Sponsors Link

Penyebab Tulang Kepala Bayi Seperti Bando dan Cara Mengatasi

Sponsors Link

Bayi yang baru lahir dalam kondisi normal akan terus mendapatkan pengawasan oleh dokter dan orang tua. Orang tua akan mengikuti kesehatan bayi dan mengamati semua kondisi yang terjadi pada tubuh bayi. Hal yang mungkin mengkhawatirkan untuk bayi adalah ketika kepala bayi memiliki bentuk yang kurang normal. Misalnya adalah seperti kepala peyang atau kepala lonjong. Orang tua sangat khawatir jika bentuk kepala mempengaruhi kesehatan dan kecerdasan bayi saat sudah menjadi anak-anak yang lebih besar nanti.

ads

Tulang kepala bayi seperti bando  Bayi yang baru lahir dalam kondisi normal akan terus mendapatkan pengawasan oleh dokter dan orang tua. Orang tua akan mengikuti kesehatan bayi dan mengamati semua kondisi yang terjadi pada tubuh bayi. Hal yang mungkin mengkhawatirkan untuk bayi adalah ketika kepala bayi memiliki bentuk yang kurang normal. Misalnya adalah seperti kepala peyang atau kepala lonjong. Orang tua sangat khawatir jika bentuk kepala mempengaruhi kesehatan dan kecerdasan bayi saat sudah menjadi anak-anak yang lebih besar nanti.

Memang ada macam macam bentuk kepala bayi yang pasti akan diamati oleh semua orang tua ketika bayi baru lahir. Kemungkinan salah satu yang cukup mengkhawatirkan jika ternyata dalam masa pertumbuhannya kepala bayi memiliki bando alami. Ini terlihat sangat jelas dan bisa membuat orang tua sangat tidak nyaman. Berikut ini akan kami ulas mengenai penyebab tulang kepala bayi seperti bando dan cara mengatasinya.

1. Ubun ubun

Semua bayi yang baru lahir pasti akan memiliki bentuk ubun ubun yang jelas terlihat pada ujung kepala atas. Ubun ubun menjadi bagian yang sangat khas pada kepala sampai ada kondisi yang terus disebut sampai dewasa. Kemudian saat bayi baru lahir maka bagian tulang tengkorak tidak langsung bersatu. Kepala terdiri dari tujuh lempeng tulang tengkorak yang akan sempurna, bersatu dan mengeras selama masa pertumbuhan bayi.

Jika ada kondisi yang tidak baik pada ubun ubun ini maka bisa jadi karena tempurung kepala bayi tidak menutup sempurna. Proses ini yang mungkin akan membentu ubun ubun terlihat seperti bando pada kepala bayi. Cekungan ini bisa menjadi lebih jelas pada kondisi tertentu seperti bayi tidak cukup minum ASI, bayi sering mengalami dehidrasi, menangis terlalu kencang dan adanya tekanan yang besar dalam rongga kepala bayi.

Cara mengatasinya, ibu bisa mengamati kondisi ini dengan memberikan ASI atau susu formula sesuai kebutuhan bayi. Pemeriksaan kesehatan bayi ke dokter anak secara rutin juga sangat diperlukan. Dokter akan memantau ukuran dan bentuk kepala bayi, termasuk jika memang bentuk bando ini menjadi indikasi hidrosefalus dan diperlukan tindakan pencegahan hidrosefalus.

2. Indikasi Penyakit Craniosynostosis

Craniosynostosis adalah salah satu kelainan bentuk kepala pada bayi yang terjadi selama masa pertumbuhan bayi setelah lahir. Ini juga termasuk cacat lahir bawaan yang akan membuat kepala bayi seperti memiliki bando atau bentuk kepala yang tidak normal. Sebenarnya ini kondisi yang berkembang ketika tujuh lempeng tulang tengkorak bayi akhirnya menutup namun dalam bentuk yang tidak normal.

Kondisi kelainan craniosynostosis juga terjadi ketika sutura tidak bisa menyatu dengan sempurna dimana sutura berfungsi untuk menyatukan satu lempeng tulang tengkorak dengan tulang yang lain. Kelainan craniosynostosis mulai terjadi ketika ada sutura yang menutup lebih cepat dibandingkan waktu yang seharusnya. Akhirnya otak bayi tidak bisa tumbuh dan berkembang secara normal. Hal yang sangat berbahaya dari kelainan ini termasuk memicu gangguan pada otak dan kelainan pada otak bayi.

