Sponsors Link

Penyebab Sakit Kepala Setelah Makan dan Cara Mengatasinya

Sponsors Link

Setiap orang pastinya akan mengalami kondisi yang kurang nyaman dan tidak mengenakan ketika mengalami berbagai macam bentuk permasalahan kesehatan tertentu meskipun sebagian besar kondisi permasalahan tersebut disebabkan oleh perilaku dan gaya hidup yang dijalani seperti pola hidup yang kurang sehat. Ada banyak bentuk permasalahan kesehatan yang dapat terjadi pada tubuh manusia mulai dari kondisi kondisi ringan dan hanya sebagai gejala penyakit hingga keadaan yang sangat parah bahkan dapat membahayakan nyawa seseorang.

ads

Demi menjaga kondisi tubuh dalam keadaan yang prima dan tetap selalu sehat maka perlu ada beberapa upaya dan usaha sehingga resiko terjadinya permasalahan kesehatan tersebut sangat kecil. Diantara beberapa bentuk permasalahan kesehatan yang dapat terjadi pada tubuh, masalah di kepala seringkali dapat memberikan dampak yang cukup besar contohnya seperti pusing atau sakit kepala sebagai jenis sakit kepala paling ringan saja menjadikan seseorang akan mendapatkan gangguan yang cukup besar hingga menjadikannya sulit berkonsentrasi, sulit mengambil keputusan, dan lebih banyak membutuhkan waktu untuk istirahat.

Mengingat dampak atau efek yang dapat ditimbulkannya tersebut, kondisi sakit kepala harus dapat diatasi dengan baik sesuai dengan keadaannya. Salah satu keadaan sakit kepala yang mungkin dapat terjadi adalah ketika kondisi pusing atau nyeri pada kepala tersebut muncul sesaat setelah makan. Kondisi sakit kepala setelah makan dapat diatasi dengan cara memperhatikan penyebab yang mendasari munculnya kondisi tersebut. Berikut beberapa penyebab dan cara mengatasi kondisi sakit kepala pasca makan tersebut dalam penjelasan di bawah ini.

  1. Reaksi Alergi

Sudah diketahui sejak lama bahwa makanan merupakan salah satu sumber alergi atau pemicu alergi yang paling sering menyebabkan seseorang mengalami berbagai macam bentuk reaksi alergi yang berbeda beda tergantung dari kondisi fisik dan jenis makanannya. Salah satu penyebab sakit kepala pasca makan adalah karena mengkonsumsi makanan yang dapat menyebabkan terjadinya reaksi alergi. Reaksi alergi pada seseorang terjadi ketika makanan yang dikonsumsi direspon sebagai salah satu bentuk ancaman bagi tubuh oleh sistem kekebalan atau imunitas untuk menetralisir ancaman tersebut.

Salah satu bentuk reaksi alergi yang dapat muncul akibat konsumsi makanan tertentu adalah rasa sakit kepala atau pusing. Kondisi sakit kepala akibat reaksi alergi biasanya akan diikuti dengan gejala lainnya seperti rasa gatal, munculnya radang, hingga diare atau sering bersin dan sakit kepala. Cara mengatasinya dapat dilakukan dengan mengkonsumsi obat anti alergi atau obat antihistamin, istirahat yang lebih banyak, serta tidak mengkonsumsi makanan dengan jenis yang sama ketika reaksi alergi tersebut muncul untuk menghindari kondisi sakit kepala yang berulang.

  1.  Migrain

Migrain secara definisi merupakan kondisi dimana sakit kepala yang cukup parah dimana kepala akan mengalami kondisi nyeri dan berdenyut cukup kuat serta dengan intensitas yang cukup panjang. Jenis jenis migrain tertentu menjadi salah satu kondisi yang dapat terjadi berulang dan dapat dipicu oleh beberapa makanan tertentu. Jenis makanan yang dapat menyebabkan terjadinya migrain diantaranya seperti makanan yang di dalamnya memiliki kandungan tyramine yoghurt, buttermilk, sour cream dan juga keju.

Kondisi sakit kepala setelah makan yang merupakan keadaan migrain tersebut dapat diatasi dengan cara mengkonsumsi beberapa jenis obat obatan yang memang sudah bisa digunakan untuk mengatasi kondisi migrain. Jika migrain terjadi pertama kali maka  sebaiknya segera lakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat ketika sakit kepala tersebut terjadi. Lebih memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi perlu dilakukan oleh setiap pemilik riwayat migrain mengingat kondisi sakit kepala migrain dapat terjadi berulang.

  1.  Tekanan darah tinggi

Beberapa makanan memang dapat memicu kenaikan tekanan di dalam darah yang dapat menyebabkan terjadinya kondisi tekanan darah tinggi yang salah satu gejalanya adalah sakit kepala. Hubungan sakit kepala dengan hipertensi memang belum dapat dijelaskan secara gamblang. Makanan yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi tersebut diantaranya seperti daging, jerohan, dan makanan dengan rasa asin. Untuk mengatasinya maka ketika sakit kepala terjadi, lakukan pengecekan tekanan darah dan jika memang meningkat dapat mengkonsumsi obat obatan antihipertensi.

Sponsors Link

  1.  Perubahan kadar gula darah

Selain karena meningkatnya tekanan darah, penyebab lain yang menjadikan seseorang dapat merasakan kondisi sakit kepala setelah makan adalah karena adanya perubahan kadar gula darah yang cukup signifikan. Seseorang yang memiliki riwayat hipoglikemi atau kadar gula darah rendah lalu mengkonsumsi makanan terlalu manis dapat meningkatkan kadar gula darah yang cukup signifikan sehingga memicu terjadinya kondisi sakit kepala. Keadaan ini dapat diatasi dengan melakukan istirahat dan banyak mengkonsumsi air putih.

  1.  Akibat mengkonsumsi jenis makanan tertentu

Penyebab lainnya yang juga dapat menjadikan seseorang mengalami kondisi sakit kepala setelah mengkonsumsi makanan adalah karena pengaruh dari jenis makanan tertentu yang tidak dapat diterima dengan baik oleh tubuh. Makanan yang memiliki kandungan thymine tinggi memang dapat memicu terjadinya kondisi sakit kepala. Kandungan thymine tersebut dapat berasa dari bahan tambahan atau adanya zat aditif di dalam makanan.

Selain karena zat aditif, makanan yang terlalu dingin juga dapat memicu terjadinya kondisi brain freeze atau otak yang beku. Kondisi brain freeze tersebut hanya akan terjadi dalam waktu sesaat akibat terhambatnya sirkulasi darah ke dalam otak. Untuk mengatasi kondisi jenis makanan penyebab sakit kepala tersebut maka dapat dilakukan dengan beristirahat atau tidur dan lebih memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi serta efeknya.

Itulah beberapa penjelasan mengenai penyebab sakit kepala setelah makan yang perlu diperhatikan oleh setiap orang. Selain penyebab yang disebutkan diatas, bisa jadi kondisi yang terjadi bukan disebabkan oleh makanan atau aktivitas makan namun karena penyakit lain yang sedang di derita dan muncul gejalanya kebetulan pasca makan seperti contohnya karena vertigo.

, ,
Oleh :
Kategori : Kesehatan