Sponsors Link

Sakit Kepala Cluster: Penyebab, Gejala, Pengobatan dan Pencegahan

Sponsors Link

Sakit kepala cluster merupakan salah satu jenis sakit kepala yang tidak banyak diketahui apa dan bagaimana ciri-cirinya. Padahal setiap penyakit, termasuk penyakit sakit kepala cluster penting untuk diwaspadai. Lalu apakah penyakit sakit kepala cluster? Bagaimanakah gejalanya? Apa yang menyebabkannya dan bagaimana upaya pengobatan serta pencegahannya? Simak informasi yang telah dikumpulkan berikut ini.

ads

Sakit kepala terbagi menjadi dua jenis umum, yaitu sakit kepala primer dan sakit kepala sekunder. Sakit kepala primer ini sangat erat kaitannya dengan permasalahan yang dialami oleh kepala yang sensitif struktur dan keadaannya. Sakit kepala primer sebenarnya terbagi kembali menjadi beberapa jenis kepala, seperti sakit kepala sebelah (migraine), sakit kepala tegang, dan tentunya sakit kepala cluster. Anda tentu sudah cukup familiar dengan sakit kepala migraine dan juga sakit kepala tegang, tapi tahukah Anda apa itu sakit kepala cluster?

Sakit kepala cluster merupakan sakit yang dirasakan di bagian kepala, berulang-ulang jangka waktunya mengikuti suatu pola. Jenis sakit kepala ini tergolong sangat langka. Diperkirakan hanya 1% dari penderita sakit kepala yang mengalami sakit kepala cluster ini. Sakit kepala jenis cluster ini juga sering salah diartikan sebagai sakit kepala yang disebabkan oleh alergi pada suatu musim.

Sakit kepala ini sering muncul mengikuti suatu pola, namun sering juga hilang beberapa saat. Hilangnya sakit kepala ini tidaklah bentuk kondisi yang membaik, melainkan  mungkin akan kembali dengan rasa nyeri yang lebih dahsyat. Kebanyakan penderita sakit kepala cluster merupakan remaja ataupun orang-orang diusia dewasa awal.

Penyebab Sakit Kepala Cluster

Berikut ini beberapa hal yang menyebabkan sakit kepala cluster:

1. Konsumsi Alkohol dan Rokok yang Berlebihan

Kebiasaan mengonsumsi alkohol dan rokok dalam jumlah yang berlebihan diketahui merupakan salah satu penyebab utama seseorang dapat mengidap sakit kepala cluster. Alasannya adalah sakit kepala yang langka ini memang menyerang dengan pemicu berupa barang-barang yang memiliki bau dan membuat pengonsumsinya merasa pusing tidak karuan. Oleh karena itu, kebanyakan penderita sakit kepala jenis cluster ini merupakan para pengonsumsi rutin alkohol dan rokok dalam jumlah yang berlebihan.

2. Menghirup Zat Berbau Menyengat

Penyebab sakit kepala cluster lainnya adalah hirupan dari zat zat berbau menyengat. Seperti diketahui bau yang menyengat yang tercium oleh syaraf penciuman akan memberikan sinyal pada otak. Bagian otak yang sensitif dengan bau menyengat kemudian  akan merasakan nyeri yang tidak tertahankan. Hal inilah yang disebut dengan sakit kepala cluster akibat zat berbau menyengat. Oleh karena itu, bagi penderita yang pernah memiliki riwayat sakit kepala jenis ini sangat disarankan untuk menghindari zat-zat sejenis yang berbau menyengat.

3. Cuaca yang Panas

Beberapa orang sangat sensitif dengan keadaan cuaca. Ketika seseorang yang sensitif terhadap cuaca tersebut mendapati lingkungan dengan cuaca yang panas, maka biasanya ancaman untuk terkena sakit kepala cluster menjadi lebih tinggi. Seperti diketahui, cuaca yang panas akan memberikan sinyal pada otak, tubuh akan berkeringat, dan dapat dipastikan kepala menjadi sangat pusing. Hal ini merupakan salah satu ciri yang dapat menyebabkan sakit kepala jenis ini dapat muncul dan menjadi sakit kambuhan seseorang.

