Sponsors Link

Penyakit Tinea Capitis : Penyebab – Gejala – Cara Pengobatannya

Sponsors Link

Tinea CapitisKepala merupakan bagian dari tubuh yang dapat dikatakan cukup vital keberadaannya bagi manusia dalam menjalani kehidupannya. Bagian bagian kepala yang terdapat di sana memiliki peran masing masing yang akan sangat berguna bagi setiap proses yang akan dijalani oleh tubuh manusia. Beberapa bagian yang dimaksud tersebut diantaranya seperti indera penglihatan yakni mata, hidung sebagai indera penciuman, lidah di dalam mulut yang merupakan awal masuknya makanan sebagai indera perasa, kuping sebagai alat dengar manusia, dan tentunya otak yang merupakan pusat dari kendali tubuh dan saraf, serta beberapa lainnya.

ads

Selain bagian bagian tersebut, di kepala juga ada beberapa bagian tubuh yang fungsinya bersifat sebagai protektif terhadap kepala salah satunya adalah rambut. Rambut merupakan bagian dari kepala yang ditugaskan untuk menjaga dari adanya perubahan lingkungan dan pengaruh lainnya serta membantu dalam memberikan penampilan yang menarik dari wajah seseorang. Sama halnya dengan kepala, ada banyak permasalahan yang dapat terjadi pada rambut yang salah satunya disebut sebagai kondisi tinea capitis yang dapat memberikan masalah serius pada kepala. Berikut penjelasan mengenai penyebab, gejala, dan cara pengobatan kondisi tinea capitis dalam ulasan di bawah ini.

Penyebab

Tinea capitis merupakan salah satu jenis penyakit infeksi yang disebabkan oleh aktivitas bakteri dermatofit dan menyerang pada bagian kulit kepala serta rambut. Penyakit yang banyak dialami oleh anak anak usia 5 – 7 tahun tersebut dapat menyebar dan menular dari tempat yang awalnya mengalami infeksi bakteri tersebut atau benda yang terpapar bakteri. Untuk dapat mengatasi dan mengobati penyakit kulit kepala dan rambut tersebut maka perlu diketahui terlebih dahulu mengenai penyebab dari munculnya tinea capitis. Berikut beberapa penyebab munculnya penyakit tinea capitis diantaranya seperti :

  • Penyebaran bakteri dari benda yang terpapar ke manusia, penyebab pertama yang dapat menjadikan seseorang mengalami kondisi penyakit kulit tersebut adalah karena adanya penyebaran bakteri yang meninginfeksi kulit kepala dari benda yang memang terpapar bakteri dematofit seperti gypseum dan Microsporum fulvum.
  • Penyebaran bakteri dari hewan yang terinfeksi ke manusia, selain paparan dari benda yang, infeksi bakteri penyebab tinea capitis pada manusia juga dapat disebabkan oleh karena penularan dari hewan yang sudah terinfeksi terlebih dahulu. Beberapa bakteri yang memiliki mekanisme penyebaran tersebut diantaranya seperti Tricopyton verrucosum (dari hewan Ternak), Microsporum distortum (dari kucing), Tricopyton  mentagrophytes var equinum (dari kuda), dan Microsporum nanum (dari babi).
  • Penyabaran bakteri dari manusia ke manusia, Penularan bakteri dermatofit lainya juga dapat berasal antara manusia akibat kontak kulit secara langsung. Beberapa bakteri yang memiliki mekanisme penyabaran tersebut diantaranya seperti Tricopyton violaceum, Microsporum audouinii, Microsporum ferrugineum, Tricopyton rubrum, Tricopyton schoenleinii, Tricopyton yaoundei, Tricopyton soudanense, dan megninii.
  • Faktor resiko tinggi, selain karena penyebaran bakteri, beberapa faktor resiko lain juga dapat menyebabkan tingginya kejadian penyakit tinea capitis diantaranya seperti kulit kepala yang lembab, kotor, dan tidak terawat dengan baik.

Gejala

Kondisi kelainan tinea capitis yang terjadi pada kulit kepala dapat diketahui melalui beberapa gejala yang muncul. Gejala gejala tersebut merupakan salah satu bagian dari proses diagnosis awal yang perlu dipahami oleh setiap orang yang diduga mengalami kondisi kelainan tersebut. Berikut ini beberapa gejala dari kondisi kelainan tinea capitis pada kulit kepala diantaranya sebagai berikut ini.

  • Bentuk dematitis seboroik, pertanda pertama yang dapat diketahui sebagai salah satu gejala tinea capitis adalah munculnya bentuk seboroik pada bagian kepala. Seboroik merupakan kondisi dimana kulit kepala akan mengalami keadaan yang tidak mengenakan yakni bersisik, memicu munculnya ketombe, hingga kerontokan rambut.
  • Pola pustula, selain kondisi seboroik dan kulit yang bersisik, beberapa area kepala yang mengalami tinea capitis juga akan muncul pola pustula atau kulit yang bernanah. Nanah dapat muncul karena kondisi kulit kepala mengelupas dan berdarah.
  • Titik hitam, yang paling terlihat dari kondisi tinea capitis adalah munculnya titik hitam diantara area kulit kepala yang bersisik yang merupakan bekas dari kerontokan rambut. Penderita tinea capitis akan terlihat memiliki rambut yang pitak atau hilang sebagian area.
  • Gejala lain, beberapa gejala lain juga akan muncul seperti kondisi pembengkakan kelenjar getah bening, demam ringan, serta munculnya koreng di kepala.
Sponsors Link

Cara Pengobatan

Tinea capitis merupakan masalah pada kulit kepala dan rambut yang tidak boleh dianggap remeh sehingga harus benar benar diobati dengan baik dan diagnosisnya harus tepat agar dapat dibedakan dengan kondisi psoriasis kulit kepala. Tinea capitis juga dapat menular pada orang lain sehingga jika tidak diobati dapat menimbulkan kondisi masalah dalam satu keluarga penderita tinea capitis. Prinsip utama pengobatan tinea capitis adalah menghentikan dan membunuh jamur dermatofit penyebab munculnya penyakit tersebut disamping dengan melakukan upaya lain dalam mengembalikan kondisi kesehatan dan kebersihan rambut. Pengobatan tinea capitis biasanya menggunakan Shampo antijamur yakni ketoconazole didukung dengan shampo selenium.

Jika dalam penggunaan kedua kombinasi pengobatan tersebut belum menunnjukan hasil yang baik maka pengobatan lanjutan dapat dengan menggunakan obat minum berupa anti jamur griseofulvin dan terbinafine seusai dengan petunjuk dan rekomendasi dari dokter. Penggunaan antijamur tersebut akan berlangsung kurang lebih 6 minggu tergantung kondisi keparahan yang dialami dengan petunjuk dari dokter karena adanya resiko efek samping dari obat yang tentunya merugikan. Pengobatan harus dilakukan hingga jamur dermatitis benar benar hilang dan beberapa orang disekitar juga perlu menjalani pemeriksaan dan pengobatan untuk menghentikan penularan.

Itulah beberapa penjelasan mengenai penyakit tinea capitis sebagai salah satu kelainan yang dapat terjadi pada kulit kepala dan rambut. Menjaga kondisi kebersihan dari rambut merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kondisi tinea capitis yang disebabkan oleh infeksi jamur dermatofit.

, , , , ,