Sponsors Link

Tramadol untuk Sakit Kepala : Indikasi – Dosis – Efek Sampingnya

Sponsors Link

Setiap orang tentu mengharapkan agar selalu memiliki kesehatan tubuh yang terjaga dengan baik. Hal ini dikarenakan, kondisi kesehatan tubuh yang terjaga dapat menjadikan setiap aktivitas sehari hari akan berjalan dengan normal. Permasalahan kesehatan akan menganggu jalannya aktivitas dan kegiatan yang perlu dilakukan setiap harianya oleh masing masing individu tentu akan terhambat atau bahkan tidak dapat dijalani sama sekali, selain akan menyebabkan rasa yang tidak nyaman serta sakit pada organ tubuh yang menderita permasalahan kesehatan tersebut.

ads

Salah satu bagian tubuh yang sangat penting dan sebaiknya dihindarkan dari berbagai macam jenis permasalahan pada kesehatan adalah kepala. Hal ini karena adanya bagian bagian kepala dengan fungsinya yang sangat vital bagi keberlangsungan proses dan kehidupan tubuh manusia. Beberapa bagian yang vital tersebut diantaranya seperti mata, kuping, hidung, dan lidah yang semuanya merupakan indera dengan fungsi secara berturut turut melihat, mendengar, mencium, dan merasa. Selain itu, ada bagian otak dan fungsinya yang mengatur sistem saraf pusat di dalam pelindung tengkorak kepala.

Seperti yang dijelaskan diatas, permasalahan pada kepala dapat menyebabkan seseorang menjadi terganggu aktivitasnya. Ada banyak jenis sakit kepala yang dapat terjadi pada setiap individu dengan efek dan penyebabnya masing masing yang perlu diobati. Salah satu cara pengobatan sakit kepala adalah dengan mengkonsumsi obat tertentu. Dalam penjelasan kali ini, drsakitkepala,com akan membahas mengenai salah satu jenis obat yakni tramado untuk sakit kepala melalui ulasan di bawah ini.

  1.  Indikasi

Tramadol merupakan jenis obat yang termasuk dalam golongan analgesik opiate yang fungsinya untuk membantu meredakan nyeri atau rasa sakit yang sedang hingga berat. Sebagai obat pereda nyeri yang kuat, tramadol dapat digunakan untuk beberapa indikasi termasuk kondisi sakit kepala yang sangat berat. Berikut lebih lengkapnya beberapa manfaat dari obat tramadol diantaranya seperti :

  • Pereda rasa sakit pasca operasi

Karena sifatnya sebagai analgesik opiate untuk mengatasi rasa sakit yang sedang hingga berat maka salah satu indikasi dari obat tersebut adalah untuk mengatasi kondisi nyeri pasca menjalani operasi termasuk jenis operasi kepala. Obat tramadol untuk sakit kepala memang kerap kali diresepkan oleh dokter dalam bagian dari obat yang harus dikonsumsi pasca operasi tertentu baik ringan maupun berat.

  • Meredakan nyeri pasca melahirkan

Wanita yang pernah hamil tentu akan memiliki pengalaman bagaimana rasa nyeri yang muncul pasca melahirkan. Untuk membantu meredakan rasa nyeri yang terjadi pasca menjalani proses persalinan tersebut maka dapat digunakan obat tramadol yang memiliki sifat anti nyeri atau analgesik sedang hingga kuat. Tramadol menjadi salah satu jenis obat nyeri golongan opiate yang dapat memberikan efek pereda nyeri atau analgesik yang lebih cepat dibandingkan obat pereda nyeri golongan NSAID atau non sterois anti inflamatory drug.

  •  Nyeri yang berkepanjangan

Selain untuk jenis nyeri yang membutuhkan reaksi analgesik cepat, tramdol juga digunakan untuk membantu dalam mengatasi kondisi nyeri yang berkepanjangan. Penggunaan tramdol sebagai analgesik opiate atau analgesi yang masih termasuk dari turunan narkotika lebih rendah efek samping dibandingkan dengan penggunaan jangka panjang NSAID namun tetap tergantung dari pertimbangan dokter.

  1. Dosis dan cara penggunaan

Di pasaran tersedia tramadol dalam kemasan generik maupun beberapa merek dagang lainnya seperti contram, tradosik, tramal, tramofal, dolgesik yang secara umum memiliki kekuatan 50 dan 100 mg. Tramadol hanya dapat digunakan atas resep dari dokter sehingga tidak dapat dibeli secara sembarangan. Dosis penggunaan tramadol sebesar 50 – 100 mg per 4 – 6 jam dan tidak lebih dari 400 mg perhari. Penggunaan untuk lansia dan anak anak tentu perlu untuk diperhitungan dengan jumlah yang lebih sedikit.

  1. Kontraindikasi

Setiap obat tentu memiliki kondisi kontraindikasi yang menjadikannya sebaiknya tidak dikonsumsi dengan kondisi pasien tertentu kecuali atas pertimbangan dari dokter. Beberapa kontrasindikasi dan pasein yang perlu perhatian sebelum mengkonsumsi tramadol diantaranya seperti :

Sponsors Link

  • Dosis untuk lansia sebaiknya tidak lebih dari 300 mg dan jangan memberikan tramadol pada anak anak secara sembarangan karena dapat menyebabkan efek samping berbahaya yakni kesulitan bernafas.
  • Hindari penggunaan tramadol pada yang memiliki reaksi alergi obat tersebut dan pasien dengan kondisi gangguan hati, epilepsi, gangguan prostat, hati, pernafasan, cedera kepala berat, dan lain sebagainya.
  • Tramadol yang bukan merupakan obat sakit kepala traditional, sebaiknya tidak digunakan untuk mereka yang memiliki ketergantungan terhadap miras dan narkotika karena dapat menyebabkan kondisi ketergantungan yang lebih parah.
  1. Interaksi obat

Penggunaan tramadol sebaiknya tidak digunakan dengan beberapa jenis obat lain secara bersamaan mengingat adanya kondisi interaksi obat. Beberapa interaksi obat yang terjadi antara tramadol dengan obat lainnya diantaranya seperti meningkatkan potensi efek samping fatal ketika dikonsumsi bersamaan anti depresan, meningkatkan resiko terjadinya kejang pada obat kejang dan yang mengandung serotonin, serta dapat berkurang kadarnya jika dikonsumsi bersama carbamazepine.

  1. Efek samping obat

Obat tramadol hanya boleh digunakan atas petunjuk dokter yang ditulis dalam resep sehingga tidak dapat diperoleh secara sembarangan. Penggunaan tramadol yang sembarangan dapat memicu munculnya efek samping diantaranya seperti pusing dan limbung, lelah dan mengantung, munculnya rasa mual dan ingin muntah, sulit buang air kecil hingga konstipasi atau sembelit, diare, mulut kering, dan perut kembung.

Itulah beberapa penjelasan mengenai tramadol untuk sakit kepala sebagai salah satu obat yang termasuk dalam golongan analgesik opiate. tramadol dapat digunakan untuk mengatasi rasa nyeri sedang hingga berat. Tramadol hanya dapat digunakan dan dibeli jika memang ada resep dokter mengingat dampak buruk dan resiko efek samping yang ada ketika digunakan secara sembarangan.

, , ,



Oleh :
Kategori : Pengobatan