4. Tekanan dan Pengaruh Stress

Selain akibat faktor eksternal seperti cuaca, sakit kepala cluster juga dapat muncul disebabkan oleh tekanan dan pengaruh stress. tekanan yang diberikan oleh stress tentu bukanlah hal yang dapat disepelekan. Stress sangat dapat mempengaruhi kesehatan seseorang dan merupakan pemicu dari berbagai macam penyakit. Termasuk juga memicu sakit kepala cluster yang langka ini. Oleh karena itu jauhilah stress dan kelolah beban serta tanggung jawab hidup Anda dengan baik, sehingga beban hidup tersebut tidak bermuara menjadi stress.

5. Alergi Rhinitis

Alergi rhinitis merupakan alergi yang terjadi di bagian selaput hidung seseorang. Alergi ini akan menyebabkan hidung tersumbat dalam keadaan parah dan juga menyebabkan sakit kepala. Tidak jarang sakit kepala yang dirasakan ini sangatlah parah dan menyebabkan perkembangan menjadi sakit kepala cluster. Oleh karena itu, pencegahan infeksi selaput hidung sangatlah diperlukan untuk mengurangi resiko Anda terjebak pada penyakit yang mengganggu bernama sakit kepala cluster ini.

6. Penggunaan Nitrogliserin

Beberapa individu yang memiliki gangguan dalam sistem peredaran darah dan otot jantung tentu mengetahui apa itu nitrogliserin. Nitrogliserin merupakan obat yang banyak digunakan untuk mengobati nyeri dada dan menjaga aliran darah untuk individu yang menderita gangguan jantung. Sayangnya penggunaan nitrogliserin ini memiliki efek samping. Salah satu efek sampingnya adalah sakit kepala jenis cluster. Hal ini sudah cukup sering dibahas oleh para pengguna nitrogliserin yang sering mengalami sakit kepala berulang.

Sponsors Link

7. Faktor Keturunan

Faktor penyebab lain yang menyebabkan seseorang menderita sakit kepala jenis cluster adalah faktor keturunan. Seorang individu yang memiliki keluarga dengan riwayat sakit kepala cluster akan memiliki peluang yang lebih besar untuk menderita penyakit yang sama. Oleh karena itu, konsumsi serta asupan gizi yang cukup sangatlah penting untuk mencegah faktor keturunan sebagai penyebab seseorang menderita sakit kepala jenis cluster ini.

8. Perubahan Suhu Ekstrim

Individu yang sensitif terhadap perubahan suhu pun juga memiliki resiko terkena sakit kepala jenis cluster cukup tinggi. Hal ini disebabkan oleh perubahan suhu yang ekstrim membuat seorang individu tersebut mengirimkan sinyal kepada otak, yang terealisasi sebagai rasa nyeri di kepala. Bentuk perubahan suhu ekstrim ini dapat berupa cuaca, dapat juga berupa konsumsi makanan dengan suhu yang berbeda dengan suhu ruangan. Tidak dapat dipungkiri suhu memang sangat memiliki pengaruh dengan alasan dibalik nyeri di bagian kepala.

9. Aktivitas Seksual

Ternyata aktivitas seksual juga dapat memicu sakit kepala jenis cluster. Hal ini dilatarbelakangi oleh aktivitas seksual yang umumnya menggunakan banyak gerak motorik dengan porsi yang sangat berlebihan. Tanpa disadari gerak motorik tersebut dapat membahayakan kesehatan tubuh. Karena tubuh akan mengirimkan sinyal pada otak dan otak akan menjawab sinyal dengan rasa nyeri yang sangat dahsyat terasa. Oleh karena itu, aktivitas seksual pun harus diperhatikan dengan seksama. Bahwa aktivitas yang berlebihan tidak ada yang menyehatkan.

10. Kurang Istirahat

Penyebab terakhir dari sakit kepala jenis cluster adalah kurangnya istirahat. Tubuh membutuhkan istirahat yang cukup untuk dapat tetap terjaga kapasitas dan kinerjanya. Sayangnya, di usia remaja, pemuda, dan dewasa awal sangat sering memforsir tenaga dan tubuh tanpa istirahat yang cukup. Hal ini akan menyebabkan seseorang dapat terkena penyakit sakit kepala jenis cluster yang diketahui sangat langka dan sangat lama periode sakitnya.

Berikut tadi beberapa informasi mengenai 10 penyebab sakit kepala cluster. Setelah mengetahui mengenai penyebabnya, tentu Anda perlu menyadari gejala apa saja yang dirasakan dan dapat menunjukkan bahwa seseorang tengah mengidap sakit kepala cluster. Untuk itu simaklah penjelasan selanjutnya mengenai gejala-gejala yang muncul saat sakit kepala cluster seseorang sedang kambuh.

