Sponsors Link

Penyebab Tumor Kepala Pada Anak – Gejala – Pengatasan

Sponsors Link

Tumor otak tidak hanya menyerang orang dewasa saja, tapi bisa menyerang anak-anak juga. Bahkan setiap tahun, hampir 2000 anak didiagnosis terserang tumor otak. Ada beberapa jenis tumor otak pada anak yang dapat menyerang kapan saja.

ads

Jenis tumor kepala pada anak yang cukup sering menyerang adalah medulloblastoma. Medulloblastoma cenderung sering menyerang anak-anak dibandingkan orang dewasa. Penyakit ini sering terdeteksi pada anak-anak berusia kurang dari 10 tahun.

Tumor Medulloblastoma termasuk jenis tumor malignant atau sering dikenal sebagai kanker agresif, yang mengganggu sistem saraf pusat serebelum. Tumor ini menyerang bagian yang sangat vital, sehingga seringkali menimbulkan cacar jangka panjang serta mengganggu fungsi saraf dan intelektual anak. Jika tidak ditangani dengan cepat, tumor jenis ini bisa mengancam nyawa anak-anak.

Penyebab Tumor Medullobastoma

Medulloblastoma merupakan sebuah ketidaknormalan pertumbuhan pada sel-sel otak di bagian serebelum atau lebih dikenal sebagai otak kecil. Perubahan pada sel-sel serebelum ini akan diikuti dengan perubahan pada gen serta kromosom. Seperti jenis tumor lain, hingga sekarang penyebab penyakit medulloblastoma masih belum bisa dipastikan. Ada pula beberapa sindrom genetis terkait yang menyebabkan peningkatan perkembangan tumor otak ini.

Gejala dan Ciri Tumor Medulloblastoma

Medulloblastoma cukup sulit terdeteksi karena usia anak terlampau muda, yang menyebabkan seringnya keterlambatan diagnosis. Saat tumor otak tumbuh serta berkembang, menyebabkan adanya tekanan kuat di bagian tulang tengkorak anak, yang sering disebut sebagai tekanan intrakranial.
Peningkatan tekanan ini dikarenakan jaringan yang terus bertumbuh di otak sehingga menyumbat aliran cairan pada serebrospinal. Walaupun sulit terdeteksi, beberapa gejala tumor otak stadium awal jenis ini harus diwaspadai jika muncul pada anak :

  • Sakit kepala yang berlebihan dan sering
  • Mual serta muntah yang sering terjadi di pagi hari
  • Sifat anak berubah menjadi mudah marah
  • Anak jadi gampang letih serta mengantuk

Bahkan ada beberapa kasus terjadinya Macroencephaly (kepala membesar) pada bayi, ini disebabkan karena tulang tengkoraknya masih belum sempurna. Tidak jarang tumor jenis ini menyebabkan keanehan dalam bergerak atau canggung pada anak. Bahkan bisa memungkinkan terjadinya masalah serta kemunduran dalam menulis, menangkap bola, kemampuan motorik hingga menyebabkan gangguan penglihatan. Beberapa kasus, tumor jenis ini bisa merambat hingga sel-sel tulang belakang, dan menyebabkan rasa sakit di bagian belakang serta kesulitan untuk berjalan atau sering disebut ataksia.

Cara Mengobati Medulloblastoma

Jika anak kamu terdeteksi terserang penyakit ini, ada beberapa cara pengobatan yang sesuai dengan arahan tenaga medis bersangkutan seperti operasi, terapi menggunakan radiasi, hingga terapi dengan bahan-bahan kimia yang lebih sering dikenal sebagai kemoterapi.

Operasi otak pada umumnya menjadi langkah awal dalam pengobatan medulloblastoma, ini bertujuan untuk mengangkat serta menghilangkan sebanyak-banyaknya sel-sel tumor pada otak. Jika sel-sel tumor tetap ada bahkkan setelah proses operasi, ataupun sel kanker terlanjur menyebar, tindakan selanjutnya adalah menjalani terapi dengan sinar X berenergi tinggi ataupun sinar radiasi lainnya guna membunuh sel-sel kanker.

Selanjutnya, pasien akan terus di kemoterapi dengan memakai obat-obatan ‘keras’ guna untuk menghentikan dan membunuh sel-sel kanker yang terlanjur menyebar hingga bagian tubuh lainnya. Tumor otak sendiri merupakan salah satu tumor paling umum yang menyerang pada anak-anak serta remaja. Bahkan setiap tahunnya, ada ribuan anak terdiagnosis mengidap tumor otak.

Mengingat lokasi tumor kepala pada anak ini berada pada tempat vital, sehingga bisa menyebabkan gejala tumor bisa berakibat gangguan jangka panjang entah pada fungsi intelektualnya ataupun pada neurologis si anak.

, , , , ,