

  • Memiliki Gaya Hidup dan Kebiasaan yang Baik

Kebiasaan hidup yang baik berhubungan erat dengan gaya hidup yang juga baik. Hindari kebiasaan merokok, minum minuman keras dan gaya hidup lainnya akan sangat membahayakan Anda yang sering mengalami pusing. Perubahan gaya hidup ini adalah salah satu cara efektif dalam mencegah penyakit pusing Anda datang kembali. Jadi mulailah dengan memiliki hidup yang sehat untuk tubuh yang sehat pula.

Itulah tadi beberapa informasi mengenai sakit pada kepala dan fakta-fakta lain yang berkaitan dengannya. Informasi seperti penyebab, cara mengobati, cara mencegah, serta gejala dan bahaya yang dapat menjadi resiko dari sakit pada kepala yang tidak kunjung sembuh harus diketahui dengan jelas oleh siapapun Anda. Karena ancaman tumor otak dapat menyerang siapa saja dan kapan saja.

Jagalah kehidupan Anda dengan terus memiliki gaya hidup yang sehat. Ikutilah beberapa cara pencegahan di atas jika Anda tetap ingin memiliki hidup yang sehat dan terhindar dari sakit pada kepala. Jika saat ini Anda sedang menderita pusing yang cukup menyiksa, cobalah menggunakan cara pengobatan yang telah disebutkan di atas. Semoga artikel ini dapat membantu Anda untuk kembali sehat dan terbebas dari penyakit sakit pada kepala.

, , , , , ,