Gejala-gejala yang Muncul saat Sakit Kepala Cluster Kambuh

Sakit kepala jenis cluster memiliki ciri-ciri khusus yang perlu diperhatikan. Jika salah satu gejala ini pernah Anda alami saat Anda sedang sakit kepala, maka waspadalah dengan ancaman sakit kepala jenis cluster ini:

1. Sakit di bagian Mata

Sakit kepala yang dirasakan oleh penderita cluster adalah sakit di bagian mata. Sakit ini tentu tidak akan dirasakan oleh penderita sakit kepala biasa. Sakit di bagian mata ini pun biasanya akan menyebar hingga ke bagian leher, baru, bahkan seluruh wajah. Oleh karena itu, sakit kepala jenis cluster juga dikenal sebagai sakit kepala bagian mata.

2. Produksi Air Mata Berlebihan

Gejala lain yang mungkin dirasakan oleh seorang yang mengidap pusing jenis cluster adalah produksi air mata yang berlebihan. Tanpa disadari penderita sakit kepala jenis cluster akan memiliki produksi air mata yang cukup banyak dan sering keluar dari mata.

3. Nyeri Dahsyat

Gejala lain dari sakit kepala jenis cluster adalah nyeri dahsyat yang menyerang hanya di satu sisi tubuh. Nyeri tidak hanya terasa di satu sisi kepala, tetapi juga satu sisi tubuh. Rasa nyeri ini pun sangat dahsyat dan dapat membuat seseorang harus beristirahat untuk menghilangkan rasa nyerinya. Baca juga: Penyebab Sakit Kepala Berlebihan.

4. Mata Merah dan Bengkak

Tidak jarang penderita sakit kepala jenis cluster juga mengalami sakit kepala dengan salah satu mata yang berubah warna menjadi merah dan bengkak. Jika kepala yang nyeri adalah kepala di sisi kanan, maka biasanya mata di bagian kanan juga akan memerah dan membengkak. Karena memang sakit kepala ini dikenal dengan pengaruhnya pada saraf penglihatan yang cukup besar.

Sponsors Link

5. Kelopak mata Turun

Kelopak mata yang menjadi turun juga adalah salah satu gejala sakit kepala jenis cluster yang sering disepelekan. Jika Anda merasakan sakit kepala dahsyat dan salah satu mata Anda terasa akibatnya tentu Anda harus mewaspadainya sebagai sakit kepala jenis cluster. Kewaspadaan akan gejala ini dapat memberikan Anda langkah penanggulangan yang lebih cepat dan terarah.

6. Hidung tersumbat dan Nyeri

Gejala lain yang menyerang penderita sakit kepala jenis cluster adalah gejala yang menyerang syaraf penciuman. Hidung biasanya akan tersumbat dan juga ikut mengalami nyeri di satu sisi. Sama seperti apa yang terjadi pada bagian mata dan seluruh tubuh yang sama di mana rasa nyeri terasa di sisi tersebut.

7. Kesulitan Tidur

Penderita sakit kepala jenis cluster juga dapat diidentifikasi dari kesulitannya tidur akibat dari rasa nyeri yang dirasakannya. Umumnya seorang individu yang sakit kepala biasa akan bisa tidur untuk memulihkan kembali keadaannya, tapi tidak dengan penderita sakit jenis cluster ini. Penderita akan kesulitan tidur dan keadaan nyeri pun akan menjadi semakin parah.

Itulah tadi beberapa informasi mengenai gejala sakit kepala cluster yang harus Anda waspadai. Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, maka segeralah periksakan diri Anda dan lakukan banyak upaya penanggulangan dengan efektif. Karena penanggulangan sakit kepala jenis cluster yang terlambat juga akan menimbulkan bahaya. Ingin tahu apa saja bahaya yang mengancam penderita sakit kepala jenis cluster? Bagian selanjutnya akan membahasnya dengan detail

Bahaya yang Mengancam Penderita Sakit Kepala Cluster

  • Mengancam Keselamatan Nyawa

Bahaya pertama dari penyakit sakit kepala cluster ini tentunya adalah dalam hal keselamatan nyawa. Penderita sakit kepala jenis ini akan sering mengalami pusing yang membuat seseorang kehilangan kendali pada tubuhnya. Hal-hal seperti ini akan sangat berbahaya jika terjadi ketika sedang beraktivitas. Misalnya ketika penderita sedang beraktivitas dan tiba-tiba sakit kepala kambuh dan membuat penderita menjerit karena kesakitan. Tentunya keadaan sekitar penderita akan menjadi tidak terkendali dan terjadi kepanikan. Oleh karena itu, sakit kepala jenis cluster harus segera diobati atau dicegah kemungkinan kambuhnya yang terlalu sering.

