Sponsors Link

Sakit Kepala Hipnik : Penyebab – Gejala – Pengobatan

Sponsors Link

Sakit kepala adalah masalah yang sangat umum. Beberapa jenis sakit kepala bisa menjadi tanda wajar dan penyakit biasa, dan yang lain juga bisa menunjukkan gejala yang parah. Rasa sakit kepala bisa tidak nyaman dan sangat mengganggu. Ini terutama terjadi sakit kepala terus menerus yang tidak bisa sembuh diobati. Salah satunya adalah sakit kepala hipnik. Jenis sakit kepala yang cukup langka sampai membuat penderita terbangun saat tidur malam.

ads

Terkadang sakit kepala seperti alarm karena menyerang di jam-jam tertentu. Sakit kepala ini tidak terjadi saat siang hari jadi wajar hanya terjadi pada malam hari. Kemudian rasa sakit kepala bisa muncul setiap malam sehingga penderita akan kurang tidur. Berikut ini beberapa keterangan sakit kepala hipnik yaitu penyebab, gejala, pengobatan dan pencegahan.

Penyebab

  • Adanya tumor otak

Sakit kepala hipnik bisa terjadi karena kondisi lain dan termasuk dalam sakit kepala primer. Salah satu sebab yang paling dasar adalah adanya pertumbuhan tumor otak. Hal ini juga sering disertai dengan pusing berkunang-kunang. Karena itu penderita harus mendapatkan pemeriksaan untuk tahu apa penyebab yang sebenarnya.

Pada dasarnya sakit kepala hipnik juga akan terjadi karena masalah tertentu dalam beberapa bagian otak. Termasuk juga jika pernah jatuh atau mengalami kecelakaan. Sakit kepala ini akan menyebabkan rasa nyeri yang luar biasa, tidur dengan tanda gerakan mata yang cepat dan meningkatkan produksi melatonin.

  • Usia

Pengaruh usia juga sangat mendasar untuk jenis sakit kepala hipnik. Meskipun sakit kepala ini bisa terjadi pada usia muda tapi paling umum pada orang yang sudah berusia lebih dari 50 tahun. Sakit kepala untuk orang tua ini sering dianggap umum namun sebenarnya tidak. ketika orang lanjut usia mengalami sakit kepala belakang saat malam hari maka mereka harus segera mendapatkan pemeriksaan.

  • Wanita lanjut

Sakit kepala hipnik juga sangat umum untuk wanita. Wanita dengan usia yang lebih lanjut sangat sering mengalami kondisi ini namun sebenarnya bukan terkait dengan usia saja. Stres dan pikiran sangat mempengaruhi sakit kepala hipnik ini. Jadi jika masih mengalami ini dan usia masih muda maka segera lakukan pemeriksaan.

Gejala

  • Nyeri

Sakit kepala hipnik bisa menyebabkan sakit sampai nyeri yang parah. Ini akan membuat penderita tidak bisa membedakan bagian kepala mana yang nyeri. Nyeri yang tajam biasanya membuat badan tidak nyaman saat tidur kemudian pasti akan terbangun.

  • Berdenyut

Hampir mirip dengan sakit kepala cluster sehingga model sakit kepala ini sampai berdenyut. Sensasi berdenyut ini akan terjadi pada dua sisi kepala sehingga menjadi tidak nyaman. Bahkan karena denyutan ini bisa membuat penderita merasa terhubung dengan detak jantung. Biasanya juga diikuti dengan detak jantung yang lebih kuat.

  • Sampai bangun tidur

Campuran sakit kepala mulai dari sakit kepala cluster, nyeri dan berdebar bisa membuat penderita bangun tidur. Gejala ini akan tumbuh dari waktu ke waktu. Sehingga awalnya hanya rasa nyeri, kemudian menjadi lebih sakit, lalu berdebar dan denyutan yang kuat. Saat gejala sudah parah maka tidak mungkin lagi bisa tidur.