Penyebab :

  • Genetik : sampai saat ini dokter masih belum menemukan penyebab yang sebenarnya, tapi dalam beberapa kasus memang disebabkan oleh pengaruh genetik.
  • Cacat lahir : dalam beberapa kondisi ternyata masalah bentuk kepala bayi yang aneh ini juga terjadi pada bayi yang menderita penyakit sindrom genetik sejak lahir, misalnya pada kasus sindrom Crouzon, sindrom Apert dan sindrom Pfeiffer.
  • Pengaruh bahan kimia pada ibu hamil : Lalu penyebab yang lain dari masalah ini juga termasuk bahan kimia yang masuk ke dalam tubuh ibu selama hamil. Dimana bahan-bahan kimia ini akan merusak pertumbuhan janin sampai menyebabkan kelainan genetik.

Jenis :

  • Sagittal : ini termasuk kejadian yang paling sering terjadi meskipun kelainan ini cukup langka. Gangguan ini akan menyebabkan tengkorak bayi dari depan ke belakang menutup terlalu cepat. Selain membuat bayi seperti memiliki bando juga akan membuat kepala terlihat pipih.
  • Coronal : coronal ini akan membuat sutura pada bagian telinga kanan dan kiri ke atas tengkorak menutup lebih dini. Selain membentuk bando juga bisa menyebabkan tengkorak menjadi tidak rata.
  • Metopic : kelainan ini akan membuat bayi seperti memiliki garis tengah dari dahi sampai ke ubun ubun yang akan membuat dahi memiliki bentuk seperti segitiga jika dilihat dari depan atau belakang.
  • Lambdoid : kondisi ini yang akan membentuk bagian dari kepala kanan ke kiri terlihat tidak rata, kemudian sisi kepala pada telinga kanan atau kiri menjadi lebih datar.
Sponsors Link

Gejala :

  • Saat sejak lahir bayi terlihat tidak memiliki ubun ubun atau tidak terlihat sama sekali.
  • Jika dilihat dari depan atau belakang maka tengkorak bayi terlihat cukup aneh.
  • Adanya tekanan pada tengkorak bayi sehingga bayi sering rewel mungkin karena pengaruh sakit kepala.
  • Perkembangan bentuk kepala bayi terlihat sangat aneh sehingga tidak sesuai dengan usia bayi.
  • Kemungkinan bayi bisa mengalami kerusakan otak yang ditandai dengan beberapa gejala, seperti: bayi sering muntah, bayi tidak mau ASI, bayi selalu tidur, mata bayi terlihat membengkak, dan sangat rewel. Kondisi ini bisa membuat perkembangan terganggu bahkan ancaman sakit kepala pada anak.

Diagnosis :

Kelainan Craniosynostosis harus mendapatkan diagnosis dari bedah syaraf atau dokter spesialis bedah syaraf anak. Sebelumnya, bayi harus mengikuti serangkaian pemeriksaan seperti:

  • Pemeriksaan kepala bayi. Dokter akan meraba, mengamati, menyentuh dan mengukur untuk melihat kondisi kepala bayi.
  • Pemeriksaan dengan CT Scan, X Ray dan MRI untuk memastikan bahwa kelainan memang terbukti.
  • Pemeriksaan dengan tes DNA. Pemeriksaan ini diperlukan untuk menegakkan diagnosis jika memang ada pengaruh genetik pada bayi dan kelainan ini.

Pengobatan :

  • Perawatan untuk kelainan ini sebenarnya harus dilakukan sesuai dengan hasil pemeriksaan. Jika ringan maka masih bisa menggunakan helm untuk terapi khusus demi membentuk struktur tengkorak anak dan membuat tengkorak anak tumbuh normal.
  • Jika ternyata kelainan sangat parah maka bisa dilakukan operasi untuk membentuk kembali lempeng tengkorak bayi. Operasi bisa dilakukan dengan tindakan bedah terbuka dimana harus dilakukan untuk bayi yang berusia enam bulan lebih. Kemudian operasi dengan endoskopi yang bisa dilakukan dibawah usia enam bulan namun hanya untuk memperbaiki sutura yang menempel lebih cepat pada bayi.

Ternyata begitu penyebab tulang kepala bayi seperti bando dan cara mengatasinya. Karena itulah semua orang tua harus melihat perkembangan bentuk kepala bayi sehingga jika ada kelainan langsung melakukan pemeriksaan ke dokter.

, ,