Sponsors Link

Tengkorak Kepala Bayi Bergelombang : Penyebab – Efek – Cara Mengatasi

Sponsors Link

Kepala bayi umumnya memang berbentuk agak lunak dan pada masa kehamilan sudah sepatutnyalah bagi para ibu untuk mencukupi kebutuhan nutrisinya agar bayi yang dilahirkan nantinya tidak memiliki berat badan yang kurang, keterhambatan dalam pertumbuhan dan perkembangan otak nya, lahir prematur maupun berbagai kelainan dan komplikasi lainnya. Ibu hamil memang dianjurkan untuk selalu mengkonsumsi makanan sehat serta selalu menerapkan gaya hidup sehat.

ads

Dan salah satu bentuk kelainan pada bayi adalah seperti bentuk kepala yang tidak normal dan juga tengkorak kepala bayi bergelombang pada bagian – bagian kepala tertentu. Hal ini bisa disebabkan oleh karena bayi terlalu mengalami penekanan saat melewati jalan lahir atau karena pada saat persalinan dibantu oleh alat vacum atau forceps atau bisa juga karena adanya suatu kondisi yang bernama craniosynostosis.

Kondisi craniosynostosis ini merupakan suatu kondisi dimana bentuk tengkorak atau kepala bayi tidak normal akibat dari adanya kelainan pada tengkorak bayi atau karena tengkorak bayi tersebut menutup lebih cepat sehingga hal ini menyebabkan pertumbuhan serta perkembangan otak bayi menjadi terhambat. Dan bisa membuat bayi mengalami pusing atau sakit kepala seperti sakit kepala terus menerus. Dalam kondisi normalnya, tengkorak ini merupakan gabungan dari beberapa lempeng yang berbeda, dan ketujuh tulang ini semuanya disatukan satu sama lain oleh suatu jaringan yang disebut sutura. Sutura pada umumnya bertekstur lentur, sehingga tulang tengkorak dapat berkembang mengikuti pertumbuhan otak.

Dan seiring berjalannya waktu, sutura ini lama kelamaan semakin mengeras dan pada akhirnya menutup. Menyatukan dengan utuh ketujuh tulang tengkorak tersebut. Namun pada kasus craniosyntosis ini sutura menutup lebih cepat dari yang seharusnya. Selain menimbulkan sakit kepala kondisi sutura yang menutup lebih cepat ini juga membuat timbulnya gangguan penglihatan serta masalah pada psikologis di ke depannya.

Craniosynostosis ini penyebabnya belum diketahui secara pasti, namun sebagian ahli menyatakan bahwa craniosynostosis ini disebabkan oleh adanya kelainan genetik seperti sindrom peifeifer, sindrom apert, sindrom crouzon, dan berbagai penyakit kelainan genetik lainnya. Dan adapula yang menyatakan bahwa craniosynostosis ini disebabkan karena terpapar oleh zat kimia pada saat hamil.

1. Sagittal

Jenis craniosyntosis ini yang umumnya terjadi, yang mana terjadinya dikarenakan oleh sutura sagittal yang membentang dari mulai ke depan hingga bagian belakang area ubun – ubun menutup terlalu dini. Hal ini biasanya berdampak pada bentuk kepala yang tumbuh memanjang dan pipih.

2. Coronal

Sutura coronal ini membentang dari bagian telinga kanan dan kiri yang kemudian memanjang hingga bagian atas pada tengkorak. Dan apabila terjadi sebuah kondisi dimana sutura koronal ini menutup secara dini, maka akan menyebabkan bentuk kepala pada bagian dahi bergelombang.

3. Metopic

Sutura metopic terletak memanjang mulai dari hidung ke garis tengah dahi kemudian ke ubun – ubun sampai dengan sutura sagital yang terletak pada tulang tengkorak bagian atas. Dan penutupan sutura metopic yang terlalu dini dapat menyebabkan dahi berbentuk segitiga bergelombang dengan bagian belakang kepala melebar.

4. Lambdoid

Penutupan yang terlalu cepat pada sutura lambdoid ini dapat menyebabkan bagian sisi kepala bayi terlihat datar dan posisi salah satu telinga terlihat lebih tinggi. Sutura lambdoid ini sendiri terletak memanjang dari kanan ke kiri pada bagian belakang tengkorak. Dan penutupan pada sutura lambdoid ini yang paling jarang ditemukan.

Gejala dari craniosynostosis ini umumnya sudah terlihat dari saat bayi lahir, dan hal tersebut akan semakin terlihat semakin bertambah nya usia bayi, dari bulan ke bulan. Berikut beberapa tanda dan gejala craniosynostosis :

Sponsors Link

  • Ubun – ubun di bagian atas bayi tidak terlihat.
  • Bentuk tengkorak kepala bayi terlihat bergelombang dan tidak proporsional.
  • Adanya peningkatan tekanan dalam tengkorak bayi.
  • Tidak berkembangnya kepala bayi seiring bertambahnya usia.

Dan ada beberapa gejala yang harus diwaspadai yaitu diantaranya :

  • Muntah mendadak tanpa adanya rasa mual.
  • Adanya pembengkakan pada mata serta mata sulit digerakkan.
  • Gangguan pada pendengaran.
  • Sering tidur.
  • Lebih sering menangis atau terlihat rewel.
  • Nafas bersuara keras serta tidak teratur.

Pengobatan craniosynostosis berbeda – beda, pada craniosynostosis dengan tingkat keparahan ringan hingga menengah, pada umumnya tidak membutuhkan penanganan yang serius. Dokter biasanya akan memberikan helm khusus pada bayi yang fungsinya yaitu untuk merapikan tulang tengkorak yang bergelombang serta membantu perkembangan otak. Namun pada kasus craniosynostosis yang sudah cukup berat dibutuhkan penanganan atau pengobatan seperti dilakukan pembedahan endoskopi atau bisa juga dilakukan bedah terbuka.

Pada bayi yang mengalami craniosynostosis ia akan mengalami tekanan pada tengkoraknya. Yang mana jika tidak segera ditangani tekanan yang ada ini akan menyebabkan terhambatnya pertumbuhan serta perkembangan otak bayi dan juga akan mengakibatkan cacat pada bentuk wajah.

Itulah tadi pembahasan mengenai tengkorak kepala bayi bergelombang mulai dari penyebab, efek dan cara mengatasi. Semoga bermanfaat.

, , , , ,