  • Jam 1 sampai 3 pagi

Waktu terjadinya sakit kepala hipnik yang bisa membuat penderita bisa terbangun biasanya terjadi pada jam 1 sampai 3 pagi. Kondisi ini bisa terjadi secara rutin sehingga selalu di jam-jam itu saja. Serangan sakit kepala bisa bertahan selama 10 menit sampai 1 jam. Setiap penderita bisa mengalami gejala yang berbeda sesuai dengan penyebab dan tingkat keparahan.

  • Disertai gejala migrain

Beberapa orang yang menderita sakit kepala hipnik ternyata juga bisa mengalami gejala yang sama seperti pada penyakit migrain. Hal ini yang akan membuat penderita merasa mual, muntah, menjadi sensitif dengan cahaya, menjadi sangat peka dengan suara keras, dan tidak nyaman di lingkungan yang ramai atau banyak orang.

Sponsors Link

Pengobatan

Perawatan untuk sakit kepala hipnik memang tidak bisa dilakukan secara khusus sampai tuntas. Hanya saja obat yang diberikan biasanya untuk meredakan rasa nyeri dan sakit yang berlebihan. Berikut ini beberapa langkah untuk mencegah agar sakit tidak memburuk.

  1. Mengurangi kafein. Semua penderita sakit kepala hipnik sebaiknya tidak mengonsumsi kafein. Artinya tidak mendapatkan kafein sama sekali. Meskipun banyak orang yang tetap bisa mengantuk dan tidur dengan kafein tapi semua jenis minuman, makanan dan suplemen yang mengandung kafein bisa membuat sakit kepala lebih parah.
  2. Obat pereda nyeri. Jenis obat pereda nyeri juga bisa diminum hanya saja tidak boleh dalam jangka panjang. Obat seperti paracetamol hanya bisa digunakan untuk mengurangi gejala yang parah.
  3. Obat untuk mengatasi gangguan mental. Jenis obat seperti lithium bisa digunakan untuk mengatasi masalah ini. Namun penggunaan jangka panjang bisa menyebabkan efek samping dan hilangnya reaksi obat.
  4. Obat anti kejang. Obat anti kejang seperti topiramate juga akan mengelola gejala dengan baik. Namun pemberian obat secara terus menerus bisa menyebabkan kelelahan akut.
  5. Obat untuk memperlambat gejala. Beberapa jenis obat untuk mengurangi gejala yang lebih lambat juga bisa diberikan. Misalnya jenis obat seperti melatonin, indometasin dan flunarizine.

Cara Diagnosa

Karena penyakit sakit kepala hipnik menjadi kondisi yang berhubungan dengan sakit kepala tertentu maka tidak ada cara yang efektif untuk mencegah. Karena itu penderita harus segera melakukan pemeriksaan agar bisa diketahui penyebab yang sebenarnya.

  1. Tes darah. Tes akan menunjukkan gangguan infeksi, masalah gangguan keseimbangan elektrolit, bekuan darah dan kadar gula darah yang tinggi.
  2. Tes tekanan darah. Tes ini dilakukan untuk mengetahui apakah sakit kepala berhubungan dengan tekanan darah tinggi atau tekanan darah rendah.
  3. CT Scan. Dilakukan untuk membuktikan jika ada pertumbuhan jaringan lunak dalam otak termasuk seperti tumor otak.
  4. Tes tidur. Tes tidur dengan polisomnografi dilakukan untuk tahu kondisi pernafasan saat tidur, kadar oksigen dalam darah dan aktifitas otak saat tidur.
  5. MRI. Dilakukan untuk tahu semua kondisi otak termasuk jika ada kelainan.

Itulah keterangan tentang sakit kepala hipnik yaitu penyebab, gejala, pengobatan dan pencegahan. Semua orang yang merasakan gejala kondisi penyakit ini sebaiknya langsung segera melakukan pemeriksaan ke dokter ahli.

, , , ,
Oleh :