  • Mengancam Kehilangan Penglihatan

Sakit kepala jenis cluster merupakan penyakit yang disebabkan oleh gangguan pada syaraf otak yang mempengaruhi keadaan syaraf penglihatan, tentu pada keberlanjutannya gangguan syaraf penglihatan ini pun dapat mengancam kemampuan penglihatan dari penderita sakit kepala cluster itu sendiri. Perlahan-lahan infeksi pun akan menjangkiti organ mata dan kehilangan penglihatan sudah menjadi resiko yang tidak bisa dihindari lagi. Jenis kehilangan penglihatan ini adalah kehilangan penglihatan jenis semi permanen  yang mungkin dapat kembali ketika sakit kepala sudah kembali terkendali. Tentunya bahaya yang satu ini sangat perlu dihindari, oleh karena itu penanganan yang tepat harus segera dilakukan untuk meminimalisir resiko kehilangan penglihatan ini.

  • Mengancam Kehilangan Pekerjaan

Penderita sakit kepala jenis cluster tentunya akan mengalami keterbatasan dalam beraktivitas akibat dari terganggunya syaraf dan organ-organ tubuh bahkan sebagian tubuh penderita itu sendiri. Keadaan ini sangat mengganggu penderita dalam melaksanakan kewajiban pekerjaannya. Tidak jarang penderita akan mudah jatuh dan merasa pusing, sehingga aktivitas sehari-harinya harus dikurangi sebanyak mungkin. Hal inilah yang menyebabkan kebanyakan penderita sakit kepala jenis cluster akan kehilangan pekerjaannya sama seperti pada penderita penyakit vertigo. Tentu resiko dan bahaya yang satu ini pun harus dihindari dengan mencegah sakit kepala jenis cluster sering kambuh saat Anda beraktivitas.

ads
  • Menjangkiti Penyakit Lain

Penyakit sakit kepala cluster diketahui juga tidak jarang juga dapat membahayakan karena ancamannya pada kesehatan tubuh di bagian lain. Seperti diketahui, penyakit sakit kepala jenis cluster ini juga merupakan awal dari munculnya penyakit-penyakit lain dari penderita. Misalnya saja, bagi penderita yang merasakan sakit kepala cluster akibat dari stress. Stress ini akan membahayakan juga penderita karena dapat menyerang bagian tubuh lain, bahkan dapat menyebabkan stroke. Oleh karena itu, penderita sakit kepala jenis cluster yang tidak memeriksakan dirinya sering mengalami masalah lain karena stress sudah semakin berkembang dan membahayakan diri penderita lebih lagi dari sebelumnya.

Baca juga: Efek Sakit Kepala Sebelah.

Upaya Pengobatan Sakit Kepala Cluster

Setelah mengetahui bahaya yang mengancam penderita sakit kepala cluster, maka penting untuk diketahui bagaimana upaya pengobatan ini untuk mencegah bahaya tersebut menimpa si penderita. Oleh karena itu, berikut ini beberapa upaya pengobatan penyakit jenis sakit kepala cluster ini untuk dapat dicoba sebagai alternatif.

1. Pengobatan Langsung

Pengobatan langsung merupakan upaya pengobatan yang dilakukan untuk mengatasi sakit kepala cluster yang muncul tiba-tiba. Upaya pengobatan langsung ini dapat dilakukan dalam beberapa cara berikut ini.

  • Pemberian oksigen adalah salah satu cara pengobatan langsung yang dapat Anda lakukan dalam keadaan kambuhnya seorang penderita sakit kepala jenis cluster. Cara ini dapat Anda lakukan dengan memberikan oksigen murni kurang lebih sebanyak 12 liter per menit pada penderita sakit kepala cluster. Hal ini dilakukan untuk menurunkan rasa nyeri yang terasa oleh penderita.
  • Pemberian oktreotida juga salah satu cara pengobatan langsung bagi penderita sakit kepala jenis cluster yang kambuh tiba-tiba. Oktreotida adalah jenis obat sintetis yang diproduksi dari hormon somatostatin. Fungsi dari obat ini adalah mengurangi rasa nyeri yang dirasakan oleh penderita.
  • Pemberian triptan adalah satu lagi cara yang dapat dilakukan untuk mengobati penderita sakit kepala cluster. Cara ini dilakukan dengan memberikan penderita obat triptan melalui sarana injeksi atau semprotan ke bagian hidung.
  • Pemberian dihidroergotamin adalah salah satu cara untuk membantu menurunkan rasa nyeri dan sakit kepala jenis cluster. Cara ini adalah salah satu cara terbaik yang dapat dilakukan dalam penanggulangan penderita.
  • Pemberian anestesi lokal juga sering dilakukan untuk menjadi penanganan pertama. Cara ini dilakukan dengan input melalui intranasal dan berfungsi untuk meredakan nyeri serta sakit di bagian kepala yang dirasakan oleh penderita.

2. Pengobatan Preventif

Pengobatan selanjutnya adalah pengobatan preventif yang dilakukan dengan tujuan mengurangi dan menghilangkan nyeri dari efek sakit kepala jenis cluster ini. Akan tetapi,  rasa nyeri yang hilang ini bersifat sementara dan harus tetap mengonsumsi obat sesuai dosis yang diberikan oleh dokter. Berikut jenis pengobatan jenis preventif yang banyak digunakan:

  • Penghambat pompa kalsium adalah cara yang paling sering digunakan untuk mengobati sakit kepala jenis cluster. Obat ini biasa digunakan dalam jangka panjang, namun memiliki efek samping untuk kesehatan tubuh lainnya. Efek tersebut antara lain adalah tekanan darah yang menurun,  mual, mudah lelah, dan pembengkakan di beberapa bagian tubuh.
  • Pemberian obat-obatan antiinflamasi juga sering dilakukan untuk mengurangi rasa nyri dari sakit kepala ini. Salah satu contoh obat tersebut adalah kortikosteroid. Efek samping dari penggunaan kortikosteroid jangka panjang, seperti diabetes, hipertensi, dan katarak.
  • Pembedahan juga merupakan salah satu upaya pengobatan dari penyakit sakit kepala cluster ini. Sayangnya, pengobatan dengan pembedahan tidak direkomendasikan oleh dokter. Hanya saja resiko yang harus dihadapi terlalu tinggi, sedangkan peluang sembuhnya juga masih tergolong kecil. Oleh karena itu, upaya ini sebaiknya dilakukan sebagai jalan terakhir saja.

Baca juga: Sakit Kepala Cervicogenic.

Upaya Pencegahan Sakit Kepala Cluster

Setelah mengetahui bahaya dan susahnya upaya pengobatan dari sakit kepala cluster, maka perlu diketahui bagaimana cara seseorang untuk mencegah sakit kepala jenis cluster ini menyerangnya. Untuk itu, berikut ini beberapa upaya pencegahan sakit kepala cluster yang dapat Anda lakukan.

  • Memiliki Pola Hidup yang Sehat

Pola hidup yang sehat adalah cara pencegahan yang paling ampuh untuk segala jenis penyakit. Pola hidup dengan menghindari konsumsi alkohol dan rokok adalah cara yang paling ampuh. Selain itu, biasakanlah untuk mengonsumsi makanan yang sehat untuk meminimalisir sensitivitas syaraf otak terhadap gangguan.

  • Menghindari Kontak dengan Panas Terik

Seperti diketahui cuaca yang panas adalah salah satu pemicu terjadinya sakit kepala jenis cluster. Oleh karena itu, hindarilah kontak dengan cuaca panas terutama ketika Anda melakukan aktivitas. Sehingga bagi Anda yang ingin menghindari penyakit sakit kepala cluster ini dapat melakukan pencegahan dengan menghindari kontak dengan panas terik terutama di bagian kepala.

Demikianlah tadi beberapa informasi mengenai sakit kepala cluster yang meliputi penyebabnya, gejalanya, bahayanya, serta upaya pengobatan dan pencegahannya. Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk Anda dalam mewujudkan kehidupan yang sehat dan terbebas dari berbagai ancaman penyakit.

, , , , , ,